DokterSehat.Com– Belakangan ini ada pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan ponsel pintar yang menyebut hobi begadang bisa menyebabkan kenaikan risiko terkena kanker hati. Apakah pesan ini memang sesuai dengan fakta kesehatan?

kurang-tidur-kanker-doktersehat

Pesan yang Menyebut Hobi Begadang Bisa Picu Kanker Hati

Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa di malam hari tubuh melakukan proses detoksifikasi tubuh. Pesan ini diklaim berasal dari National Taiwan Hospital dan menyarankan kita untuk tidak tidur lebih dari pukul 22.00 malam.

Pesan ini menyebut pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari adalah waktu saat hati melakukan proses pembersihan racun atau detoksifikasi. Proses ini baru bisa dijalankan jika kita tidur dengan nyenyak. Sementara itu, di waktu pukul 01.00 hingga 03.00, terjadi proses detoksifikasi di empedu dan dua jam kemudian terjadi proses detoksifikasi di paru-paru.

Setelah pukul 05.00 hingga 07.00, sangat disarankan untuk buang air besar karena di waktu inilah usus besar melakukan proses detoksifikasi. Sementara itu, pukul 07.00 hingga 09.00 adalah saat terbaik bagi usus halus menyerap makanan sehingga sebaiknya kita sarapan pagi.

Isi dari pesan ini sebenarnya sangat bagus karena meminta kita untuk tidur dengan waktu yang cukup setiap malam dan tidak begadang karena kebiasaan ini memang bisa memberikan dampak buruk bagi sistem metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, sarapan pagi sebelum pukul 09.00 juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

Kaitan Antara Begadang dengan Kanker Hati

Sejak 1980an, kasus kanker hati cenderung meningkat jumlahnya hingga tiga kali lipat. Pakar kesehatan menyebut hal ini terkait dengan kebiasaan tidur masyarakat modern yang semakin buruk. Hal ini ternyata bisa memberikan dampak yang sangat buruk bagi organ hati.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli dari Baylor College of Medicine, Texas, Amerika Serikat dan dipublilkasikan hasinya dalam jurnal berjudul Cancer Cell, dihasilkan fakta bahwa 80 persen populasi di Amerika Serikat mengalami masalah tidur kronis yang membuat mereka tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan berkualitas.

“Masalah tidur ini juga banyak terjadi di negara berkembang. Masalahnya adalah hal ini bisa menyebabkan risiko obesitas dan kanker hati meningkat,” ucap salah satu peneliti, Profesor Loning Fu.

Sementara itu, Profesor David Moore menyebut kini semakin banyak kasus kanker hati yang tidak lagi diawali oleh sirosis hati.

“Dalam penelitian yang melibatkan tikus percobaan, dihasilkan fakta bahwa tikus yang dikondisikan dalam situasi jet-lag kronis atau mengalami masalah tidur bisa meningkatkan risiko terkena kanker hati,” ucap Moore.

Gangguan Tidur Terkait dengan Kanker Hati

Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi organ-organ dan jaringan tubuh serta merusak fungsi metabolik.

Jika kita menjalani kerja shift yang membuat waktu tidur sering berubah-ubah, misalnya, maka fungsi ritme sirkadian akan terganggu. Pada tikus yang dikondisikan mirip dengan hal ini selama dua tahun, para tikus ini mengalami perkembangan sel kanker.

Sekitar 96 persen dari tikus jantan atau betina yang dikondisikan mengalami gangguan tidur sama-sama mengalami perkembangan kanker hati HCC.

Laporan American Cancer Society menghasilkan fakta bahwa 700 ribu orang di seluruh dunia didiagnosis kanker hati setiap tahunnya. Pria lebih berisiko terkena penyakit ini daripada wanita. Karena alasan inilah sebaiknya kita menjaga gaya hidup demi menjaga kondisi tubuh dan mencegah datangnya masalah kesehatan.

 

Sumber:

  1. Hewings-Martin, Yella. 2016. Chronic sleep disruption linked to liver cancer. medicalnewstoday.com/articles/314318.php. (Diakses pada 18 Oktober 2019).