Sungsang, Raditya Dika Lakukan Ini ke Istrinya agar Posisi Bayi Normal

raditya-dika-doktersehat
Photo Source: webtvasia.id

DokterSehat.Com– Istri Raditya Dika, Anissa Aziza mengaku sempat stres akibat posisi bayi di dalam kandungannya yang ternyata sungsang. Beruntung, posisi sang bayi kemudian berubah lagi menjadi normal setelah Dika sering mengajak sang janin mengobrol. Sebenarnya, bagaimana bisa hal ini bisa mengubah posisi bayi di dalam kandungan?

Manfaat berkomunikasi dengan bayi di dalam kandungan

Saat diwawancarai oleh sejumlah media, Dika mengaku sering memegang perut istrinya sambil mengajak berbicara buah hatinya.

“Ternyata saat istri hamil, kita harus sering komunikasi dengan bayi. Meskipun terlihat aneh karena kita seperti monolog, ternyata hal ini sangat berpengaruh. Bayi ternyata mau mendengarkan kita,” ucap Dika

Anissa mengaku sangat khawatir dengan posisi sang bayi yang sempat sungsang karena hal ini tentu akan membuatnya kesulitan untuk menjalani persalinan normal. Beruntung, posisi sang bayi kembali ke normal.

“Setelah tahu bayinya sungsang, kita sering mengajak ngobrol ke bayinya. Aku minta Dia agar posisinya kembali normal biar persalinannya lancar. Ternyata Dia mau berubah posisinya,” lanjut Dika.

Mengenal beberapa hal tentang bayi sungsang

Pakar kesehatan menyebut sekitar 3 atau 4 persen kehamilan bisa mengalami kondisi bayi sungsang. Kondisi ini membuat kepala bayi justru berada di bagian atas rahim dan kaki atau pantatnya justru berada di bagian bawah. Posisi ini terbalik karena normalnya kepala bayi berada di bawah atau dekat dengan jalan lahir agar bisa melahirkan dengan normal.

Dalam dunia kesehatan, terdapat tiga jenis posisi sungsang, yakni sungsang kaki, sungsang murni, serta sungsang sempurna. Satu hal yang pasti, kepala bayi tidak berada dekat dengan jalan lahir sehingga bisa mempersulit persalinan dengan normal.

Beberapa penyebab bayi sungsang

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan posisi bayi sungsang di dalam kandungan. Berikut adalah diantaranya:

  • Telah menjalani kehamilan untuk yang kesekian kali.
  • Mengalami kehamilan bayi kembar.
  • Pernah melahirkan bayi secara prematur.
  • Gangguan jumlah cairan ketuban, baik itu terlalu banyak atau terlalu sedikit. Hal ini membuat bayi mengalami ketidaknormalan pergerakan di dalam kandungan.
  • Gangguan bentuk rahim.
  • Kondisi medis yang disebut sebagai plasenta previa.

Biasanya, posisi bayi sungsang sudah bisa diketahui sebelum usia kehamilan mencapai 35 minggu. Setelah usia kehamilan ini, posisi bayi biasanya sudah tidak bisa lagi diubah. Karena alasan inilah ibu hamil diminta untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilannya demi mengecek banyak hal, termasuk posisi bayinya.

Bayi sungsang tidak bisa dilahirkan dengan normal?

Jika bayi dengan posisi sungsang dipaksakan untuk menjalani persalinan normal, bisa jadi hal ini akan membuatnya sulit keluar dari tubuh ibu. Jika sampai terjepit, maka bayi bisa kesulitan bernapas dan meninggal dunia. Karena alasan inilah seringkali bayi sungsang dilahirkan dengan menjalani operasi sesar.

Jika kondisi bayi sungsang sudah diketahui sejak awal, dokter biasanya akan meminta orang tua untuk berbicara dengan bayi di dalam kandungan. Komunikasi diharapkan bisa merangsang sang bayi untuk bergerak dan kembali ke posisi yang normal. Hanya saja, jika kondisi ini tidak berhasil, dokter biasa menjalankan beberapa cara lain untuk mengembalikan posisi bayi.

Dokter bisa meminta ibu untuk mulai melakukan beberapa gerakan tubuh tertentu seperti bersujud atau mengangkat pinggul dengan bantuan bantal. Selain itu, dokter bisa saja menjalankan metode external cephalic version atau ECV yang diharapkan bisa membalik posisi bayi. Hanya saja, dalam beberapa kasus, metode terakhir tidak disarankan jika kehamilan cukup berisiko.