Terbit: 20 Februari 2020 | Diperbarui: 7 September 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Penyakit batu ginjal adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Batu yang terdapat pada ginjal terkadang sekecil butiran pasir hingga seukuran bola golf. Batu yang terdapat pada ginjal dapat bertahan di dalam ginjal atau berjalan keluar dari tubuh melalui saluran kemih.

Batu Ginjal: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penyebab Batu Ginjal

Pada umumnya terbentuk ketika urine mengandung lebih banyak zat pembentuk kristal. Selain itu, ada berbagai risiko yang menjadi penyebab batu ginjal:

1. Kurang Minum Air

Penyakit ini terbentuk ketika terjadi perubahan dalam keseimbangan kadar air, garam, dan mineral di dalam tubuh. Paling umum, penyebab batu ginjal adalah kurangnya minum air mineral.

Kekurangan cairan di dalam tubuh atau terlalu banyak berkeringat, biasanya akan menyebabkan warna kencing tampak kuning pucat, keruh atau gelap.

2. Kondisi Medis

Selain masalah di atas, ada pula penyebab lainnya yang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini, antara lain:

  • Masalah Usus

Penderita penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif sering mengalami masalah penyakit ini. Masalah usus bisa membuat seseorang terkena diare, sehingga menyebabkan jarang kencing. Tubuh dapat menyerap banyak oksalat dari usus, sehingga lebih banyak masuk ke dalam urine.

  • Penyakit Genetik Tertentu

Salah satu contoh penyakitnya adalah ginjal spons meduler, cacat lahir ini menyebabkan kista terbentuk di ginjal.

  • Diabetes Tipe 2

Penyakit ini bisa membuat urine seseorang menjadi lebih asam, yang dapat membentuk batu di ginjal.

  • Asam Urat (Gout)

Penyakit ini menyebabkan asam urat menumpuk di dalam darah dan membentuk kristal di persendian dan ginjal. Ukuran batu ginjal dapat membesar dan akan sangat menyakitkan.

  • Paratiroidisme

Kelenjar paratiroid dapat memompa terlalu banyak hormon dalam tubuh, yang meningkatkan kadar kalsium dalam darah.

  • Asidosis Tubulus Ginjal

Masalah ginjal ini mengakibatkan penumpukan asam dalam darah, yang menyebabkan asidosis (tingkat keasaman yang berlebih).

3. Obesitas

Kegemukan berisiko dua kali lebih yang menjadi penyebab batu ginjal. Indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih ketika obesitas. Bila tingginya 5 kaki 10 inci, obesitas dimulai pada 210 pound atau 95,2544 kilogram.

Operasi penurunan berat badan yang dianggap cepat dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Namun, pembedahan sendiri dapat menyebabkan penyakit ini.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mendapat tindakan operasi mengalami penurunan berat badan yang paling umum, Roux-en-Y gastric bypass (RYGB), jauh lebih mungkin membentuk batu.

4. Diet

Makanan apa pun yang Anda makan berperan besar dalam pembentukannya. Jenis yang paling sering terjadi ketika kalsium dan oksalat menempel bersama ketika ginjal mengeluarkan air seni. Oksalat adalah bahan kimia yang ada di banyak makanan dan sayuran sehat.

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengurangi makanan tinggi oksalat jika pernah memiliki batu jenis ini sebelumnya. Makanan ini di antaranya bayam, bubur jagung, dan sereal

5. Sodium

Sodium bisa diperoleh dari garam dapur, yang dapat meningkatkan risiko. Jadi, berhati-hatilah bila mengonsumsi camilan asin, makanan kaleng, daging kemasan, dan makanan olahan lainnya.

6. Protein Hewani

Ketika kencing terlalu asam, jenis lain ini dapat terbentuk. Mengonsumsi daging merah dan kerang bisa membuat asam urat dalam tubuh naik, yang bisa menumpuk di persendian dan menyebabkan asam urat atau menuju ke ginjal dan kemudian membentuk batu.

Penting untuk diingat, protein hewani dapat meningkatkan kadar kalsium urine dan menurunkan jumlah sitrat, yang keduanya menjadi penyebab batu ginjal.

7. Obat-Obatan

Mengonsumsi beberapa obat juga menjadi penyebab penyakit ini, seperti obat berikut:

  • Antibiotik tertentu, seperti antibiotik ciprofloxacin dan sulfa
  • Beberapa obat untuk pengobatan HIV dan AIDS
  • Diuretik tertentu untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Tetapi beberapa diuretik jenis thiazide sebenarnya dapat membantu mencegah.

Baca Juga: 12 Makanan Penyebab Sakit Ginjal yang Patut Dihindari!

Jenis Batu Ginjal

Batu ginjal terbentuk dari kristal yang berbeda. Berikut ini berbagai jenis kristal yang membentuknya:

1. Kalsium

Kalsium adalah yang paling sering menjadi penyebab. Ini biasanya terbuat dari kalsium oksalat (meskipun itu terdiri dari kalsium fosfat atau maleat). Lebih sedikit makan makanan yang kaya oksalat dapat mengurangi risiko terkena jenis ini.

Makanan tinggi oksalat di antaranya keripik kentang, bayam, bit, kacang-kacangan, dan cokelat. Meskipun beberapa terbentuk dari kalsium, mencukupi asupan kalsium dalam makanan dapat mencegah.

2. Asam Urat

Jenis ini lebih sering diderita oleh pria daripada wanita. Pada umumnya dapat terjadi pada penderita asam urat atau mereka yang menjalani kemoterapi.

Batu yang berasal dari asam urat berkembang ketika urine terlalu asam. Diet yang kaya akan purin dapat meningkatkan kadar asam pada urine. Purine adalah zat tidak berwarna dalam protein hewani, seperti daging, ikan, dan kerang.

3. Struvite

Jenis batu ini banyak ditemukan pada wanita penderita infeksi saluran kemih (ISK). Batu-batu ini bisa bertambah besar dan menyebabkan penyumbatan kemih, akibat dari infeksi ginjal. Bila infeksi segera diobati, perkembangan batu struvite dapat dicegah.

4. Sistin

Meski jarang ditemukan, jenis ini dapat terjadi pada pria dan wanita yang memiliki kelainan genetik cystinuria. Dengan jenis ini, sistin (asam yang terjadi secara alami di dalam tubuh) bocor dari ginjal ke dalam urine.

Gejala Batu Ginjal

Pada umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, bahkan penderitanya tidak merasakan gejala apa pun. Meskipun demikian, berikut ini ciri-ciri batu ginjal yang penting untuk dikenali:

  1. Nyeri tulang rusuk parah di samping, belakang, dan bawah
  2. Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  3. Sakit di pangkal paha yang parah
  4. Urine berwarna merah muda, merah (kencing berdarah) atau berwarna cokelat
  5. Berkurangnya jumlah urine yang dikeluarkan
  6. Muntah dan mual
  7. Sensasi terbakar saat buang air kecil
  8. Keinginan kuat untuk buang air kecil
  9. Demam dan kedinginan jika ada infeksi

Diagnosis Batu Ginjal

Bila Anda diduga menderita batu ginjal, dokter mungkin akan melakukan tes dan prosedur diagnostik berikut:

1. Tes Urine

Tes pengumpulan urine dilakukan selama 24 jam untuk menunjukkan bahwa tubuh mengeluarkan terlalu banyak mineral pembentuk batu atau terlalu sedikit zat pencegah batu. Dokter akan meminta Anda untuk melakukan dua pengumpulan urine selama dua hari berturut-turut.

2. Tes Darah

Tes darah dapat mengungkap apakah Anda terlalu banyak kalsium atau asam urat dalam darah. Hasil tes darah bisa membantu memantau kesehatan ginjal dan dapat mengarahkan dokter untuk memeriksa kondisi medis lainnya.

3. Pencitraan Tubuh

Tes pencitraan dapat mengetahui keberadaan batu ginjal di saluran kemih. Pilihan pencitraan mulai dari rontgen perut sederhana, hingga tomografi terkomputerisasi berkecepatan tinggi atau CT scan yang dapat mendeteksi ukuran yang kecil sekalipun.

Pilihan pencitraan lain seperti USG, tes non-invasif, dan urografi intravena, yang melibatkan menyuntikkan pewarna ke pembuluh darah lengan dan menggunakan sinar-X (pielogram intravena) atau CT urogram, saat pewarna bergerak melalui ginjal dan kandung kemih.

4. Analisis Batu Ginjal

Dokter mungkin meminta Anda untuk buang air kecil menggunakan saringan untuk menampung batu yang dikeluarkan. Kemudian analisis laboratorium dapat mengungkapkan susunan batu ginjal. Dokter akan menggunakan informasi ini untuk menentukan apa yang menjadi penyebab dan merancang rencana untuk melakukan pencegahan.

Baca Juga: Jangan Abaikan 6 Gejala Batu Ginjal Ini

Pengobatan Batu Ginjal secara Alami

Batu ginjal biasanya berukuran cukup kecil ketika dikeluarkan saat kencing dan mungkin kondisi ini memerlukan perawatan rumahan seperti berikut ini:

1. Cukup Minum Air

Air minum adalah cara termudah untuk mencegah dan mengobati. Minumlah sebanyak 2 hingga 3 liter air sehari (jika Anda memang tidak mempunyai masalah kesehatan yang tidak membolehkan minum berlebihan) untuk membantu membersihkan sistem saluran kemih, dan meringankan atau memperlambat pertumbuhan endapan di ginjal.

2. Perasan Air Lemon

Lemon mengandung sitrat, senyawa yang dapat membantu memecah dan memperlambat endapan kalsium. Minumlah segelas air lemon di pagi hari ketika perut kosong dan beberapa jam sebelum makan malam. Cara mengobati batu ginjal ini dapat membantu memecah yang ukurannya lebih kecil.

3. Jus Delima

Delima adalah buah yang memiliki sifat astringen dan antioksidan yang dipercaya mengurangi kemungkinan pembentukan batu ginjal. Buah ini juga mengandung senyawa yang menurunkan keasaman urine.

Minum jus delima adalah cara termudah untuk mendapatkan manfaat delima.

3. Minyak Zaitun Extra Virgin

Minyak zaitun extra-virgin adalah minyak kental yang dapat membantu mengurangi batu ginjal dengan melumasi saluran kemih.

Minumlah sekitar 5 ons minyak zaitun extra-virgin di pagi dan sore hari, yang dapat mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.

4. Jus Seledri dan Bijinya

Seledri mengandung antioksidan dan senyawa yang dapat meningkatkan produksi urine. Anda juga bisa menambahkan biji seledri ke dalam makanan secara teratur.

Sementara untuk jus seledri, Anda cukup blender satu atau dua batang seledri yang dicampur dengan air. Jus seledri dapat dikonsumsi setiap hari untuk membantu mengobati gejala batu ginjal.

5. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel mengandung asam sitrat yang dapat membantu melarutkan endapan kalsium. Minumlah dua sendok makan cuka sari apel murni yang dicampur dengan 8 ons air.

Cara ini dapat mengurangi gejala dan mencegah pembentukan batu ginjal. Campuran cuka sari apel dan air dapat diminum beberapa kali sehari dan mungkin paling efektif bila dikonsumsi sebelum makan.

Perlu diingat, fakta ilmiah dari berbagai penelitian sejauh ini menyimpulkan bahwa efektivitas bahan-bahan alami di atas secara klinis masih belum didukung oleh bukti yang kuat dan konsisten. Jadi jika Anda ingin menggunakan bahan-bahan di atas sebagai metode pengobatan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: Olahraga Ringan Bisa Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Pengobatan Batu Ginjal secara Medis

Batu ginjal berukuran kecil yang menyakitkan juga memerlukan perawatan medis berikut:

1. Penghilang Rasa Sakit

Mengeluarkan batu kecil saat kencing dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Guna meredakan nyeri ringan, dokter biasanya menyarankan untuk meminum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen, acetaminophen atau naproxen sodium.

2. Terapi Medis

Dokter mungkin akan memberi obat batu ginjal untuk membantu mengeluarkan batu. Jenis obat ini dikenal sebagai alpha blocker, melemaskan otot-otot di ureter, membantu mengeluarkannya lebih cepat dan mengurangi sedikit rasa sakit.

Cara Mengobati Batu Ginjal yang Berukuran Besar

Jika ukuran terlalu besar dan tidak bisa dikeluarkan saat buang air kecil, biasanya akan diangkat dengan tindakan operasi. Berikut ini jenis operasi utama untuk menghilangkan batu ginjal:

1. Shockwave Lithotripsy (SWL)

Gelombang kejut extracorporeal lithotripsy menggunakan gelombang suara untuk memecah batu-batu berukuran besar sehingga lebih mudah menurunkan batu ke ureter sampai ke dalam kandung kemih. Prosedur ini bisa menjadi tidak nyaman dan mungkin memerlukan anastesi  ringan. Kondisi ini dapat menyebabkan memar pada perut dan punggung serta pendarahan di sekitar ginjal dan organ-organ di sekitarnya.

2. Ureteroskopi

Ketika batu tersangkut di ureter atau kandung kemih, dokter mungkin menggunakan alat yang disebut ureteroscope untuk mengangkat batu.

Sebuah kawat kecil dengan kamera terpasang dimasukkan ke dalam uretra dan diteruskan ke kandung kemih. Dokter kemudian menggunakan alat kecil untuk memecah batu dan mengeluarkannya. Batu ini kemudian dianalisis di laboratorium.

3. Bedah Terowongan (Nephrolithotomy Perkutan)

Ahli bedah akan mengangkat batu ginjal melalui sayatan kecil. Penderitanya mungkin memerlukan prosedur ini jika:

  • Menyebabkan penyumbatan dan infeksi atau merusak ginjal
  • Tumbuh terlalu besar
  • Rasa sakit tidak bisa diatasi

Apabila muncul gejala yang Anda kenali, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat ya, Teman Sehat!

 

  1. What Causes Kidney Stones? (https://www.webmd.com/kidney-stones/kidney-stone-causes#1, diakses 26 Agustus 2019)
  2. How do you get kidney stones? (https://www.medicalnewstoday.com/articles/154193. php, diakses 26 Agustus 2019)
  3. Diseases & Conditions. Kidney stones (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/diagnosis-treatment/drc-20355759, diakses 26 Agustus 2019)
  4. Kidney stones (https://www.nhs.uk/conditions/kidney-stones/treatment/, diakses 26 Agustus 2019)

/fusion_toggle]


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi