Bayi ini Ternyata Mengandung Bayi Lainnya, Kok Bisa?

bayi-doktersehat

DokterSehat.Com– Sobat Sehat pernah mendengar kasus bayi yang sudah mengandung, belum? Meski terlihat aneh dan tidak mungkin, pakar kesehatan menyebut hal ini memang benar-benar bisa terjadi meskipun tentu saja kasusnya sangat langka. Belakangan ini, hal ini terjadi di India Utara.

Bayi ini baru saja lahir

Sang bayi dilahirkan oleh seorang ibu bernama Pooja Kumar dengan berat 2,7 Kg. Dengan berat badan yang sebenarnya cukup rendah ini, sang bayi ini ternyata memiliki bayi lain di dalam perutnya dengan berat 0,45 kg. Bayi ini ternyata adalah saudara kembarnya namun sudah meninggal.

Dilansir dari Mirror, Pooja sempat keheranan dengan bentuk tubuh buah hatinya yang memiliki perut membengkak saat lahir. Hanya saja, tim medis yang membantu proses kelahirannya tidak menyangka jika hal ini ternyata disebabkan oleh keberadaan bayi lain di dalam perutnya.

Setelah beberapa hari, sang bayi mengalami pilek dan perut kaku sehingga dilarikan ke rumah sakit yang ada di Sir Sundarlal, India Utara. Saat diperiksa oleh dokter inilah baru diketahui bahwa sang bayi ternyata ‘mengandung’ bayi lainnya.

Dokter pun langsung bergerak cepat menangani hal ini dengan cara melakukan prosedur operasi yang dilakukan selama sekitar 90 menit. Saudara kembar sang bayi pun akhirnya berhasil dikeluarkan dan kini sang bayi berada dalam kondisi sehat. Sementara itu, kondisi bayi yang dikandung memang belum terbentuk sempurna meskipun terlihat jelas sudah ada tangan, kaki, perut, dan tulang belakang.

Penyebab kondisi bayi mengandung

Dalam dunia medis, kasus bayi mengandung ini disebut sebagai fetus in fetu. Kasus ini sangat langka karena hanya terjadi pada 1 dari 500 ribu kelahiran di seluruh dunia. Kasus ini tidak hanya terjadi pada bayi perempuan saja, banyak kasus bayi laki-laki yang ternyata juga mengalaminya.

Kondisi fetus in fetu sendiri bisa dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah yang menempel pada tubuh kembaran lainnya atau dalam dunia medis disebut sebagai external parasitic. Jenis berikutnya adalah internal fetus in fetu yang membuat bayi kembaran justru berada di dalam tubuh bayi yang masih hidup. Kondisi yang kedua inilah yang dialami oleh sang bayi dari India.

Biasanya, proses terbentuknya kondisi fetus in fetu terjadi di fase awal perkembangan janin. Saat itu, di dalam satu embrio sudah ada dua janin kembar. Sayangnya, proses pembelahan dan mekanisme tumbuh kembang janin tidak berlangsung dengan sempurna sehingga membuat salah satu dari bayi kembar ini tidak bisa mengalami pertumbuhan organ yang lengkap sehingga membuatnya menempel atau bahkan masuk ke dalam tubuh saudaranya.

Hanya saja, penyebab pasti dari kondisi ini ternyata masih belum benar-benar diketahui secara medis. Meskipun begitu, terdapat beberapa faktor yang bisa saja mempengaruhi tidak sempurnanya proses pembelahan sel pada saudara kembar di fase awal kehamilan ini seperti usia, ras, kondisi kehamilan, faktor keturunan, asupan nutrisi, faktor hormonal, faktor konsumsi obat-obat tertentu, atau bahkan karena faktor spontan yang tidak diketahui pemicunya.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami kondisi fetus ini fetu ini bahkan bisa hidup hingga puluhan tahun lamanya. Di Indonesia, ada beberapa kali kasus anak-anak yang memiliki perut buncit yang ternyata sebenarnya ‘mengandung’ saudaranya sendiri dan mengalami gejala seperti sesak napas.

Bahkan, ada kembaran yang sebenarnya sudah bisa dianggap meninggal namun justru ikut menyerap nutrisi dari orang yang mengandungnya sehingga ukurannya semakin membesar. Biasanya, orang dengan kondisi ini harus menjalani pemeriksaan ke dokter atau mendapatkan operasi bedah demi mengeluarkan kembaran parasitnya agar tidak lagi menderita.