Bayi Tabung: Program, Proses Pembuatan, dan Biaya yang Dibutuhkan

program-proses-dan-biaya-bayi-tabung-doktersehat
Photo Source: Americanpregnancy.org

DokterSehat.Com – Tidak sedikit pasangan yang pada akhirnya menjalani program bayi tabung demi mendapatkan buah hati yang dinanti. Pasangan tersebut terpaksa menempuh cara ini setelah melakukan berbagai cara agar bisa hamil. Hal ini dikarenakan beberapa cara yang sudah ditempuh tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

Program bayi tabung pun menjadi harapan terakhir bagi pasangan yang sangat mendambakan anak. Pasalnya, beberapa testimoni positif yang terdengar seringkali membuahkan hasil. Hal inilah yang membuat program bayi tabung semakin banyak diminati pasangan yang belum juga dikaruniai anak.

Apakah Anda juga termasuk pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung? Kalau iya, simaklah dengan seksama penjelasan ini sampai tuntas.

Apa itu program bayi tabung?

Mungkin Anda masih bingung apa sih yang dimaksud dengan bayi tabung.

Bayi tabung adalah proses pembuahan di luar rahim yaitu dengan mengekstrak sel telur dan mengambil sampel sperma kemudian secara manual sel telur dan sperma tersebut dibuahkan di atas sebuah piring laboratorium.

Apabila pembuahan tersebut berhasil maka akan berkembang menjadi sebuah embrio. Embrio inilah yang kemudian ditransfer ke dalam rahim atau uterus. Embrio tersebut terus berkembang di dalam rahim lalu menjadi janin yang terus berkembang hingga menunggu sampai kelahiran bayi.

Kenapa melakukan program bayi tabung?

Program bayi tabung dilakukan bukan tanpa sebab. Beberapa pasangan yang memiliki masalah dan kondisi medis tertentu terkait sistem reproduksi yang merupakan sebab-sebab dilakukannya program bayi tabung tersebut.

Berikut ini adalah penyebab dilakukannya program bayi tabung:

  • Adanya masalah pada tuba fallopi
  • Gangguan ovulasi
  • Ovarium yang bermasalah
  • Endometriosis
  • Adanya tumor jinak di dinding rahim (fibroid)
  • Sterilisasi atau penghilangan tuba sebelumnya
  • Gangguan produksi atau fungsi sperma
  • Gangguan genetik
  • Gangguan kesuburan pasca kemoterapi

Baca juga: Pengguna Program Bayi Tabung di Indonesia Meningkat

Apa efek samping program bayi tabung?

Program bayi tabung memang memiliki efek samping. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping tersebut bukanlah hal yang sangat mencemaskan. Inilah beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah menjalali program bayi tabung:

  • Kram ringan
  • Kembung ringan
  • Sembelit
  • Kelembutan payudara
  • Sakit kepala
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit perut

Bagaimana dengan risiko bayi tabung?

Selain efek samping, program bayi tabung juga memiliki risiko tersendiri. Berikut ini adalah risiko bayi tabung:

Kelahiran ganda

Program bayi tabung meningkatkan risiko kelahiran kembar jika lebih dari satu embrio ditanam di rahim Anda. Kehamilan dengan beberapa janin membawa risiko lebih tinggi dari persalinan dini dan berat lahir rendah daripada kehamilan dengan janin tunggal.

Persalinan prematur dan berat lahir rendah

Penelitian menunjukkan bahwa program bayi tabung meningkatkan risiko bahwa kelahiran bayi secara prematur. Dan kelahiran prematur biasanya diiringi dengan berat bayi lahir rendah (bblr).

Keguguran

Wanita yang hamil setelah melakukan program bayi tabung memiliki risiko keguguran yang tinggi. Faktor keguguran ini semakin meningkat seiring meningkatnya usia wanita tersebut. Namun, dengan menggunakan embrio beku, risiko keguguran bisa menjadi lebih rendah.

Komplikasi masalah saat pengambilan telur

Prosedur penggunaan jarum aspirasi pada saat pengambilan telur bisa menyebabkan beberapa masalah seperti pendarahan, infeksi, kerusakan pada usus, kandung kemih, pembuluh darah, dan masalah lainnya.

Kehamilan ektopik

Sekitar 2-5% wanita yang menempuh program bayi tabung akan mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan kondisi dimana sel telur yang dibuahi berada di luar rahim. Telur yang dibuahi dengan kondisi seperti ini membahayakan keselamatan ibu sehingga kehamilan ektopik ini harus dihentikan segera.

Stres

Program bayi tabung membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga seringkali membuat banyak pasangan merasa tertekan untuk mennyiapakan segala biaya yang diperlukan. Selain itu, sang calon ibu akan dihantui berbagai kecemasan dan ketakutan akan keberhasilannya dan juga berbagai efek dan risiko yang akan ditanggung.

Seberapa besar kemungkinan program bayi tabung berhasil?

Tingkat keberhasilan dari program bayi tabung tidak sama pada setiap wanita. Berhasil atau tidaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya usia ibu, penyebab infertilitas, riwayat reproduksi, dan faktor gaya hidup.

Apabila Anda seorang wanita yang masih berusia di bawah 35 tahun, memiliki penyebab infertilitas yang tidak terlalu serius, pernah hamil walau hanya sekali, dan memiliki gaya hidup yang baik maka tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Baca juga: Tips Ini Penting Agar Program Bayi Tabung Berhasil

Proses Bayi Tabung

Program bayi tabung menuntut Anda untuk melakukan serangkaian proses. Penting bagi Anda untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses bayi tabung terlebih dahulu. Inilah serangkaian proses bayi tabung yang harus ditempuh:

Langkah 1: Ingat hari pertama siklus haid

Mengingat hari pertama Anda haid karena hari itulah yang menjadi awal dimulainya siklus proses bayi tabung. Setiap orang pastinya memiliki perbedaan

Langkah 2: Merangsang indung telur

Fase stimulasi dimulai dari hari ke-1 Anda haid. Secara alami pada siklus bulanan, ovarium Anda biasanya menghasilkan 1 telur. Pada waktu melakukan proses bayi tabung, 1 sel telur tidaklah cukup sehingga Anda harus meminum obat selama 1-2 minggu untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur matang lebih banyak lagi.

Langkah 3: Pengambilan sel telur

Setelah sel telur banyak dilepas dari indung telur, langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur. Proses bayi tabung pada tahap ini Anda akan dibuat tertidur selama kira-kira setengah jam.

Dokter Anda akan mengambil sel telur tersebut dengan menggunakan teknologi ultrasound terbaru. Dia akan memasukkan jarum ke setiap ovarium untuk mengambilnya. Jumlah rata-rata telur yang dikumpulkan adalah 8-15.

Anda akan sadar kembali setelah 30 menit ke depan setelah pengambilan sel telur. Sebaiknya Anda didampingi oleh anggota keluarga atau teman karena setelah proses bayi tabung yang satu ini, Anda tidak akan bisa mengemudi kendaraan sendiri.

Langkah 4: Pengumpulan sperma

Berikutnya adalah giliran pengumpulan sperma. Setelah sperma terkumpul, sperma akan dicuci dalam campuran khusus. Sperma yang sempurna dan sehat tidak terlalu gemuk atau tipis, dengan ekor yang tidak terlalu panjang atau pendek. Sperma terbaik akan dipilih dan akan segera dipertemukan dengan sel telur.

Langkah 5: Pembuahan

Penting sekali bagi sel telur untuk segera dibuahi dengan cepat. Sel-sel telur dan beberapa sperma ditempatkan di sebuah piring kecil. Sel-sel telur dan sperma tersebut akan saling bertemu sebagaimana pembuahan di dalam tubuh. 

Langkah 6: Perkembangan embrio

Setelah sperma berhasil membuahi sel telur maka embrio akan terbentuk. Embrio akan ditempatkan di dalam inkubator khusus dimana memiliki kondisi yang sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Embrio tersebut akan diawasi selama 5-6 hari.

Langkah 7: Pemindahan embrio

Setelah embrio Anda berkembang di laboratorium, embrio tersebu siap untuk ditransfer ke rahim Anda. Anda harus minum air sebelum transfer yang bertujuan agar kandung kemih penuh. Dengan menggunakan teknologi ultrasound lapisan rahim akan terlihat dengan baik untuk pemindahan embrio.

Transfer embrio adalah proses yang sangat sederhana, seperti pap smear. Dibutuhkan sekitar 5 menit, Anda akan melakukan proses bayi tabung ini secara sadar tanpa pembiusan. Anda dapat melanjutkan hari Anda seperti biasa. Jangan khawatir karena embrio tidak akan jatuh jika Anda berdiri atau pergi ke toilet.

Langkah 8: Tes darah

Dua minggu setelah embrio Anda dipindahkan ke dalam rahim, Anda akan menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Pada umumnya, adanya hormon HCG dalam aliran darah Anda mengartikan kehamilan positif. Anda dan pasangan pasti cukup gelisah menanti hasilnya. Semoga berhasil.

Biaya Bayi Tabung

Anda pasti sangat penasaran dengan berapakah biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani program bayi tabung. Biaya bayi tabung memiliki kisaran Rp20.000.000 – Rp80.000.000,-.

Besarnya biaya bayi tabung tidak sama persis antara satu orang dengan orang lainnya. Biaya bayi tabung ini dipengaruhi oleh banyak variabel tertentu. Variabel yang sangat menentukan biaya bayi tabung adalah tipe program bayi tabung dan rumah sakit pilihan. Tipe program bayi tabung natural adalah tipe yang membutuhkan biaya paling sedikit.