Terbit: 20 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebuah survey yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja dari Amerika Serikat menghasilkan fakta mengejutkan tentang kebiasaan menonton televisi yang dilakukan oleh masyarakat negara adidaya tersebut. Fakta tersebut adalah lamanya rata-rata waktu yang mereka habiskan untuk menonton televisi, yakni 2 jam 49 menit, atau lebih dari separuh waktu luang yang mereka dapatkan sehari-hari. Hal ini berarti, alih-alih menghabiskan waktu luang untuk mendapatkan waktu berkualitas bersama dengan keluarga atau teman-teman, warga Amerika ternyata lebih suka untuk menonton televisi.

Begini Dampak Tak Terduga yang Kita Dapatkan Jika Terlalu Lama Menonton Televisi

Meskipun memang bisa memberikan hiburan, dalam realitanya menonton televisi dalam waktu yang lama bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Sebagai contoh, penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menyebutkan bahwa terbiasa menonton televisi tiga jam dalam sehari mampu meningkatkan risiko kematian dini, meskipun kita termasuk dalam orang yang rajin berolahraga. Bahkan, jika kita sampai kecanduan menonton beberapa episode sebuah acara drama televisi, bisa jadi kita akan menghiraukan berbagai hal penting lainnya.

Yang tidak pernah disangka oleh banyak orang adalah, kebiasaan menonton televisi ternyata bisa merusak kesehatan otak, khususnya dalam mengikis kemampuan berpikir dan menyebabkan depresi. Bahkan, dalam banyak kasus, kecanduan menonton televisi akan membuat kita kurang tidur dan akhirnya mengganggu suasana hati, menurunkan fungsi kognitif, dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak menonton televisi dengan berlebihan, apalagi sampai membuat kita duduk berjam-jam untuk menikmatinya. Lakukan sesekali saja dan jangan sampai kebiasan menonton televisi ini mengganggu durasi waktu tidur. Selain itu, pastikan untuk mematikan televisi setidaknya setengah jam sebelum tidur agar kita bisa tetap mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi