10 Penyebab Puting Payudara Gatal (No. 7 Mengerikan)

puting-payudara-gatal-doktersehat

DokterSehat.Com – Puting payudara gatal bisa terjadi pada semua orang. Namun, pada beberapa kasus puting susu gatal lebih sering dialami oleh para wanita. Meski rasa gatal pada payudara membuat Anda ingin menggaruknya, Anda harus lebih berhati-hati, karena tindakan tersebut  berisiko merusak kulit di area payudara.

Penyebab Puting Payudara Gatal

Sebelum membahas mengenai penyebab puting gatal, perlu Anda ketahui bahwa puting susu gatal sendiri disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga jika Anda ingin mengatasinya maka Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi penyebab puting payudara gatal, di antaranya:

1. Eksim

Penyebab puting payudara gatal yang paling sering terjadi adalah eksim.

Penyakit ini ditandai dengan bersisik, gatal, kemerahan, hingga kulit terlihat kering. Pada kasus yang parah, eksim bisa menimbulkan luka dan jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat bisa memicu terjadinya infeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa eksim bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun pengaruh lingkungan, seperti bahan kimia pada produk perawatan kulit, atau gesekan pakaian.

Eksim sendiri bisa diatasi dengan salep kortikosteroid, salep antiradang, antibiotik, hingga pelembap. Namun, akan lebih baik jika konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencari obat yang sesuai dengan kondisi kulit.

2. Psoriasis

Seperti halnya eksim, psoriasis memiliki tampilan yang hampir sama yaitu kemerahan, kulit bersisik, dan sebagian besar terjadi di luar siku dan lutut. Selain itu, ruam juga bisa muncul di mana saja termasuk di puting payudara. Terapi hidrokortison disarankan untuk mengatasi puting payudara gatal atau bagian tubuh lainnya yang berhubungan dengan psoriasis.

3. Dermatitis atopik (eksim atopik)

Penyebab umum lainnya dari puting payudara gatal adalah dermatitis atopik. Kondisi ini biasa terjadi pada kulit kering yang disertai ruam. Penderitanya cenderung dialami pada mereka yang memiliki sejarah alergi.

4. Mastitis

Puting payudara gatal sering dialami oleh ibu yang sedang menyusui. Kondisi ini disebut juga mastitis, yaitu peradangan di jaringan payudara. Kondisi ini bisa terjadi akibat jaringan payudara terinfeksi bakteri atau penyumbatan saluran air susu.

Mastitis bisa membuat puting payudara gatal, bengkak, merah disertai nyeri atau sensasi perih saat menyusui. Jika tidak mendapatkan penanganan serius, penyakit kulit ini bisa timbul-tenggalam.

5. Kehamilan

Kehamilan membuat tubuh seorang wanita mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah meningkatnya aliran darah ke jaringan susu yang membuat payudara semakin membesar. Derasnya aliran darah pada payudara menyebabkan puting susu gatal, menjadi lebih sensitif dan muncul rasa nyeri.

Agar tidak mengganggu aliran darah di payudara, sebaiknya gunakan bra yang tidak terlalu ketat. Penggunaan petroleum jelly atau losion yang mengandung cocoa butter, lanolin, atau vitamin E disarankan pada pagi dan sore hari usai mandi.

6. Udara dingin

Penyebab puting gatal yang satu ini sering kali tidak disadari. Padahal, udara dingin dan kering bisa menyebabkan rasa gatal pada tubuh, tak terkecuali pada payudara. Jika hal ini disertai dengan munculnya keringat, maka rasa gatal yang terjadi bisa semakin parah.

Mandi atau berendam di air hangat dapat mengatasi rasa gatal yang Anda rasakan. Setelah itu, Anda bisa mencoba untuk mengoleskan krim pelembap atau lidah buaya guna mencegah kulit semakin kering.

7. Kanker payudara

Salah satu penyakit berbahaya yang umumnya terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Kadang, kanker payudara menyebabkan puting payudara gatal. Selain puting susu gatal, gejala lainnya adalah puting menjadi rata atau tertarik, benjolan di payudara, perubahan kulit puting, dan keluarnya cairan dari puting.

8. Infeksi jamur

Infeksi jamur dapat terjadi pada wanita menyusui atau mereka yang tidak segera mandi atau ganti pakaian ketika mengalami keringat berlebih. Gejala yang bisa muncul adalah puting payudara gatal, puting kering, kemerahan dan rasa nyeri.

Guna mengurangi puting susu gatal, Anda bisa menggunakan krim antijamur dan antibiotik sesuai resep dokter. Jaga selalu kulit payudara tetap kering agar infeksi jamur tidak terjadi kembali.

9. Menopause

Hormon estrogen dalam tubuh wanita mempunyai peran merangsang produksi kolagen untuk menjaga elastisitas kulit dan kelembapannya. Sementara saat memasuki masa menopause, tubuh seorang wanita tidak lagi memproduksi hormon estrogen. Itulah sebabnya kulit wanita yang sudah menopause lebih kering, tipis, dan mudah teriritasi, termasuk di bagian payudara.

10. Penyakit Paget

Puting payudara gatal yang terakhir dan sangat jarang terjadi adalah penyakit Paget. Penyakit ini adalah jenis penyakit kanker langka yang menyerang puting. Gejala awalnya menyerupai dermatitis atopik.

Nah, itulah beberapa penyebab puting payudara gatal yang harus Anda tahu.

Mengatasi Puting Payudara Gatal

Pada dasarnya, pengobatan puting susu gatal tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar dapat diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran

Pada kasus dermatitis atopik, dokter akan meresepkan pemakaian obat-obatan topikal kortikosteroid. Obat ini dapat mempercepat kesembuhan dan meredakan pembengkakan.

Obat seperti tacrolimus dan pimecrolimus, diketahui dapat membantu proses kesembuhan kulit dan mencegah dermatitis atopik meluas dengan cara mengubah kerja sistem kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi.

Sedangkan untuk mengatasi gejala mastitis, dokter umumnya menyarankan antibiotik. Gunakan pengobatan ini hingga tuntas agar tidak terkena infeksi kembali. Anda bisa mengenakan bra yang terbuat dari katun sehingga aliran udara pada payudara lancar, serta hindari pemakaian sabun dengan bahan keras. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi puting payudara gatal adalah dengan kompres dingin.

Sementara mengenai pengobatan penyakit Paget akan dilakukan melalui tindakan pembedahan, seperti mastektomi.