DokterSehat.Com– Cokelat dikenal luas sebagai camilan dengan rasa yang sangat nikmat. Tak hanya memiliki rasa yang manis dan membuat bahagia, cokelat juga tinggi kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan. Hanya saja, banyak orang yang takut mengonsumsinya karena menganggapnya bisa membuat berat badan naik.

cokelat-berat-badan-doktersehat

Kaitan Antara Makan Cokelat dengan Berat Badan

Pakar kesehatan menyebut pertanyaan “Apakah cokelat bisa membuat berat badan naik” diketik warganet hingga 138 juta kali di mesin pencari Google. Hal ini berarti, masih banyak orang yang khawatir dengan konsumsi cokelat.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat atau kandungan di dalam cokelat. Hasilnya adalah, banyak cokelat yang dijual di pasaran yang memiliki kandungan kalori, lemak, dan gula yang tinggi. Masalahnya adalah sudah menjadi rahasia umum jika kandungan-kantungan tersebut jika dikonsumsi dengan berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Meskipun begitu, jika cokelat dikonsumsi dengan porsi sedang atau sedikit saja, khususnya yang berjenis cokelat hitam yang kaya akan kandungan polifenol, kita bisa mendapatkan manfaat kesehatan seperti menurunnya tekanan darah, meningkatnya sensitivitas insulin, dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Bahkan, ada beberapa penelitian yang menghasilkan fakta bahwa rutin makan cokelat yang tinggi kandungan antioksidan layaknya polifenol dan katekin bisa membantu menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dengan signifikan.

Menariknya adalah, penelitian yang dipublikasikan dalam Jamanetwork pada 2012 berjudul Association Between More Frequent Chocolate Consumption and Lower Body Mass Index menghasilkan fakta menarik tentang konsumsi cokelat. Mereka yang rutin mengonsumsinya disebut-sebut memliki indeks massa tubuh lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang makan cokelat lebih jarang. Penelitian ini bahkan sudah mengecek kebiasaan aktivitas fisik para partisipan.

“Penelitian yang kami lakukan menemukan bahwa makan cokelat hitam dalam jumlah yang sedikit secara rutin bisa memberikan keuntungan. Hanya saja, kita juga harus rajin berolahraga. Hal ini akan membuat pembakaran kalori lebih banyak,” tulis penelitian yang dilakukan di National Institute of Health, Heart, Blood, and Lung Institute, University of California, San Diego.

Batasan Makan Cokelat yang Aman untuk Berat Badan

Masalahnya adalah kebanyakan cokelat yang dijual di pasaran tinggi kalori dan gula. Jika kita tidak cermat dalam memilihnya dan makan dalam jumlah yang banyak setiap hari, dipastikan berat badan kita bisa naik. Apalagi jika kita menerapkan gaya hidup kurang gerak atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Meskipun begitu, penelitian menyebutkan bahwa cokelat masih bisa kita konsumsi dalam jumlah yang moderat seperti 45 gram per minggu, bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan kardiovaskular. Ada penelitian lain yang menyebut makan cokelat sebanyak 100 hingga 200 gram setiap hari tidak akan menyebabkan dampak bagi berat badan.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Makan Cokelat

Selain membatasi konsumsi cokelat agar tidak berlebihan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal lain yang sebaiknya kita perhatikan saat mengonsumsinya.

Berikut adalah hal-hal tersebut.

  1. Cermat Memilih Cokelat

Cokelat susu atau milk chocolate memang memiliki rasa yang enak, namun sebaiknya kita memilih dark chocolate atau cokelat hitam yang jauh lebih tinggi kandungan antioksidannya dan cenderung memiliki kalori yang lebih rendah.

  1. Mengonsumsi Cokelat dengan Varian Lainnya

Tak harus melulu makan cokelat batangan. Kita bisa mengonsumsi cokelat dalam bentuk minuman hangat yang bisa memberikan banyak manfaat kesehatan.

  1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan secara rutin jika hobi makan cokelat. Selain itu, kurangi konsumsi makanan tidak sehat seperti gorengan dan makanan cepat saji.

 

Sumber:

  1. Carter, Brittany. 2019. Will Eating Chocolate Make You Fat?. wellsource.com/will-eating-chocolate-make-you-fat. (Diakses pada 11 Oktober 2019).