Terbit: 17 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui berapa usia kehamilan dan usia janin yang sebenarnya. Selain untuk memantau kesehatan perkembangan janin, hal ini juga diperlukan untuk mempersiapkan diri dengan persalinan. Nah tahukah Anda bahwa usia kehamilan ternyata berbeda dengan usia janin? Yuk cari tahu perbedaanya!

Apa Beda Usia Kehamilan dan Usia Janin?

Apa itu usia kehamilan dan usia janin?

Saat memerikasakan kehamilan, Anda mungkin mendapati bahwa perhitungan usia kehamilan dan usia janin berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dari cara menghitung usai kehamilan dan janin. Usia kehamilan bisa lebih besar atau lebih kecil dari usia janin.

Usia kehamilan

Usia kehamilan dihitung dari waktu menstruasi terakhir meskipun belum terjadi kehamilan. Mengapa demikian? Para pakar berpendapat bahwa meskipun belum terjadi pembuahan, tubuh wanita sudah mempersiapkan diri untuk kehamilan. Biasanya usia ini termasuk sekitar dua minggu sebelum terjadinya pembuahan karena tidak ada yang tahu kapan pastinya pembuahan tersebut terjadi.

Usia janin

Jika usia kehamilan dihitung dari menstruasi terakhir, maka usia janin dihitung berdasarkan pemeriksaan USG melalui ukuran tubuh janin seperti ukuran kepala, lengan dan bagian tubuh lainnya.

Selisih usia kehamilan dan usia janin

Perbedaan antara usia kehamilan dan usia janin adalah hal yang normal karena usia kehamilan tidak dihitung dari tanggal pembuahan sebenarnya. Umumnya selisih di antaranya adalah 2 minggu pada usia kehamilan masuk ke trimester kedua dan ketiga. Pada pemeriksaan berikutnya, dokter akan mengupayakan perbedaan usia kehamilan dan usia janin semakin dekat.

Jika usia janin lebih kecil dari usia kehamilan, maka dikhawatirkan hal ini terkait dengan kondisi kesehatan bayi dalam jangka panjang. Meskipun dapat dipengaruhi karena faktor genetik, namun seringnya usia janin yang lebih kecil dari usia kehamilan disebabkan oleh adanya masalah pertumbuhan pada janin selama kehamilan, misalnya kekurangan oksigen.

Sedangkan jika usia janin lebih besar dari usai kehamilan, umumnya janin berukuran lebih besar dari rata-rata. Kondisi ini juga patut diwaspadai karena khawatir risiko diabetes gestasional yang diderita ibu selama kehamilan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi