Terbit: 1 April 2020 | Diperbarui: 12 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Batuk saat hamil dapat terjadi baik batuk pilek maupun batuk berdahak. Menurunnya sistem imun tubuh sehingga menyebabkan berbagai penyakit memang merupakan hal yang mungkin saja terjadi selama masa kehamilan. Namun ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi sembarang obat, sehingga penanganan batuk saat hamil juga harus lebih diperhatikan.

Batuk Saat Hamil: Penyebab, Penanganan, Pencegahan, dll

Apakah Batuk Saat Hamil Mengganggu Bayi?

Batuk adalah tindakan refleks tubuh yang dilakukan untuk membersihkan lendir atau iritan asing di tenggorokan. Secara umum batuk saat hamil tidak berbahaya. Meskipun perut akan mengalami goncangan saat ibu hamil batuk, tapi kondisi ini tidak akan menyakiti bayi.

Beberapa wanita hamil dapat mengalami rasa sakit ketika batuk atau bersin. Hal ini disebabkan karena saat hamil, ligamen yang menempel di sisi perut meregang. Rasa nyeri ini dapat menusuk ketika batuk dan bersin, meskipun begitu kondisi ini tidak berbahaya.

Meskipun batuk saat hamil secara umum tidak berbahaya bagi bayi, tapi bukan berarti kondisi kesehatan ibu tidak berpengaruh sama sekali pada janin. Beberapa kondisi kesehatan tertentu yang juga menyebabkan gejala batuk dapat memberikan pengaruh pada kehamilan dan janin.

Penyebab Batuk Saat Hamil

Bahaya atau tidaknya batuk saat hamil dapat dilihat dari penyebabnya dan gejala lain :

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

1. Alergi

Penyebab batuk pada ibu hamil yang pertama adalah alergi.

Jika Anda memiliki alergi, paparan alergen yang terhirup dapat memicu reaksi berlebihan paru-paru yang menyebabkan Anda batuk. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan sebisa mungkin menghindari alergen.

2. Infeksi Virus

Batuk juga bisa disebabkan oleh pilek dan flu yang disebabkan oleh infeksi virus.

Batuk membantu tubuh mengeluarkan kuman dari paru-paru. Umumnya batuk berdahak akan hilang dalam waktu beberapa hari. Namun sering kali setelah flu, batuk kering bertahan selama beberapa lama. Hal ini disebabkan karena batuk menyebabkan iritasi

3. Refluks Asam

Refluks asam dapat menyebabkan beberapa gejala seperti heartburn, terutama di malam hari. Apabila asam lambung naik hingga ke tenggorokan, maka dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan pita suara dan dapat menyebabkan batuk.

4. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru serius yang penyebabnya bisa berasal dari bakteri, virus, maupun jamur.

Pneumonia selama kehamilan disebut dengan maternal pneumonia. Penyakit ini merupakan penyakit serius dan dapat berakibat fatal. Beberapa kelompok orang memiliki faktor risiko lebih tinggi, salah satunya adalah ibu hamil.

Selain batuk yang cukup parah, pneumonia juga dapat menyebabkan beberapa gejala lain seperti kesulitan bernapas, panas dingin, sakit dada, demam, kelelahan, selera makan turun, napas cepat, dan muntah.

Pneumonia dapat hadir sebagai komplikasi dari flu. Jika Anda mengalami gejala seperti itu selama kehamilan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Batuk pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain terkait paru-paru.

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk tidak selalu menjadi kondisi yang berbahaya. Namun jika dilihat dari penyebabnya, beberapa jenis batuk mungkin membutuhkan penanganan yang serius. Sebaiknya segera konsultasi dengan dokter jika batuk dibarengi dengan gejala seperti:

  • Batu terjadi lebih dari 10 hari
  • Pusing
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Pendarahan vagina
  • Kebingungan
  • Muntah parah
  • Demam tinggi
  • Penurunan gerakan janin

Penanganan Batuk Saat Hamil

Jika batuk ringan dan tidak dibarengi dengan gejala seperti di atas, maka bisa diatasi dengan cara seperti berikut ini:

1. Perawatan Rumahan

Cara pertama untuk mengatasi batuk saat hamil dapat dengan cara perawatan rumahan. Perawatan yang dimaksud termasuk memperbanyak istirahat, perbanyak konsumsi cairan, dan bisa juga dengan berkumur air garam hangat untuk meredakan batuk.

Selain itu, konsumsi makanan yang tinggi vitamin C dan zinc juga sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Beberapa buah yang direkomendasikan karena kaya vitamin C adalah seperti kiwi dan jeruk.

Minuman hangat seperti teh jahe dan teh chamomile juga dapat dicoba untuk meredakan batuk. Jika penyebab batuk adalah alergi, jangan lupa untuk menghindari alergen Anda.

2. Obat-Obatan

Dilansir dari Healthline, menurut University of Michigan Health System dan kebanyakan dokter kandungan, penggunaan obat pada 12 minggu pertama kehamilan sebaiknya dihindari sama sekali. Jika sudah lewat dari 12 minggu, obat yang dapat digunakan untuk mengatasi batuk adalah seperti:

  • Obat batuk tablet atau hisap
  • Acetaminophen
  • Obat penekan batuk untuk malam hari
  • Ekspektoran
  • Obat batuk sirup biasa
  • Dextromethorphan

Meskipun aman, namun penggunaan obat tetap harus selalu didiskusikan dengan bidan atau dokter kandungan Anda untuk memastikan keamanannya. Pastikan juga menghindari penggunaan obat seperti aspirin, kodein, ibuprofen, naproxen, dan antibiotik selama masa kehamilan.

Pencegahan Batuk Saat Hamil

Mencegah tentunya selalu lebih baik daripada mengobati. Sebelum batuk datang, ibu hamil sebaiknya mencegah kondisi ini terjadi. Batuk saat hamil juga bisa dicegah dengan beberapa cara seperti berikut ini:

  • Selalu jaga kebersihan tubuh. Jangan lupa mencuci tangan setiap ingin dan setelah beraktivitas.
  • Dapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Sebagian wanita jam tidurnya meningkatkan selama masa kehamilan.
  • Perbanyak konsumsi makanan bernutrisi tinggi untuk menjaga sistem imun.
  • Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi, seperti mengunjungi rumah sakit atau menjaga jarak dengan anggota keluarga yang sedang sakit.
  • Olahraga secara rutin.
  • Kelola stres dengan baik.

Itu dia berbagai informasi tentang batuk saat hamil yang perlu diketahui oleh para ibu hamil. Hindari kepanikan jika muncul gejala batuk dan coba perawatan di rumah segera untuk meredakan gejala.

Pada masa pandemi COVID-19, ibu hamil dihimbau untuk menghindari pusat layanan kesehatan kecuali pada kondisi darurat. Sebelum pergi ke rumah sakit, lebih dulu manfaatkan fitur online untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat meminta saran dokter tentang tindakan yang selanjutnya harus diambil.

 

  1. Anonim. 2020. Why You Cough. https://www.webmd.com/cold-and-flu/overview. (Diakses 1 April 2020).
  2. Blake, Kati. 2020. Why Am I Coughing?. https://www.healthline.com/health/cough. (Diakses 1 April 2020).
  3. Cherney, Kristeen. 2017. What Happens When You Develop Pneumonia While Pregnant?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pneumonia-and-pregnancy. (Diakses 1 April 2020).
  4. Marcin, Ashley. 2018. What Medicines Can I Take While Pregnant?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-medicines-are-safe-during-pregnancy. (Diakses 1 April 2020).
  5. Osborn, Corinne O’Keefe. 2017. Everything You Should Know About Sneezing During Pregnancy. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sneezing-during-pregnancy. (Diakses 1 April 2020).
  6. Van Zuidam, Joanne. 2017. Cough During Pregnancy. https://www.thebump.com/a/cough-during-pregnancy. (Diakses 1 April 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi