Mengenal Perbedaan Otak Anak Laki-Laki dan Perempuan

otak-anak-doktersehat-1

DokterSehat.Com– Pernahkah Anda mengamati bahwa anak perempuan sering terlihat lebih cerdas dan matang dibanding anak laki-laki? Selain itu anak perempuan umumnya lebih tinggi dari anak laki-laki pada usia dini. Benarkah perkembangan otak anak perempuan lebih cepat dibanding anak laki-laki?

Perbedaan perkembangan otak anak

Sejumlah penelitian menyebutukan bahwa otak anak laki-laki memang berbeda dengan otak anak perempuan. Umumnya otak anak laki-laki memang lebih besar, namun otak anak perempuan terbukti berfungsi lebih efisien.

Selain itu, perkembangan otak kiri anak perempuan juga terbukti lebih dominan dibanding dengan perkembangan otak kiri pada anak laki-laki. Otak kiri umumnya berkembang untuk logika dan matematika, sedangkan otak kanan untuk kreativitas. Dari perbedaan tersebut dapat diketahui bahwa orang tua perlu mengasah kreativitas anak laki dan perempuan dengan cara berbeda.

Cara memaksimalkan kemampuan otak anak

Anak laki-laki

Anak laki-laki umumnya tidak tertarik untuk membaca buku atau mengerjakan tugas dalam waktu lama. Mereka cenderung lebih tertarik untuk melakukan aktivitas fisik. Karena itu Anda bisa mengajarkan beberapa pelajaran seperti membaca atau matematika dengan rangkaian kegiatan yang menyenangkan.

Sedangkan soal kemampuan verbal, anak laki-laki umumnya lebih lambat untuk menguasai hal tersebut dibanding dengan anak perempuan. Namun bukan berarti mereka lebih malas. Hanya saja anak laki biasanya butuh dorongan dan semangat lebih besar dibanding dengan anak perempuan.

Anak perempuan

Anak perempuan umumnya lemah dalam pemahaman visual. Anda dapat melatih anak-anak dengan permainan yang melatih kemampuan spasial dengan mainan yang dapat berputar.

Pada anak perempuan, orang tua mungkin perlu meningkatkan kepercayaan diri lebih banyak melalui peran kepemimpinan. Ajak si kecil untuk bermain di dalam tim agar melatih kemampuan komunikasi mereka.

Tips bagi orang tua

Secara umum, orang tua perlu lebih peka pada kelebihan dan kekurangan anak, mana pelajaran yang disukai dan tidak disukai anak. Orang tua perlu menumbuhkan kecintaan pada anak untuk belajar dan membantu meningkatkan pemahaman anak pada materi pelajaran.

Selain itu, hindari membanding-bandingkan kemampuan anak dalam belajar karena dapat mematikan semangat belajar anak. Pahami bahwa setiap anak unik dan memiliki ketertarikan masing-masing pada apa yang dipelajari di lingkungan sekitar.