Terbit: 27 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang mengaku lupa menyimpan makanannya di dalam lemari es atau kulkas dalam waktu yang sangat lama. Hanya saja, karena berada di lemari es, mereka berpikir jika makanan-makanan ini masih aman untuk dikonsumsi. Sebenarnya, apakah ada batasan seberapa lama makanan bisa disimpan di dalam lemari es dan masih layak untuk dikonsumsi?

Batasan Maksimal Menyimpan Makanan di Lemari Es

Kualitas makanan di dalam lemari es mengalami penurunan

Meski disimpan di dalam lemari es, bukan berarti makanan tidak akan kehilangan kualitasnya. Jika kita menyimpannya dalam waktu yang lama, maka makanan ini bisa saja menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Setiap makanan memiliki daya tahan yang berbeda-beda. Hal ini juga bergantung pada seberapa cepat bakteri menurunkan kualitas makanan tersebut.

Sebagai informasi, bakteri hanya akan mati jika terpapar suhu panas namun tidak mati saat berada di suhu dingin seperti di lemari es. Hanya saja, mengingat suhu udara di dalam lemari es tidak begitu dingin, bakteri tetap saja bisa berkembang dan membuat makanan bisa menjadi basi.

Jika kita mengonsumsi makanan yang sudah basi meski disimpan di dalam lemari es, tetap saja kita akan rentan mengalami gejala keracunan layaknya mual-mual, muntah, nyeri perut, demam, hingga diare.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kualitas makanan di dalam lemari es

Selain bakteri, terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi penurunan kualitas makanan yang disimpan di dalam lemari es.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Berikut adalah faktor-faktor tersebut.

  1. Kesegaran dari makanan tersebut

Jika makanan yang kita masukkan ke dalam lemari es masih dalam kondisi segar, bukannya yang sudah lama berada di suhu ruangan, maka makanan ini biasanya akan lebih awet.

  1. Kebersihan dari makanan tersebut

Kebersihan dari makanan yang kita simpan juga mempengaruhi seberapa lama makanan ini awet di dalam lemari es. Jika makanan ini sudah terpapar kotoran, bakteri, atau hal-hal lainnya, maka tentu proses penurunan kualitasnya akan berjalan dengan lebih cepat.

Selain itu, jika makanan ditutup dengan rapat, maka proses penurunan kualitas juga biasanya akan berlangsung lebih lambat mengingat bakteri yang ada di dalam lemari es tidak akan mudah mencapai makanan tersebut. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya tidak sembarangan meletakkan makanan dalam kondisi terbuka di dalam lemari es.

  1. Suhu lemari es

Di dalam lemari es ada dua suhu, yakni suhu di dalam refrigerator dan suhu di dalam freezer. Kebanyakan orang berpikir jika freezer hanya dipakai untuk membuat es batu atau menyimpan daging mentah. Padahal, ada beberapa makanan lain yang juga bisa disimpan di dalam freezer agar bisa tahan lebih lama.

  1. Jenis makanan yang disimpan

Biasanya, makanan kering cenderung lebih awet dibandingkan dengan makanan dengan kandungan air yang tinggi. Beberapa jenis makanan bersantan juga tetap lebih cepat basi meski disimpan di dalam lemari es.

Batasan waktu menyimpan makanan di dalam lemari es

Pakar kesehatan menyebut setiap makanan memiliki daya tahan yang berbeda-beda jika disimpan di dalam lemari es. Hanya saja, makanan yang telah dimasak biasanya mampu bertahan hingga tiga atau empat hari di dalam lemari es. Pastikan pula bahwa makanan ini disimpan dengan baik agar tidak mudah terpapar bakteri.

Beberapa jenis makanan seperti telur biasanya mampu bertahan hingga 3 atau 5 minggu, daging-dagingan mentah biasanya hanya akan mampu bertahan sekitar 1 hingga 2 hari, daging matang bisa bertahan sekitar 2 hingga 4 hari, buah-buahan bisa bertahan hingga 3-5 hari, sup atau makanan dengan kuah bisa bertahan hingga 2 hari, dan kue bisa bertahan sekitar 2 hingga 3 hari.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi