Balas Dendam Saat Buka Puasa, Berbahaya Nggak Sih?

makan-nasi-buka-puasa-doktersehat
Photo Source: Flickr/mixedmedia

DokterSehat.Com– Ada dua jenis orang yang bisa kita temui di buka puasa, yakni yang memilih untuk mengonsumsi minuman atau makanan kecil seperti kurma atau jajanan serta mereka yang langsung makan besar. Mereka yang makan besar seringkali dianggap sebagai orang-orang yang ‘balas dendam’ karena sebelumnya tidak makan dan minum seharian. Sebenarnya, apakah tidak apa-apa jika kita langsung ‘balas dendam’ saat berbuka?

Dampak balas dendam saat buka puasa

Pakar kesehatan menyebut langsung makan besar saat buka puasa sebenarnya tidak akan memberikan dampak bagi kesehatan, khususnya bagi mereka yang memang sudah terbiasa melakukannya. Hanya saja, jika perut kita belum benar-benar siap untuk dimasuki makanan atau minuman dalam jumlah yang banyak saat berbuka puasa, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk langsung makan besar dan memilih untuk mengonsumsi camilan saja demi membuat perut beradaptasi sebelum akhirnya makan besar.

Selain itu, jika kita menerapkan balas dendam dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang tersedia, hal ini justru akan membuat perut kekenyangan dan tidak nyaman. Bahkan, dalam banyak kasus, hal ini akan membuat kita sulit untuk bergerak. Bisa jadi hal ini bahkan bisa membuat asupan kalori dan kolesterol menjadi berlebihan.

Berbagai dampak lain dari langsung balas dendam saat berbuka puasa

Selain menyebabkan dampak yang telah disebutkan sebelumnya, pakar kesehatan menyebut ada berbagai dampak lain yang akan kita rasakan jika langsung balas dendam saat buka puasa.

Berikut adalah dampak-dampak tersebut.

  1. Makan dengan berlebihan

Karena tidak makan dan minum seharian, berbagai makanan yang disediakan di depan kita akan terasa jauh lebih nikmat dari biasanya. Masalahnya adalah jika menuruti nafsu makan kita yang didukung dengan rasa haus dan luar biasa, maka konsumsi makanan justru akan menjadi berlebihan. Padahal, kapasitas perut sebenarnya sangat terbatas.

Makan atau minum terlalu banyak tentu akan membuat badan menjadi tidak nyaman, begah, dan akhirnya bisa berimbas pada peningkatan risiko obesitas.

  1. Mengurangi kenikmatan buka puasa

Memang, makan atau minum di waktu berbuka akan memberikan sensasi kenikmatan yang luar biasa karena sebelumnya kita menahan lapar hingga belasan jam, namun jika kita langsung balas dendam dan makan dalam jumlah yang banyak, bisa jadi perut akan menjadi tidak nyaman dan akhirnya menurunkan kenikmatan buka puasa.

  1. Memicu gangguan pencernaan

Makan terlalu banyak akan membuat perut kaget sehingga akan memicu gejala seperti perut kembung, begah, mual-mual, atau bahkan membuat kita muntah. Jika kita sering melakukannya, fungsi organ pencernaan bahkan bisa saja terganggu dan akhirnya menyebabkan datangnya masalah kesehatan yang membuat kita tidak bisa leluasa melakukan ibadah puasa di hari-hari berikutnya.

  1. Membuat mudah mengantuk

Makan dalam porsi besar di waktu berbuka puasa akan membuat tubuh langsung mencurahkan semua energi ke saluran pencernaan. Padahal, tubuh sudah kehilangan energi cukup banyak karena berpuasa seharian. Hal ini membuat otak akhirnya mengubah fungsinya ke mode hemat yang membuat kita mudah mengantuk. Kita pun hanya akan bermalas-malasan setelahnya.

  1. Kesulitan menjalankan ibadah

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, perut yang kekenyangan atau tubuh yang akhirnya mengantuk karena makan kebanyakan akan membuat kita sulit untuk menjalankan ibadah. Padahal, inti dari menjalankan puasa adalah menjalankan ibadah dengan baik.

Melihat fakta ini, langsung makan besar boleh-boleh saja dilakukan saat berbuka. Hanya saja, pastikan untuk tidak ‘balas dendam’ atau makan dengan berlebihan demi mencegah dampak kesehatan yang tidak baik.