Terbit: 3 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bagi ibu baru, kehadiran bayi tentu membawa kebahagiaan di dalam keluarga. Namun kadang ibu juga dibuat bertanya-tanya, mengapa bayi baru lahir justru menghabiskan waktu untuk tidur? Apakah ini adalah hal yang normal?

Mengapa Bayi Baru Lahir Banyak Tidur?

Mengenal pola tidur bayi baru lahir

Pada bayi baru lahir, umumnya memang banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Hal ini merupakan bagian dari adaptasi bayi dari 9 bulan berada di kandungan lalu dilahirkan ke dunia. Saat berada di dalam kandungan, bayi lebih banyak tertidur dan mendapat makanan dari plasenta. Karena itu saat dilahirkan, ia masih terbawa kebiasaan selama berada di kandungan dan hanya menangis karena lapar atau buang air kecil dan besar.

Bayi baru lahir biasanya menghabiskan waktu sekitar 15-17 jam untuk tidur. Pada tahapan ini umumnya anak terbangun karena rangsangan lapar dan kenyang. Baru pada usia 3 bulan ia sudah tahu kapan harus bangun dan tidur, serta mulai bisa tidur mengikuti jadwal orang dewasa.

Bagaimana menyusui bayi yang banyak tertidur?

Tak perlu khawatir bayi akan kelaparan, Mom. Bayi yang baru lahir memiliki perut yang sangat kecil sehingga bayi cepat merasa kenyang. Ketika merasa kenyang, umumnya ia akan mengantuk dan tertidur. Sedangkan saat lapar, ia akan otomatis terbangun dan minta disusui.

Pada bayi dengan ASI, umumnya akan lebih sering terbangun karena ASI lebih mudah diserap tubuh sehingga bayi akan lebih cepat lapar. Sedangkan pada bayi dengan susu formula, umumnya dapat tidur lebih lama namun kadang tidak nyenyak seperti bayi dengan ASI.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Selain itu bayi yang diberi susu formula umumnya ia akan makan lebih lambat dibanding dengan bayi yang diberi ASI. Bayi dengan susu formula juga akan kenyang lebih lama sehingga akan makan lebih sedikit.

Perlukah khawatir dengan jam tidur bayi?

Selama si kecil tidak memiliki gangguan kesehatan lainnya seperti demam, susah tidur, atau adanya infeksi, maka Anda tidak perlu khawatir dengan jam tidur bayi. Selain itu pastikan bayi memiliki pertambahan berat badan yang sesuai dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Anda bisa memanfaatkan waktu bayi tertidur dengan beristirahat untuk memulihkan tenaga. Ketika bayi semakin dewasa, waktu tidurnya akan semakin pendek dan tentunya butuh perhatian lebih dari orang tua.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi