Terbit: 19 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayi kecil bernama Dila Putri yang baru berusia 3 bulan ini harus menderita karena ibu yang melahirkannya tidak lagi peduli dengan dirinya. Ia kini dirawat oleh nenek buyutnya, Sumilah dan tidak pernah mendapatkan ASI yang sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhannya.

Setelah Melahirkan, Ibu Ini Tak Lagi Peduli dengan Bayinya

Sumilah yang berasal dari keluarga miskin mengaku kesulitan memberikan asupan makanan dan minuman bergizi bagi sang bayi. Kini, Dila bahkan hanya mendapatkan teh yang diberikan dalam botol dot. Sumilah mengaku tidak mampu membeli susu formula dan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ibu Dila yang merupakan cucunya sendiri, SUprihatin.

Anak Sumilah yang merupakan nenek Dila, Warni, menyebutkan bahwa Suprihatin memang tidak menginginkan bayinya bahkan sejak di dalam kandungan. Menurut Warni, kehidupan Suprihatin yang dekat dengan dunia malam membuatnya mendapatkan kehamilan meski tidak memiliki suami. Sayangnya, hal ini membuat warga sekitar Parangtritis, Bantul, Yogyakarta ini mengusir keluarganya.

Kini, Sumilah, Warni, dan suaminya, Wagiyo tinggal di kawasan Imogiri, Bantul. Mereka pun tetap bertekad membesarkan sang bayi meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Warni menyebutkan bahwa Suprihatin menganggap Dila sebagai aib sehingga tidak mau merawatnya. Berbagai kombinasi kondisi ini membuatnya kini mengalami masalah kurang gizi. Sumilah dan Warni pun berharap bantuan dari orang-orang yang peduli dengan nasib cucunya agar Dila bisa tumbuh menjadi anak yang sehat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

ASI memang makanan terbaik bagi bayi, namun, jika ibu tidak bisa memberikan ASI karena berbagai alasan, bayi bisa diberi susu formula yang juga kaya akan kandungan bergizi. Hanya saja, ada baiknya bayi tidak diberi teh karena minuman ini bisa memicu gangguan proses penyerapan kalsium yang tentu berimbas buruk bagi perkembangan otak, otot, sistem saraf, dan pertumbuhan tulang anak.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi