Terbit: 1 Mei 2018 | Diperbarui: 2 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebagai orang tua baru, menghadapi anak yang susah tidur tentu sangat menguras tenaga. Belum lagi orang tua akan stres karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anak sehingga membuatnya susah tidur dan rewel.

Bayi Susah Tidur? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Photo Credit: Flickr/ Markus Reinhardt

Penyebab bayi susah tidur

Ada beberapa penyebab bayi susah tidur. Beberapa di antaranya adalah lapar, kelelahan, tumbuh gigi atau merasa tidak nyaman dengan cuaca atau suhu kamar. Namun hal ini dapat diatasi dengan menyusui bayi, mengganti baju dan menyesuaikan suhu kamar. Apabila cara tersebut tidak dapat membuat bayi berhenti menangis, maka gangguan tidur bayi mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan bayi, di antaranya:

1. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan bayi susah tidur. Kondisi ini sebenarnya merupakan perlawanan tubuh terhadap kuman. Biasanya bayi mengalami hidung tersumbat ketika bayi mengalami infeksi, batuk atau flu.

2. Refluks atau gumoh

Refluks atau gumoh ditandai dengan si kecil mengeluarkan kembali cairan susu dari mulutnya. Kondisi ini sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang perlu diwaspadai. Namun jika bayi gumoh lebih dari 2 sendok dan menyebabkan bayi menolak makan, maka Anda perlu memeriksakan si kecil ke dokter.

3. Tumbuh gigi

Ketika tumbuh gigi, bayi akan merasa gatal dan tidak nyaman. Tumbuh gigi ini akan diiringi tanda gusi merah, bengkak, sulit tidur dan rewel. Jika si kecil sedang tumbuh gigi, maka Anda bisa memberinya mainan teething, mengusap gusi bayi dengan jari atau kain bersih, memberinya camilan sehat dan minuman dingin.

4. Sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi gangguan tidur yang serius. Kondisi ini menyebabkan bayi sulit bernapas saat tidur. Setiap bayi memiliki risiko mengalami sleep apnea, namun umumnya risiko ini lebih banyak dialami oleh bayi prematur.

5. Infeksi telinga

Infeksi telinga oleh bakteri atau virus dapat menyebabkan pe numpukan cairan di bagian belakang gendang telinga yang terkena infeksi. Beberapa tanda jika bayi mengalami infeksi telinga antara lain mengalami demam, pilek, atau infeksi sinus pada bayi.

Jika bayi mengalami susah tidur diiringi gejala penyakit di atas, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan si kecil ke dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi