Terbit: 15 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu minuman yang seringkali disajikan saat Lebaran adalah teh, khususnya teh manis. Minuman yang nikmat ini memang dianggap patut untuk disajikan bagi tamu yang sedang bersilaturahmi. Hanya saja, karena hampir setiap keluarga yang kita datangi juga menyajikan teh, apakah tidak apa-apa jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak?

Jangan Berlebihan Minum Teh Saat Lebaran, Ini Batasannya

Kita tentu pernah mendengar peribahasa yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Hal yang sama berlaku jika kita mengonsumsi teh dengan berlebihan, khususnya di Hari Raya Lebaran seperti sekarang ini.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengonsumsi enam hingga tujuh cangkir teh dalam sehari masih bisa dianggap aman bagi kesehatan. Hanya saja, hal ini juga disertai dengan catatan bahwa teh ini juga tidak mendapatkan tambahan gula. Mengonsumsi teh dengan jumlah sebanyak itu juga hanya akan menyebabkan dampak berupa lebih sering buah air kecil.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jeffrey Blumberg dari Tufts University menghasilkan fakta bahwa ada baiknya kita mengonsumsi teh paling banyak dua cangkir saja agar bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal. Meskipun begitu, sebagian penelitian lain menganggap konsumsi 4 hingga 6 cangkir teh dalam sehari masih bisa dianggap sebagai hal yang aman.

Rutin mengonsumsi teh disebut-sebut bisa membantu penurunan berat badan, apalagi jika teh yang dikonsumsi adalah teh hijau. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa konsumsi teh secara teratur bisa mencegah datangnya kanker.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Hanya saja, mengingat teh yang disajikan saat Lebaran biasanya adalah teh manis, ada baiknya kita memang membatasi asupannya agar tidak mengonsumsi gula dengan berlebihan. Jika tidak, dikhawatirkan kita akan mengalami kenaikan berat badan atau bahkan meningkatkan risiko untuk terkena diabetes.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi