Terbit: 14 Juni 2018 | Diperbarui: 24 Maret 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang mengisi daya ponselnya saat tidur malam dengan tujuan membuat ponsel terisi penuh di pagi hari sehingga saat melakukan perjalanan atau berada di tempat aktivitas mereka tidak kehabisan daya ponselnya. Meskipun terlihat seperti aktivitas yang biasa saja, pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengisi daya ponsel saat tidur bisa mengganggu kualitas tidur dengan signifikan.

Waspadai Bahaya Tidur Sambil Mengisi Daya Ponsel

Dilansir dari Mirror, pakar keseahatan David Gale dari Gale & Snowden menyebutkan bahwa sistem saraf tubuh kita membutuhkan energi listrik dengan daya yang sangat rendah.

“Otak kita menggunakan listrik untuk mengirim pesan kepada otot-otot. Bagi sebagian orang, arus listrik dari peralatan elektronik di dalam rumah bisa mengganggu proses ini,” ucap Gale.

Jika kita mengisi daya ponsel di malam hari, tepatnya dekat dengan posisi kita tidur, maka tidur akan terasa tidak nyenyak atau bahkan memicu masalah susah tidur. Bahkan, Gale juga melarang kita untuk mengisi daya ponsel di atas kasur atau di bawah bantal saat tidur karena bisa saja memicu ledakan atau kebakaran. Sebagai informasi, baterai ponsel cenderung mengalami peningkatan suhu saat sedang diisi dayanya.

Dominic Littlewood bahkan menyarankan kita untuk menempatkan ponsel di atas piring lepek saat diisi dayanya. Hal ini akan membuat risiko untuk terkena kebakaran menurun. Selain itu, Littlewood juga tidak menyarankan kita untuk mengisi daya ponsel semalaman karena daya yang terus masuk ke dalam ponsel meski baterai sudah penuh bisa memicu kerusakan pada ponsel.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Littlewood bahkan tidak menyarankan kita untuk mengisi daya hingga penuh 100 persen karena bisa menurunkan usia baterai ponsel dengan signifikan.

Melihat adanya fakta ini, agar tidur tetap bisa nyenyak, ada baiknya kita tidak mengisi daya saat tidur dan memilih waktu lain untuk melakukannya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi