Bantal Menyusui: Manfaat, Jenis, dan Cara Pakai

manfaat-bantal-menyusui-doktersehat
Photo souce: Osesek.pl

DokterSehat.Com – Kelahiran bayi telah mengubah status Anda dari ibu hamil menjadi ibu menyusui. Anda dan bayi Anda siap untuk memasuki tahap menyusui yang indah. Ada beberapa perlengkapan menyusui yang harus Anda persiapkan. Salah satu perlengkapan menyusui yang tak kalah penting dengan pompa ASI adalah bantal menyusui.

Baca terus untuk mengetahui manfaat bantal menyusui yang sangat berguna selama proses menyusui, mengenal beberapa jenis bantal menyusui, dan mengetahui cara memakai bantal menyusui.

Manfaat bantal menyusui

Bantal menyusui merupakan sebuah perlengkapa menyusui yang sama pentingnya dengan pompa ASI. Para ibu yang menggunakan bantal menyusui telah merasakan beberapa manfaat saat sedang menyusui bayinya. Simaklah penjelasan tentang manfaat bantal menyusui di bawah ini:

Berikut ini adalah beberapa manfaat bantal menyusui yang penting untuk diketahui para ibu:

1. Bantal menyusui adalah bantal kehamilan

Ternyata bantal menyusui juga bisa beralih fungsi sebagai bantal kehamilan. Para ibu hamil bisa memiliki bantal menyusui ini sejak masa kehamilan. Bantal kehamilan membuat ibu hamil memiliki kenyamanan saat tidur dan duduk. Setelah Anda melahirkan, Anda bisa menggunakannya sebagai bantal menyusui.

2. Mencegah nyeri pada punggung, leher, dan bahu

Para ibu menyusui yang tidak menggunakan bantal menyusui sering kali merasakan nyeri pada bagian tubuh tertentu seperti punggung, bahu, dan leher. Hal ini pasti akan mengganggu kenyamanan dan fokus ibu menyusui.

Bantal menyusui bermanfaat untuk meninggikan posisi bayi Anda sehingga tepat berada di depan puting Anda. Bagian tubuh seperti punggung, bahu, dan leher tidak perlu bersusah payah lagi dan tetap rileks.

3. Memperbaiki posisi perlekatan

Manfaat bantal menyusui bisa membantu para ibu menyusui untuk memegang bayi dengan tepat. Ibu menyusui yang memegang bayi dengan tepat akan membuat perlekatan bayi saat menyusui menjadi baik dan stabil. Perlekatan yang baik bisa menimbulkan kenyamanan menyusui untuk bayi sehingga ia akan mengisap ASI lebih banyak.

4. Mengurangi kejadian gumoh dan refluks

Bayi di bawah 6 bulan sering kali didapati gumoh setelah selesai menyusui. Gumoh terjadi karena bayi banyak mengisap udara saat sedang menyusui. Udara bisa masuk karena bayi tidak memiliki perlekatan yang baik.

Bayi juga sering mengalami refluks akibat saluran kerongkongan yang masih pendek sehingga ASI tidak bisa tertahan di lambung kecilnya. Bantal menyusui akan membuat bayi berada di posisi yang tepat sehingga kejadian gumoh dan refluks bisa diminimalisir.

Baca juga: Cara Mengatasi Bayi Gumoh Setelah Menyusu

5. Membantu ibu menyusui pasca operasi caesar

Tidak semua ibu menyusui telah melahirkan secara normal. Tidak sedikit ibu yang melahirkan melalui operasi caesar dan tetap bertekad untuk menyusui bayinya. Bantal menyusui sangat membantu ibu menyusui yang melahirkan dengan operasi caesar.

Masa awal menyusui bagi bayi berarti juga masa-masa pemulihan pasca operasi caesar bagi ibu. Perut ibu menyusui sering kali tertekan badan bayi pada saat menyusui. Bantal menyusui akan memberikan kenyamanan pada perut ibu selama masa pemulihan.

6. Membantu pemberian susu formula atau ASI perah

Manfaat bantal menyusui ternyata tidak hanya untuk bayi yang langsung menyusu ASI pada puting ibunya saja. Bantal menyusui bisa juga bermanfaat untuk bayi yang diberikan susu formula atau ASI Perah melalui botol.

Pemberian susu formula atau ASI perah bisa juga membuat punggung dan bahu mengalami nyeri bahkan lebih nyeri daripada pemberian ASI secara langsung melalui puting. Penggunaan bantal menyusui akan mendukung posisi kepala bayi menjadi nyaman dan tidak membuat nyeri punggung dan leher pada ibu.

7. Bisa digunakan saat bayi semakin besar

Manfaat bantal menyusui masih bisa dirasakan saat bayi semakin besar. Ibu menyusui mungkin sudah tidak membutuhkan bantal menyusui ketika bayi semakin besar. Namun, bantal bayi masih berguna di kala bayi mulai bergerak. Selain itu bantal bayi juga bisa digunakan untuk tummy time dan juga membantu proses saat bayi sudah bisa duduk.

Jenis bantal menyusui

Ada beberapa jenis bantal menyusui yang tersedia di pasaran. Berbagai jenis bantal menyusui ini bisa berbeda bentuk, ukuran, dan fiturnya. Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Berikut ini adalah beberapa jenis bantal menyusui:

1. Bantal menyusui klasik

Bantal menyusui klasik adalah bantal menyusui yang pertama kali tren. Jenis ini berbentuk C dan melilit pinggang ibu. Bantal menyusui klasik cukup kokok sehingga mendukung posisi bayi untuk menyusu. Anda bisa menggunakan sprei bantal yang mudah dicuci. Bayi Anda masih bisa menggunakannya untuk tummy time dan duduk.

2. Bantal menyusui perekat

Bantal menyusui jenis perekat ini menempel pada pinggang ibu sehingga bisa memberikan ruang untuk punggung bawah ibu. Bantal ini memiliki permukaan yang lebar dan rata sehingga sering kali membuat para ibu senang memakainya. Selain itu, jenis ini memiliki saku pada sisi samping yang bisa dimanfaatkan untuk beberapa perlengkapan penting.

3. Bantal menyusui tipe U

Bantal menyusui tipe U sudah pasti berbentuk seperti huruf U atau seperti bulan sabit. Jenis ini merupakan pilihan utama para ibu menyusui. Ini bisa memudahkan posisi lengan Anda sehingga tidak cepat pegal.

4. Bantal menyusui kembar

Ada juga bantal menyusui yang telah dirancang untuk menyusui anak kembar sekaligus. Jadi, Anda tidak perlu membeli dua bantal menyusui. Belilah bantal menyusui tipe kembar ini untuk menyusui bayi kembar Anda sekaligus.

5. Bantal menyusui firm

Bantal menyusui jenis ini menggunakan busa padat sehingga bayi bisa memiliki posisi yang tinggi dan kokoh. Hal ini sangat mendukung perlekatan menyusu yang sempurna. Sprei bantal menyusui firm mudah untuk dicuci menggunakan mesin cuci.

6. Bantal menyusui untuk di perjalanan

Melakukan perjalanan seharusnya bukan sebuah hambatan bagi Anda untuk tetap bisa menyusui bayi tanpa mengalami nyeri punggung, leher, dan bahu. Anda tetap bisa mendapatkan manfaat bantal menyusui saat sedang ada di perjalanan. Gunakanlah bantal menyusui jenis ini yang ramah digunakan saat sedang melakukan travelling.

Baca juga: Sebelum Mulai Menyusui, Ibu Sebaiknya Mulai Memperhatikan Hal-Hal Berikut

Cara pakai bantal menyusui

Bagaimanakah cara pakai bantal menyusui? Mungkin pertanyaan ini masih ada di benak para ibu yang belum memiliki pengalaman menggunakan bantal menyusui. Oleh karena itu, silahkan menyimak penjelasan di bawah ini.

Berikut ini adalah tahapan petunjuk cara pakai bantal menyusui:

1. Memasang bantal menyusui

Pemasangan adalah tahapan pertama untuk memakai bantal menyusui. Sesuaikanlah dengan jenis bantal menyusui yang Anda miliki. Pastikan bantal sudah terpasang dengan baik dan nyaman bagi Anda.

2. Mengatur posisi bantal menyusui

Setelah tahap pemasangan selesai, tahap selanjutnya adalah mengatur posisi ketinggian bantal menyusui. Tahapan ini harus diperhatikan demi kenyamanan Anda dan bayi. Pastikan posisi bayi tepat berada di depan puting Anda. Hal ini akan menghindari nyeri lengan, punggung, leher, dan bahu.

3. Uji coba posisi

Sebelum mulai menyusui, lakukanlah uji coba untuk menguji posisi bantal menyusui. Hal ini penting karena sering kali posisi bantal menyusui menjadi turun setelah bayi diletakkan akibat berat badan bayi. Anda bisa menambahkan bantal yang pas agar bantal menyusui memiliki ketinggian yang sesuai.