Terbit: 25 Agustus 2020 | Diperbarui: 4 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bayi sering kentut biasanya disebabkan karena sistem pencernaannya yang belum sempurna atau menelan udara saat menyusu. Pada beberapa kasus, bayi yang banyak mengeluarkan gas juga dapat dipengaruhi oleh pola makan ibu atau jenis susu formula tertentu. Simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Bayi Sering Kentut: 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Sering Kentut

Walaupun buang gas adalah sesuatu yang umum dan bisa menyerang anak-anak pada usia berapa pun, kondisi ini bisa mengganggu bayi yang baru lahir atau bayi yang berusia antara satu hingga empat bulan. Pada usia tersebut kondisi usus bayi belum berkembang dengan sempurna.

Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan bayi sering kentut, di antaranya:

1. Menelan Udara

Bayi dapat menelan udara jika posisi mulutnya tidak tepat menempel pada payudara atau jika menyusu dari botol dengan posisi yang tidak tepat. Bahkan, bayi juga bisa menelan udara lebih banyak karena banyak mengoceh.

2. Menangis Berlebihan

Bayi sering kentut ternyata juga bisa disebabkan oleh tangisan. Bayi cenderung menelan udara saat menangis. Jika kondisi ini menyebabkan perutnya kembung, Anda mungkin mendengar bayi buang gas setelah menangis.

Meski pada beberapa kasus sulit untuk mengetahui apakah gas menyebabkan tangis atau tangisan yang menyebabkan kembung, langkah terpenting yang bisa dilakukan adalah segera memenuhi kebutuhan bayi yang menangis dan menenangkannya.

3. Masalah Pencernaan

Bayi bisa buang gas saat mengalami sembelit. Sementara pada kasus yang jarang terjadi, keluarnya gas mungkin menandakan masalah asam lambung. Segera konsultasi dengan dokter anak, terutama jika kentut terjadi secara berlebihan dan membuat anak rewel. Terkadang, virus juga menyebabkan masalah perut seperti gas, muntah, dan diare.

4. Sistem Pencernaan yang Belum Matang

Sistem pencernaan bayi sedang belajar bagaimana mencerna makanan, kondisi tersebut membuatnya lebih banyak mengeluarkan gas daripada orang dewasa. Pada dasarnya, bayi menjadi lebih rentan mengalami masalah pencernaan karena sistem pencernaannya masih dalam tahap perkembangan.

5. Konsumsi Makanan Baru

Bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat dan mencoba mengonsumsi makanan baru, hal itu bisa menyebabkan bayi sering kentut. Pada beberapa bayi, sering buang gas mungkin merupakan salah satu tanda kepekaan terhadap makanan tertentu.

6. Susu Formula dengan Gelembung Udara

Jika Anda memberikan susu formula pada anak, pastikan untuk mendiamkannya beberapa menit setelah menuangkan air hangat dan mengocoknya. Semakin banyak Anda mengocoknya, semakin banyak gelembung udara yang masuk ke dalam susu, kondisi yang bisa menyebabkan bayi mengeluarkan banyak gas.

7. Makan Berlebihan

Makan berlebihan dapat menyebabkan masalah jika perut bayi tidak dapat mengatasi terlalu banyak makanan sekaligus. Selain itu, makan atau minum terlalu cepat dapat menghasilkan kelebihan laktosa dan peningkatan gas usus dari pemecahan laktosa yang berlebihan.

Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut

Munculnya gas pada sistem pencernaan bayi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun jika kondisi ini terjadi berulang kali dan membuat bayi tidak nyaman, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan kondisi, di antaranya:

1. Membuatnya Bersendawa

Banyak ketidaknyamanan pada bayi yang baru lahir disebabkan karena menelan udara selama menyusui. Selain bersendawa setelah menyusu, cobalah menepuk punggung bayi dengan lembut saat sedang menyusu untuk menghilangkan udara yang tertelan sebelum masuk ke usus bayi.

Salah satu tanda bayi membutuhkan sendawa saat makan adalah berpaling atau rewel beberapa menit setelah menyusu.

2. Mengatur Posisi saat Menyusu

Cobalah memberi makan bayi dengan posisi yang lebih tegak untuk mengurangi udara yang ditelannya. Jika Anda memberikan ASI, pastikan posisi mulut bayi melekat dengan benar dan pastikan puting susu selalu penuh dengan ASI.

Jika asupan makanan berasal dari susu formula, hindari untuk mengocok botol terlalu banyak karena dapat menambah gelembung udara pada susu.

3. Beri Makan Bayi Sebelum Menangis

Menangis, tentu saja adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi, terutama pada bayi yang sangat muda. Semakin banyak bayi menangis, semakin banyak udara yang ditelan. Oleh karena itu, pelajari petunjuk awal lapar pada bayi untuk mencegahnya menangis.

4. Mencoba Posisi Colic Carry

Posisi ini dilakukan dengan membaringkan bayi tengkurap di atas lutut atau pegang bayi di bawah perutnya dengan lengan bawah Anda, kemudian pijat punggungnya dengan lembut. Tekanan lembut pada perutnya dapat membantu meredakan tekanan dari gas.

5. Mencoba Posisi Baby Bicycles

Seperti namanya, posisi ini dilakukan dengan membaringkan bayi kemudian dengan lembut mengayuh kakinya dengan gerakan bersepeda menuju perutnya. Cara ini dilakukan untuk membantu mendorong udara yang terperangkap.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan dengan mendorong lembut lutut bayi hingga ke perutnya dan tahan selama 10 detik, kemudian luruskan kakinya dan ulangi beberapa kali.

6. Mencoba Posisi Tummy Time

Posisi ini menempatkan perut bayi menyentuh permukaan dan membiarkannya bergerak. Tummy time memperkuat otot tubuh bagian atas dan mendorong mereka untuk mengangkat kepalanya. Posisi ini dapat membebaskan gas yang terperangkap, sekaligus membantu meningkatkan perkembangan otot yang sehat.

7. Pijatan Lembut

Cara mengatasi bayi sering kentut yang mudah dilakukan adalah dengan memijatnya. Mulailah dengan perut lalu usap lembut ke seluruh tubuh seperti bahu, punggung, hingga kaki. Cara ini dapat membuatnya rileks untuk membuang gas.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Sering kali, kembung pada bayi adalah sesuatu yang normal dan dapat diobati. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menjadi tanda pertama dari masalah pencernaan yang lebih serius. Hubungi dokter segera jika bayi sering kentut dibarengi dengan:

  • Tidak buang air besar, tinja berdarah, atau muntah.
  • Sangat rewel. Jika Anda tidak bisa membuatnya tenang, dokter mungkin perlu memeriksa adanya masalah lain.
  • Jika si Kecil memiliki suhu rektal 38 derajat Celcius atau lebih tinggi. Sementara jika usianya di bawah 3 bulan, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

  1. Anonim. 2013. Gas Pain in Infants and Newborns. https://www.tummycalm.com/infant-gas.html. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  2. Bellefonds, Colleen de. 2020. Have a Gassy Baby? What to Know About Infant Gas Symptoms, Remedies and Causes. https://www.whattoexpect.com/first-year/care/gassy-baby/. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  3. Brown, Tracy. Infant Gas: How to Prevent and Treat It. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infant-gas#1. (Diakses pada 25 Agustus 2020).
  4. Villines, Zawn. 2019. Causes and how to relieve gas in a baby. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725. (Diakses pada 25 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi