DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang paling disukai oleh anak-anak adalah cokelat. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut bayi dengan usia kurang dari dua tahun sebaiknya tidak diberi cokelat. Apa sebenarnya alasan dari larangan ini?

cokelat-bayi-doktersehat

Larangan Makan Cokelat pada Bayi

Dikutip dari Livestrong, pakar kesehatan Lowri Turner menyarankan bayi dengan usia kurang dari 18 bulan untuk tidak diberi cokelat, khususnya cokelat susu dan cokelat hitam. Meskipun rasanya enak dan kebanyakan bayi akan menyukainya, hal ini ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.

“Sebenarnya, asalkan anak tetap aktif, konsumsi gula dalam jumlah sedikit tidak akan memberikan dampak buruk, namun jika sampai mereka diberi cokelat, asupan gula bisa berlebihan dan bisa membahayakan gigi mereka. Mereka juga cenderung lebih aktif,” ucap Lowri.

Sebagai informasi, gula di dalam cokelat bisa menyebabkan kerusakan pada bagian email gigi bayi. Selain itu, di dalam cokelat sebenarnya ada kandungan kafein yang bisa membuat mereka menjadi lebih agresif atau mengalami masalah susah tidur.

Jika memang ingin memberikan cokelat pada bayi, sebaiknya memberikannya saat usianya sudah melewati satu tahun. Selain itu, cokelat yang diberikan adalah cokelat putih yang memiilki kandungan kafein lebih sedikit dibandingkan dengan cokelat hitam atau cokelat susu. Meskipun begitu, karena bayi masih belum benar-benar memiliki pencernaan yang sempurna, bisa jadi perut mereka masih kesulitan untuk mencerna cokelat.

Pakar kesehatan sebenarnya juga tidak menyarankan cokelat sebagai bagian dari makanan padat yang diberikan pada bayi yang sudah berusia lebih dari enam bulan. Jika sampai mereka kemudian suka dengan cokelat, bisa jadi akan membuat mereka lebih tertarik mengonsumsi makanan manis yang tentu akan meningkatkan risiko obesitas.

Penelitian yang dilakukan oleh USDA’s Nutrition Assistance Program menghasilkan fakta bahwa ada sebagian bayi yang mengalami masalah alergi pada cokelat. Gejala dari alergi ini adalah diare yang bisa membahayakan kondisi kesehatannya.

Makanan Lain yang Sebaiknya Tidak Diberikan pada Bayi

Selain cokelat, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak memberikan makanan pada bayi dengan sembarangan.

Berikut adalah makanan-makanan yang sebaiknya tidak kita berikan tersebut.

  1. Keripik atau Sejenis Kue Kering

Keripik serta kue kering memang sangat nikmat untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk dikonsumsi anak kecil. Masalahnya adalah hal ini bisa membuat mereka justru tidak mau mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, keripik atau kue kering biasanya tinggi kandungan garam. Padahal, anak kecil dan bayi harus dibatasi asupan garamnya.

Sebagai contoh, bayi dengan usia kurang dari 12 bulan sebaiknya hanya diberi garam kurang dari 1 gram. Hal ini disebabkan oleh ginjal mereka yang masih berkembang dan belum benar-benar bisa melakukan fungsinya sebagaimana ginjal orang dewasa. Sementara itu, balita sebaiknya dibatasi asupan garamnya maksimal 2 gram saja setiap hari.

  1. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji seperti kentang goreng, burger, pizza, hingga ayam goreng tepung memang sangat nikmat untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk bayi atau balita. Masalahnya adalah kadar garam dan lemak jahat di dalam makanan ini sangatlah tinggi dan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan mereka.

  1. Permen

Permen tingi kandungan gula yang bisa membuat gigi bayi atau balita rusak dan membuat mereka rentan mengalami obesitas.

  1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda tinggi kandungan gula dan kafein yang bisa membuat bayi mengalami obesitas atau menjadi lebih aktif dan sulit untuk tidur.

  1. Jus Buah Kemasan

Jus buah yang dibuat sendiri masih diperbolehkan untuk bayi atau balita, namun jus buah kemasan yang biasanya tinggi gula dan rendah nutrisi buah asli sangat tidak disarankan karena tinggi kandungan gula.

 

Sumber:

  1. Mitchell, Peter. 2017. Should Babies Have Chocolate?. livestrong.com/article/544881-can-babies-under-a-year-have-chocolate/. (Diakses pada 29 Oktober 2019).