Terbit: 13 April 2020 | Diperbarui: 14 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa beda sakit kepala biasa dan sinus? Sakit kepala migrain dan sinus tentu sudah tidak terdengar asing di telinga Anda. Meskipun memiliki gejala mirip, keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan berbeda juga dengan sakit kepala biasa. Lalu apa beda sakit kepala biasa dan sinus serta migrain? Simak penjelasannya berikut ini!

Beda Sakit Kepala Biasa, Sinus, dan Migrain, Kenali Gejalanya!

Perbedaan Sakit Kepala Biasa, Sinus, dan Migrain

Jenis sakit kepala yang berbeda mungkin akan membutuhkan penanganan yang berbeda. Maka dari itu, penting untuk Anda mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami sebelum memilih langkah pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beda sakit kepala biasa, sinus, dan migrain yang wajib Anda ketahui!

1. Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala biasa umumnya merujuk pada sakit kepala jenis sakit kepala tegang atau tension type headache, yang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum.

Beda sakit kepala biasa dan sinus yang paling mendasar adalah sakit kepala tipe sakit kepala tegang termasuk sakit kepala primer, sedangkan sakit kepala sinus adalah jenis sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah jenis sakit kepala yang bukan didasarkan oleh gangguan medis lain.

Penyebab Sakit Kepala Biasa

Penyebab pasti sakit kepala jenis sakit kepala tegang tidak diketahui, tapi paling umum dipicu oleh stres. Kondisi lain yang dapat memicu sakit kepala jenis sakit kepala tegang adalah seperti konsumsi alkohol, kelelahan, dehidrasi, terlambat makan, rokok, sinar matahari yang terik, dan banyak kondisi lainnya.

Gejala Sakit Kepala Biasa

Jika sakit kepala biasa yang dialami adalah sakit kepala jenis sakit kepala tegang, Anda akan merasakan sakit kepala yang menyebar dan seperti ada sensasi ikatan di bagian dahi. Bagian sekitar leher, dahi, kulit kepala, dan dahi juga dapat menjadi lebih sensitif dan terasa sakit ketika disentuh.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala jenis ini biasanya tidak menjadi masalah serius dan obat-obatan pereda nyeri dapat mengatasi gejalanya dengan baik.

Berikut jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala sakit kepala biasa:

  • Ibuprofen
  • Paracetamol
  • Aspirin

Obat-obatan di atas dijual bebas. Apabila obat tersebut tidak bekerja, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat resep. Dokter mungkin akan meresepkan pereda nyeri lain seperti Indomethacin atau Meloxicam.

Baca Juga: Sakit Kepala Tegang: Penyebab, Gejala, Pengobatan

2. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus muncul sebagai reaksi alergi, kondisi ini sering kali sulit dibedakan dengan sakit kepala sinus.

Penyebab Sakit Kepala Sinus

Beda sakit kepala biasa dan sinus lainnya adalah penyebab sakit kepala sinus yang lebih spesifik.

Penyebab sakit kepala sinus adalah peradangan dan tekanan di dalam rongga sinus di tengkorak. Peradangan yang terjadi pada jaringan lapisan sinus menyebabkan sekresi cairan yang dapat menghambat drainase dari sinus, sehingga menyebabkan tekanan pada sinus meningkat.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, alergi, maupun iritan lainnya.

Gejala Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus biasanya ditandai dengan sakit kepala bagian depan, tepatnya di bagian dahi serta pipi. Gejala lainnya meliputi hidung meler, hidung tersumbat, dan mata berair. Gejala-gejala ini juga dapat mengindikasikan migrain.

Beda sakit kepala sinus dan migrain adalah pada gejala khusus seperti demam dan napas yang berbau busuk. Keduanya gejala ini tidak muncul pada sakit kepala migrain.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Sinus

Cara mengatasi sakit kepala sinus adalah dengan menipiskan lendir yang menumpuk dan menyebabkan tekanan sinus. Berikut adalah beberapa jenis obat yang mungkin digunakan mengatasi kondisi ini:

  • Semprotan steroid hidung
  • Obat dekongestan seperti Phenylephrine
  • Antihistamin seperti Cetirizine
  • Antibiotik (diresepkan jika sakit kepala disebabkan oleh infeksi sinus)

3. Sakit Kepala Migrain

Sama seperti sakit kepala jenis sakit kepala tegang, sakit kepala migrain juga merupakan jenis sakit kepala primer, namun kedua kondisi ini memiliki gejala yang berbeda. Kasus migrain dapat menjadi berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab Sakit Kepala Migrain

Sama seperti sakit kepala jenis sakit kepala tegang, penyebab pasti sakit kepala migrain juga tidak diketahui dengan jelas. Kondisi ini diduga disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak yang memengaruhi cara saraf berkomunikasi serta bahan kimia dan pembuluh darah di otak.

Sedangkan untuk pemicunya kurang lebih sama dengan sakit kepala jenis sakit kepala tegang seperti stres, konsumsi kafein, rokok, hingga kelelahan. Migrain juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh dan juga pengaruh obat-obatan tertentu.

Migrain lebih sering muncul pada wanita. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan migrain biasanya berpotensi besar mengalami kondisi ini juga.

Gejala Sakit Kepala Migrain

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gejala sakit kepala migrain mirip dengan sakit kepala sinus. Gejala tersebut meliputi sakit kepala di dahi dan pipi, hidung meler, hidung tersumbat, dan mata berair.

Sedangkan gejala sakit kepala migrain yang dapat membedakan dengan sakit kepala lain adalah seperti sensitivitas terhadap cahaya dan suara, mual, nafsu makan menurun, pusing, dan pandangan kabur.

Cara Mengatasi Migrain

Obat penghilang rasa sakit yang dapat mengatasi sakit kepala biasa umumnya dapat juga meredakan gejala migrain. Namun apabila obat-obatan tersebut tidak berhasil, maka dokter akan meresepkan obat lain.

Obat yang mungkin diresepkan untuk mengatasi migrain adalah seperti:

  • Sumatriptan
  • Rizatriptan

Obat-obatan di atas bekerja mengurangi peradangan dan mengubah aliran darah dalam otak. Umumnya obat-obatan ini hadir dalam sediaan semprotan hidung, pil, atau suntikan.

Itu dia beda sakit kepala biasa dan sinus serta migrain yang terkadang sulit dibedakan. Apabila melihat gejalanya dengan teliti, kita dapat mengetahui bahwa ketiga jenis sakit kepala ini memang berbeda.

Apabila kesulitan untuk membedakan kondisi yang Anda alami, sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter agar dapat mengetahui kondisi Anda dengan pasti dan mendapat penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. 2019. Tension headache. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/symptoms-causes/syc-20353977. (Diakses 13 Januari 2020).
  2. Anonim. 2018. Migraine vs. Sinus Headache. https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraine-vs-sinus-headache#1. (Diakses 13 Januari 2020).
  3. Watson, Kathryn. 10 Types of Headaches and How to Treat Them. https://www.healthline.com/health/headache/types-of-headaches. (Diakses 13 Januari 2020).
  4. Webberley, Helen. Everything you need to know about migraines. https://www.medicalnewstoday.com/articles/148373.php. (Diakses 13 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi