Batu Empedu – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

penyebab-batu-empedu-doktersehat

DokterSehat.Com– Batu empedu adalah cairan mengeras yang terbentuk di kandung empedu, organ kecil yang terletak di bawah hati. Nama lain batu empedu adalah gallstone. Fungsi empedu membantu proses pencernaan dengan menyimpan empedu dan mengeluarkan empedu tersebut ke dalam usus kecil ketika makanan masuk. Kenali pula penyebab batu empedu, gejala batu empedu, dan cara mengobati penyakit batu empedu atau gallstone, yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

Apa Itu Batu Empedu atau Gallstone?

Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh hati dan terdiri dari beberapa zat, termasuk kolesterol, bilirubin, dan garam empedu.

Batu empedu adalah potongan-potongan bahan padat yang terbentuk di kandung empedu. Batu-batu ini berkembang karena kolesterol dan pigmen empedu yang kadang-kadang membentuk partikel keras.

Selanjutnya, kantung empedu atau gallbladder adalah organ dalam tubuh yang bentuknya mirip dengan buah pir. Di dalamnya terdapat sekitar 50 ml empedu untuk membantu proses pencernaan.

Ada dua fungsi empedu yang sangat penting di semua spesies, di antaranya:

  1. Empedu mengandung asam empedu, yang sangat penting untuk pencernaan dan penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak di usus kecil.
  2. Banyak produk limbah, termasuk bilirubin, dieliminasi dari tubuh melalui sekresi ke empedu dan eliminasi pada feses.

Seperti Apa Bentuk Kantung Empedu?

Umumnya, kantung empedu berukuran 7-10 cm. Warnanya pun hijau gelap, sesuai dengan cairan empedu yang ada di dalamnya.

Ketahui juga dua jenis utama penyakit batu empedu, yaitu:

1. Batu kolesterol

Biasanya berwarna kuning dan hijau, sekitar 80 persen dari penyakit batu empedu adalah batu kolesterol.

2. Batu pigmen

Batu-batu ini berukuran lebih kecil, warnanya lebih gelap, dan terbentuk dari bilirubin.

Penyebab Batu Empedu

Tentunya ada beberapa faktor penyebab batu empedu. Perlu diketahui juga bahwa kolelitiasis atau cholelithiasis adalah penyakit batu empedu. Penyakit batu empedu ini ditemukan di dalam kantung empedu, duktus koledokus, atau keduanya.

Beberapa faktor penyebab batu empedu, meliputi:

  1. Genetika
  2. Berat badan
  3. Penurunan motilitas (gerakan) dari kantong empedu
  4. Asupan makanan.

Penyakit batu empedu bisa terbentuk ketika ada ketidakseimbangan dalam zat yang membentuk empedu. Misalnya, batu kolesterol dapat berkembang sebagai akibat dari terlalu banyak kolesterol dalam empedu. Penyebab batu empedu lainnya mungkin karena ketidakmampuan kandung empedu mengosongkan diri dengan benar.

Batu pigmen lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti sirosis (penyakit hati di mana jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat) atau penyakit darah seperti anemia sel sabit.

baca juga: batu empedu – penyebab nyeri hilang timbul pada perut

Faktor Risiko Batu Empedu

Setelah kita bahas mengenai penyebab batu empedu, tentunya perlu dibahas juga mengenai faktor risiko batu empedu. Dengan begitu, kita akan terhindar dari risiko terkena penyakit batu empedu.

Faktor risiko memiliki batu empedu antara lain:

1. Keturunan

Jika orang lain dalam keluarga Anda memiliki batu empedu, Anda berada pada risiko berpotensi mengalami batu empedu.

2. Obesitas

Ini adalah salah satu faktor risiko terbesar batu empedu. Obesitas dapat menyebabkan kenaikan kolesterol.

3. Wanita hamil atau mengonsumsi pil KB

Estrogen dapat meningkatkan kolesterol dan mengurangi motilitas kandung empedu. Wanita yang sedang hamil atau yang mengonsumsi pil KB atau KB hormon lainnya memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk mengalami batu empedu

4. Latar belakang etnis

Kelompok etnis tertentu, termasuk penduduk asli Amerika dan Meksiko-Amerika, lebih mungkin untuk terkena batu empedu.

5. Jenis kelamin dan usia

Penyakit batu empedu lebih sering terjadi pada wanita dan orangtua.

6. Mengonsumsi obat kolesterol

Beberapa obat penurun kolesterol meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu, yang dapat meningkatkan potensi batu kolesterol.

7. Diabetes

Orang dengan diabetes cenderung memiliki tingkat gliserid yang lebih tinggi (sejenis lemak darah), yang merupakan faktor risiko untuk batu empedu.

8. Penurunan berat badan yang drastis

Jika seseorang kehilangan berat badan terlalu cepat, hati akan mengeluarkan kolesterol ekstra, yang dapat menyebabkan batu empedu. Puasa juga dapat menyebabkan kantung empedu kurang berkontraksi.

Gejala Batu Empedu

Batu empedu sering tidak menimbulkan gejala. Seseorang biasanya mengetahui memiliki penyakit batu empedu ketika sedang diperiksa untuk penyakit lain. Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui gejala batu empedu.

Umumnya, gejala batu empedu terdiri dari:

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Masalah pencernaan lain, termasuk kembung, mulas dan tidak nyaman di perut
  4. Nyeri di perut bagian atas dan punggung atas dan rasa sakit ini dapat berlangsung selama beberapa jam.

Diagnosis Batu Empedu

Jika dokter mencurigai Anda memiliki penyakit batu empedu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan berbagai tes lainnya, termasuk pemeriksaan berikut:

1. Tes darah

Tes darah dapat diberikan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau obstruksi dan atau untuk menyingkirkan kondisi lainnya.

2. Ultrasonografi

Prosedur ini menghasilkan gambar dari berbagai bagian tubuh dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi batu empedu.

3. CAT Scan

Tes ini menggunakan sinar-X khusus untuk membuat penampang gambar organ dan jaringan tubuh.

4. Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)

Tes ini menggunakan medan magnet dan pulsa energi gelombang radio untuk mendapatkan gambar dari struktur di dalam tubuh, termasuk hati dan kantung empedu.

5. Cholescintigraphy

Tes ini dapat menentukan apakah kantung empedu berkontraksi dengan benar. Bahan radioaktif disuntikkan ke pasien dan berjalan ke kantung empedu. Teknisi kemudian mengamati pergerakan kantung empedu.

6. USG Endoskopi

Tes ini menggabungkan USG dan endoskopi untuk mencari batu empedu.

7. Endoskopi retrograde cholangiopancreatography (ERCP)

Dokter memasukkan endoskop melalui mulut pasien ke usus kecil dan menyuntikkan pewarna untuk memungkinkan saluran-saluran empedu dapat dilihat.

baca juga: Waspada! 3 gejala kanker empedu yang harus Anda ketahui

Cara Mengobati Batu Empedu

Mengobati batu empedu biasanya dengan pembedahan dan mengambil kantung empedu. Operasi tradisional disebut kolesistektomi terbuka. Sebuah prosedur baru yang disebut kolesistektomi laparoskopi, kurang invasif, memiliki komplikasi yang lebih sedikit dan lebih sering digunakan.

1. Kolesistektomi laparoskopi

Selama prosedur ini, instrumen, cahaya, dan kamera dimasukkan melewati beberapa sayatan kecil di perut. Dokter bedah akan melihat bagian dalam tubuh melalui laparoskop yang diproyeksikan melalui monitor video, lalu kantung empedu diambil. Setelah operasi, pasien perlu diopname di rumah sakit.

2. Kolesistektomi terbuka

Ini adalah prosedur yang lebih invasif di mana ahli bedah membuat sayatan di perut yang lebih besar untuk menghilangkan kantung empedu. Pasien tetap di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi.

Jika batu empedu berada di saluran empedu, endoscopic retrograde cholangiopancreatography dapat digunakan untuk menemukan dan mengambilnya sebelum atau selama operasi kantung empedu.

Pengobatan Batu Empedu Tanpa Operasi

Jika Anda memiliki kondisi medis dan dokter merasa tidak harus menjalani operasi batu empedu, dokter mungkin meresepkan obat sursodiol (Actigall) dan chenodiol (Chenix). Obat ini bekerja untuk melarutkan batu kolesterol. Diare ringan dapat menjadi efek samping dari kedua obat ini.

Kelemahan dari menggunakan obat adalah bahwa Anda mungkin harus mengonsumsinya selama bertahun-tahun untuk benar-benar meluruhkan batu empedu. Selain itu, batu empedu bisa kembali kambuh setelah Anda berhenti minum obat.