Terbit: 19 April 2021 | Diperbarui: 20 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Flek saat hamil adalah sesuatu yang umum terjadi, terutama jika hal ini terjadi selama trimester pertama. Akan tetapi karena pendarahan juga bisa pertanda sesuatu yang serius, penting untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya dan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan janin dalam keadaan sehat.

Flek saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Membedakan Antara Flek dan Pendarahan

Perbedaan antara flek dan pendarahan saat hamil biasanya tergantung pada warna darah dan jumlahnya. Dalam hal warna, flek sering kali berwarna kecokelatan atau merah muda (yang biasa terjadi terjadi di akhir menstruasi). Sementara terkait jumlah, flek hanya mengeluarkan darah yang sedikit.

Penyebab Flek saat Hamil

Pada dasarnya, terdapat banyak penyebab flek saat hamil muda. Berikut adalah berbagai penyebab yang sebaiknya Anda ketahui, di antaranya:

  • Iritasi pada serviks setelah hubungan seksual. Pendarahan ini tidak berbahaya sehingga Anda tidak perlu menghindari untuk melakukan aktivitas seksual bersama pasangan. Selain itu, Anda juga tidak perlu menghindari pemeriksaan panggul bahkan pada awal kehamilan.
  • Pendarahan implantasi. Saat plasenta ditanamkan di dinding rahim, flek coklat saat hamil muda dapat terjadi.
  • Cervical ectopy. Invasi sel di saluran serviks ini menyebabkan sedikit iritasi. Keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita yang pernah mengalami persalinan pervaginam dan telah menggunakan pil KB untuk waktu yang lama.
  • Infeksi pada serviks (servisitis). Keadaan ini bisa berupa infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, trikomoniasis, herpes genital, atau infeksi non seksual seperti vaginosis bakterial. Servisitis juga bisa disebabkan oleh iritasi dari diafragma atau alergi terhadap lateks pada kondom.
  • Kehamilan ektopik. Flek bisa terjadi akibat kehamilan ektopik, di mana embrio ditanamkan di tuba falopi. Ini adalah keadaan darurat medis.

Perlu diketahui juga, ketika flek muncul di akhir kehamilan (pada trimester kedua dan ketiga), sering kali penyebabnya tidak diketahui dan flek tidak menunjukkan adanya masalah. Keadaan yang dapat menyebabkan flek adalah plasenta previa, solusio plasenta, dan labor.

Flek yang Muncul pada Trimester Pertama

Sekitar 25 persen wanita hamil diperkirakan mengalami bercak selama 12 minggu pertama kehamilan. Sebuah studi mengungkapkan, flek paling sering terlihat pada minggu keenam dan ketujuh. Pada masa ini flek tidak selalu tanda keguguran atau sesuatu yang berbahaya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Flek selama trimester pertama dapat dikaitkan dengan:

  • Pendarahan implantasi.
  • Kehamilan ektopik.
  • Keguguran.
  • Penyebab yang tidak diketahui.

Flek yang Muncul pada Trimester Kedua

Perdarahan atau flek ringan selama trimester kedua dapat disebabkan oleh iritasi pada serviks, biasanya setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks. Keadaan ini biasa terjadi dan umumnya tidak membahayakan.

Polip serviks adalah kemungkinan penyebab perdarahan lain pada trimester kedua. Ini adalah pertumbuhan yang tidak berbahaya pada serviks. Anda mungkin mengalami flek dari area sekitar serviks karena peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan di sekitar serviks.

Jika Anda mengalami pendarahan vagina yang berat seperti periode menstruasi, segera beri tahu dokter. Pendarahan hebat pada trimester kedua mungkin merupakan tanda keadaan darurat medis, seperti:

  • Plasenta previa.
  • Persalinan prematur.
  • Keguguran.

Flek yang Muncul pada Trimester Ketiga

Pendarahan ringan atau flek selama akhir kehamilan dapat terjadi setelah berhubungan seks atau pemeriksaan serviks. Ini biasa terjadi dan biasanya tidak membahayakan. Keadaan ini bisa juga disebabkan karena ‘bloody show’ atau tanda bahwa persalinan akan dimulai.

Jika Anda mengalami pendarahan vagina yang berat selama akhir kehamilan, segera dapatkan bantuan medis. Hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Plasenta previa.
  • Solusio plasenta.
  • Vasa previa.

Perawatan darurat tepat waktu diperlukan untuk keselamatan Anda dan janin. Jika Anda mengalami flek saat hamil yang ringan, evaluasi dari dokter diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: 11 Komplikasi Persalinan yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Tanda-Tanda Keguguran

Berikut adalah berbagai tanda dan gejala keguguran berdasarkan berdasarkan usia janin, di antaranya:

Trimester Pertama

Kebanyakan keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami flek atau pendarahan pada vagina yang tidak berhenti setelah beberapa jam

Anda mungkin juga mengalami nyeri atau kram di punggung bawah atau perut, serta keluarnya lendir dari vagina bersama dengan gejala berikut:

  • Penurunan berat badan.
  • Kontraksi.
  • Penurunan gejala kehamilan secara tiba-tiba.

Jika ada komplikasi, Anda mungkin memerlukan prosedur yang disebut dilatasi dan kuret untuk menghentikan pendarahan dan mencegah infeksi. Penting juga untuk merawat diri sendiri secara emosional selama waktu ini.

Trimester Kedua dan Ketiga

Gejala keguguran akhir kehamilan (setelah 13 minggu) meliputi:

  • Tidak merasakan gerakan janin.
  • Terjadi perdarahan vagina.
  • Kram punggung atau perut.
  • Cairan atau jaringan yang tidak dapat dijelaskan keluar dari vagina.

Beri tahu dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas. Jika janin sudah tidak hidup lagi, Anda mungkin akan diberikan obat untuk membantu melahirkan janin dan plasenta melalui vagina. Selain itu, dokter  mungkin memutuskan untuk mengangkat janin melalui pembedahan menggunakan prosedur yang disebut dilation dan evacuation (D dan E).

Flek saat Hamil Muda, Perlukah Anda Khawatir?

Kekhawatiran tentang perdarahan selama kehamilan benar-benar normal, tetapi ingatlah bahwa flek ringan sangat bervariasi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Beberapa wanita ada yang mengalami flek selama kehamilan, sementara yang lain yang berlangsung beberapa minggu.

Namun, pendarahan hebat yang membasahi pembalut selalu memerlukan perawatan dokter, terutama jika disertai dengan kram atau nyeri di perut bagian bawah. Akan tetapi, hal tersebut bukan pertanda bahwa Anda mengalami keguguran. Pada beberapa kasus, beberapa wanita mengalami pendarahan karena alasan yang tidak diketahui dan tetap melahirkan bayi yang sehat.

 

  1. Chertoff, Jane. 2018. What Causes Spotting in Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/spotting-in-pregnancy. (Diakses pada 19 April 2021).
  2. Geddes, Jennifer Kelly. 2021. Spotting or Bleeding During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/vaginal-spotting.aspx. (Diakses pada 19 April 2021).
  3. Danielsson, Krissi. 2019. Spotting During Early Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/spotting-during-pregnancy-questions-and-answers-2371271. (Diakses pada 19 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi