Terbit: 26 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Belakangan ini istilah heat stroke sedang ramai dibicarakan masyarakat. Hal ini terkait dengan suhu panas yang dialami oleh masyarakat di sebagian wilayah di Indonesia. Masalahnya adalah banyak orang yang masih kesulitan untuk membedakan heat stroke dengan stroke. Sebenarnya, seperti apa sih perbedaan dari kedua hal ini?

Membedakan Heat Stroke dengan Stroke

Perbedaan Heat Stroke dengan Stroke

Pakar kesehatan menyebut stroke dan heat stroke sebagai masalah kesehatan yang sama-sama bisa menyebabkan masalah pada otak. Pemicunya juga sama, yakni terganggunya sirkulasi darah yang menuju ke kepala. Hanya saja, kedua masalah kesehatan ini memiliki perbedaan, khususnya dalam hal proses terjadinya serta dampak yang akan didapatkan.

Stroke seringkali terkait dengan hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Sementara itu, heat stroke terkait dengan suhu udara yang panas dan membuat tubuh gagal mengendalikan suhu internalnya.

Stroke disebabkan oleh otak yang tidak lagi mendapatkan nutrisi dan oksigen karena tidak adanya lagi darah yang mencapainya akibat penyumbatan atau pecah pada pembuluh darah. Sementara itu, heat stroke bisa dianggap sebagai kondisi yang membuat otak menjadi “kering”.

Heat stroke dipicu oleh suhu udara yang sangat panas. Tak hanya menyebabkan dehidrasi, tubuh juga kesulitan untuk mendinginkan diri. Hal ini membuat tubuh tidak lagi memiliki keseimbangan cairan dengan cukup. Hal ini juga mempengaruhi kondisi otak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Gejala paling umum dari heat stroke adalah tubuh yang sangat lelah, kesulitan untuk fokus, tak lagi bisa berkonsentrasi, hingga hiangnya kesadaran. Dalam banyak kasus, pengidap heat stroke bisa sampai mengalami kejang-kejang.

Sementara itu, dampak dari stroke berbeda. Karena tidak mendapatkan darah yang tinggi oksigen dan nutrisi yang sangat dibutuhkan sel-sel otak, maka sel-sel ini akan mati. Hal ini akan menyebabkan gejala seperti satu sisi tubuh yang tidak bisa digerakkan, mulut yang turun dan sulit digerakkan, hingga gangguan berbicara.

Heat stroke bisa dicegah dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak, masuk ke ruangan agar tidak lagi terpapar sinar matahari langsung, dan mendinginkan badan dengan menggunakan AC, kipas angin, atau membasahi tubuh dengan air. Sementara itu, stroke bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup lebih sehat seperti menjaga pola makan, rajin berolahraga, menurunkan asupan garam, dan tidak lagi merokok.

Mencegah Heat Stroke Saat Udara Sangat Panas

Selain dengan memperbanyak minum air, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat mencegah heat stroke saat suhu udara sedang sangat panas seperti belakangan ini.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan.

  1. Cermat Memilih Pakaian

Jika kita beraktivitas di luar ruangan, lindungi tubuh dari paparan sinar matahari secara langsung dengan memakai pakaian panjang, topi, masker, dan lain-lain. Jika kita berada di dalam ruangan yang tidak memiliki pengatur suhu, gunakan pakaian yang lebih longgar dengan bahan yang cenderung tipis agar keringat lebih bisa cepat menguap.

  1. Gunakan Tabir Surya

Jika kita sedang berada di luar ruangan, gunakan tabir surya dengan SPF 50. Gunakan setiap dua jam sekali demi mencegah kulit terbakar atau efek buruk lain dari paparan sinar UV yang berbahaya.

  1. Gunakan Payung atau Berteduh

Jika beraktivitas di luar ruangan, cobalah untuk berteduh di bawah tenda, payung, pohon, atau tempat lain yang bisa membuat kita tidak mudah terkena sinar matahari secara langsung.

  1. Hindari aktivitas berlebihan di tengah hari

Cobalah untuk menghindari aktivitas berlebihan di tengah hari seperti olahraga atau aktivitas fisik lainnya. Lakukan di waktu pagi atau sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas.

 

Sumber:

  1. 2019. Kenali Beda Stroke dan Heat Stroke. cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191025172117-255-442918/kenali-beda-stroke-dan-heat-stroke. (Diakses pada 26 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi