Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

doktersehat-batu-ginjal

DokterSehat.Com– Penyakit batu ginjal adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Batu yang terdapat pada ginjal terkadang sekecil butiran pasir hingga seukuran bola golf. Batu yang terdapat pada ginjal dapat tinggal di dalam ginjal atau berjalan keluar dari tubuh melalui saluran kemih.

Penyebab Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal adalah penyakit yang terbentuk ketika terjadi perubahan dalam keseimbangan kadar air, garam, dan mineral di dalam tubuh. Paling umum, penyebab batu ginjal adalah kurangnya konsumsi air putih.

Baca juga: Awas, 3 Makanan ini Bisa Sebabkan Batu Ginjal

Namun, ada pula penyebab batu ginjal lainnya yang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini. Beberapa orang lebih mungkin untuk terkena penyakit batu ginjal karena kondisi medis seperti asam urat. Bahkan gangguan kesehatan ini juga dapat diturunkan di dalam keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini.

Selain itu, penyebab batu ginjal juga bisa disebabkan makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari atau menjadi penyebab batu ginjal ini. Berdasarkan bahan pembentuknya, batu pada ginjal dapat dibagi menjadi empat jenis utama, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu amonia (struvit), dan batu sistin.

Gejala Batu Ginjal

Batu yang terdapat pada ginjal seringkali tidak menyebabkan rasa sakit, yang terkadang luput dari pengamatan, bahkan penderita batu ginjal tidak merasakan gejala batu ginjal atau tidak tampak.

Namun, bukan berarti penyakit ini bisa diremehkan begitu saja. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang tiba-tiba. Jika Anda mengalami rasa nyeri yang parah di pinggang, perut, selangkangan hingga warna urine yang terlihat berwarna merah muda, Anda harus segera menghubungi dokter karena bisa saja Anda mengalami gangguan kesehatan ini.

Selain itu, gejala batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi hingga luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Hal ini tentu saja membutuhkan penanganan yang serius oleh dokter. Anda akan diberikan obat-obatan atau terapi yang sesuai untuk pengobatan batu ginjal yang dialami.

Selain mengiritasi ureter, batu yang terdapat pada ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Akibatnya, tentu ada rasa sakit dan nyeri yang hebat dan dirasakan oleh penderita. Kalau sudah infeksi, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Jangan Abaikan 6 Gejala Batu Ginjal Ini

Pengobatan Batu Ginjal

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki gejala batu ginjal, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan tes darah dan memeriksa kandungan urine selama 24 jam. Cara ini dapat membantu dokter untuk mengetahui apakah Anda cenderung berpotensi memiliki batu pada ginjal di masa depan.

Pemeriksaan seperti ini bisa mencegah penyakit batu ginjal yang kemungkinan dapat dialami kembali setelah pengobatan batu ginjal yang dilakukan. Memahami penyebab batu ginjal adalah salah satu upaya pencegahan agar tidak terjadi kembali gangguan kesehatan tersebut di kemudian hari.

Pengobatan batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu yang terdapat pada ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan.

Minum air putih yang cukup bisa menyebabkan kondisi kesehatan pada ginjal menjadi semakin membaik. Tentu saja kebiasaan minum air putih yang cukup ini tidak hanya harus dilakukan oleh mereka yang sedang menjalani pengobatan batu ginjal saja, melainkan juga harus dilakukan oleh siapa pun yang ingin hidup sehat karena tubuh memang sangat membutuhkan asupan air putih yang cukup.

Selain itu, pengobatan batu ginjal lain yang umum dilakukan adalah extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). ESWL menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu dalam ginjal menjadi potongan-potongan kecil. Potongan batu dapat keluar dari tubuh melalui urine.

Pada akhirnya, pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti ukuran dan jumlah batu, di mana mereka berada, dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya tanpa bantuan dokter. Cara paling mudah mengobati batu kecil atau mengeluarkannya adalah dengan minum banyak air. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Antibiotik akan diberikan jika ada infeksi.

Baca juga: Olahraga Ringan Bisa Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Sementara itu, batu yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli urologi. Seorang ahli urologi adalah dokter yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit saluran kemih. Ahli urologi biasanya menggunakan alat yang panjang dan tipis (ureteroscope) untuk mengeceknya.

Cara mencegah batu pada ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih setiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu pada ginjal, seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.