DokterSehat.Com – Tidak sedikit orang yang bereaksi terhadap makanan tertentu, tetapi dalam banyak kasus intoleransi makanan bukanlah alergi terhadap makanan yang sebenarnya. Oleh karena itu, Anda harus tahu beda intoleransi dan alergi makanan. Mengapa penting membedakan intoleransi dengan alergi makanan? Meskipun keduanya dapat memiliki gejala yang sama, alergi bisa lebih serius dan mengancam jiwa.

intoleransi-alergi-makanan-doktersehat

Mengetahui perbedaanya dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda mengalami alergi atau intoleransi makanan. Dokter juga dapat membantu untuk memastikan apa yang Anda alami. Selengkapnya cari tahu apa itu intoleransi makanan dan alergi makanan di bawah ini.

Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan adalah kesulitan mencerna makanan tertentu dan menimbulkan reaksi fisik yang menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan. Intoleransi adalah kondisi yang umum daripada alergi.

Intoleransi makanan menyebabkan beberapa gejala setelah beberapa jam setelah makan, seperti sakit perut dan kembung. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh intoleransi makanan daripada alergi makanan. Intoleransi terkadang memiliki gejala yang sama dengan alergi, sehingga membingungkan penderitanya.

Berbeda dengan alergi makanan yang memicu sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi makanan tidak. Makanan yang paling sering memicu intoleransi adalah produk susu, biji-bijian yang mengandung gluten, dan makanan yang menyebabkan penumpukan gas di usus, seperti kacang-kacangan dan kubis.

Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini menyebabkan berbagai gejala, salah satu yang sering terjadi adalah gatal-gatal.

Penderita alergi makanan memiliki sistem kekebalan yang bereaksi terhadap protein tertentu yang terkandung dalam makanan. Sistem kekebalan tubuh menyerang senyawa-senyawa ini seolah patogen berbahaya, seperti bakteri atau virus.

Dalam beberapa kasus, reaksi alergi makanan bisa parah atau mengancam jiwa atau yang dikenal sebagai anafilaksis. Sebaliknya, gejala intoleransi makanan adalah umumnya kurang serius dan biasanya hanya masalah pencernaan. Itulah beda intoleransi dan alergi yang bisa Anda kenali, dan selanjutnya ketahui juga apa saja yang menjadi penyebab intoleransi dan alergi makanan.

Rangkuman Informasi Intoleransi dan Alergi Makanan

Berikut rangkuman perbedaan antara intoleransi makanan dan alergi makanan.

Intoleransi makanan:

  • Biasanya datang secara bertahap
  • Mungkin hanya terjadi ketika makan makanan yang banyak
  • Mungkin hanya terjadi jika makan makanan tertentu dengan frekuensi yang sering
  • Tidak mengancam jiwa

Alergi makanan:

  • Biasanya datang tiba-tiba
  • Mengonsumsi sedikit makanan tertentu dapat memicu
  • Terjadi setelah makan makanan tertentu
  • Dapat mengancam jiwa

Penyebab Intoleransi

Berikut ini sejumlah penyebab intoleransi makanan, di antaranya:

  • Tidak adanya enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Contoh umumnya adalah intoleransi laktosa.
  • Sindrom iritasi usus. Kondisi kronis ini dapat menyebabkan beberapa gejala termasuk kram, sembelit, dan diare.
  • Sensitif terhadap aditif makanan. Contohnya, sulfit yang digunakan untuk mengawetkan buah kering, makanan kalengan dan wine dapat memicu asma pada orang yang sensitif.
  • Stres kambuhan atau faktor psikologis. Kadang-kadang hanya memikirkan makanan juga bisa membuat orang sakit. Tetapi alasannya tidak dipahami sepenuhnya.
  • Penyakit celiac. Celiac adalah kondisi yang memiliki beberapa ciri alergi makanan karena terkait sistem kekebalan tubuh. Gejala biasanya mengalami masalah pencernaan dan yang tidak berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti nyeri sendi dan sakit kepala. Namun, penderita celiac tidak berisiko mengalami anafilaksis. Kondisi pencernaan kronis ini disebabkan makan gluten, protein yang dalam gandum dan biji-bijian.

Penyebab Alergi Makanan

Alergi makanan tidak hanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melawan protein dalam makanan tertentu. Berikut beberapa hal lainnya yang menyebabkan alergi makanan:

1. Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan melindungi tubuh dengan memproduksi protein khusus yang disebut antibodi. Antibodi mengidentifikasi ancaman bagi tubuh, seperti bakteri dan virus. Antibodi yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE) secara keliru menyerang protein tertentu yang ditemukan dalam makanan sebagai ancaman. IgE menyebabkan tubuh melepaskan zat kimia, yang disebut histamin.

2. Alergi Makanan yang Dimediasi Non-IgE

Alergi makanan dimediasi non-IgE atau bukan akibat makanan ini disebabkan oleh berbagai sel dalam sistem kekebalan tubuh. Jenis reaksi alergi ini biasanya terjadi pada kulit dan sistem pencernaan, yang menyebabkan gejala seperti mulas, gangguan pencernaan dan eksim.

Pada bayi, alergi makanan yang dimediasi non-IgE juga dapat menyebabkan diare dan refluks, di mana asam lambung bocor ke tenggorokan.

3. Makanan

Makanan yang paling umum menjadi penyebab alergi pada anak-anak adalah:

  • Telur
  • Susu – jika anak alergi susu sapi, mungkin juga alergi pada semua jenis susu.
  • Kedelai
  • Gandum
  • Kacang-kacangan

Sementara makanan yang paling umum menyebabkan reaksi alergi pada orang dewasa adalah:

  • Kacang-kacangan, termasuk kacang pohon – seperti kacang kenari, almond dan pistachio
  • Ikan
  • Kerang – seperti kepiting, lobster, dan udang

Tetapi, semua jenis makanan memiliki potensi penyebab alergi. Beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap makanan berikut:

  • Seledri- sayuran ini terkadang dapat menyebabkan syok anafilaksis
  • Gluten – sejenis protein yang ditemukan dalam sereal
  • Murtard atau mustar – bumbu khas Eropa
  • Biji wijen
  • Buah dan sayuran – biasanya hanya menyebabkan gejala yang terjadi pada mulut, bibir dan tenggorokan (sindrom alergi oral)
  • Kacang pinus
  • Daging – beberapa orang alergi satu jenis daging saja, sementara yang lain alergi sejumlah daging, yang menimbulkan gejala iritasi kulit.

Persamaan Gejala Intoleransi dan Alergi Makanan

Intoleransi makanan dan alergi makanan sama-sama dapat menyebabkan kondisi berikut:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Diare
  • Muntah

Gejala Intoleransi Makanan

Ketika makanan mengganggu saluran pencernaan atau tubuh tidak dapat mencerna makanan tertentu dengan benar, hal itu disebut intoleransi makanan. Berikut ini beberapa gejala intoleransi makanan:

  • Kram perut, atau kembung
  • Mulas
  • Sakit kepala
  • Gugup

Gejala Alergi Makanan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi dan menyerang zat berbahaya yang terkandung pada makanan. Hal ini dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Gejala alergi makanan termasuk:

  • Ruam, gatal-gatal, atau biduran
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Penurunan tekanan darah mendadak
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas – kondisi ini mengancam jiwa. Segera hubungi 119 atau segera bawa ke unit gawat darurat.
Nah, itu dia yang menjadi pembeda intoleransi dan alergi makanan dari berbagai gejala yang ditimbulkan.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim

Sumber:
  1. James. 2019. Food allergy vs. food intolerance: What’s the difference?. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/expert-answers/food-allergy/faq-20058538. (Diakses 16 Desember 2019)
  2. Brazier, Yvette. 2017. What is a food intolerance?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263965.php#symptoms. (Diakses 16 Desember 2019)
  3. Food intolerance. https://www.nhs.uk/conditions/food-intolerance/. (Diakses 16 Desember 2019)
  4. Food allergy. https://www.nhs.uk/conditions/food-allergy/. (Diakses 16 Desember 2019)