Terbit: 8 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setelah beraktivitas sepanjang hari, tentu saja tubuh kita membutuhkan istirahat yang cukup agar kondisi kembali pulih dan bugar di pagi hari. Tidur teramat penting bagi setiap orang, oleh karenanya sangat tidak disarankan bagi setiap orang untuk menunda jam tidurnya, atau begadang. Sebab, waktu tidur yang normal adalah sekitaran 8 jam sehari, malam dan siang hari.

Bahaya Terlalu Banyak Tidur, Salah Satunya Kematian Dini

Namun, walau tidur adalah sebuah aktivitas yang baik, kita tetap tidak boleh melakukannya secara berlebihan. Sebab, segala sesuatu yang sifatnya berlebihan sangat tidak baik, tak terkecuali tidur.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuan asal David Geffen School of Medicine di UCLA, menyebutkan ada serangkaian dampak buruk bagi seseorang yang terlalu banyak tidur dalam hidupnya. Adapun dampak buruk itu sebagai berikut.

1. Obesitas

Seperti yang sudah kita ketahui, terlalu banyak tidur bisa berpotensi membuat tubuh menjadi lebih gemuk. Hal itu dikarenakan adanya tekanan dan penahanan lemak yang terjadi ketika tubuh sedang kondisi statis. Untuk itu, jika Anda tergolong orang yang takut mengalami obesitas, sebaiknya tidak banyak tidur.

2. Kemampuan Otak Menurun

Tidur memang baik dalam mengistirahatkan semua organ di dalam tubuh, termasuk otak. Tapi tidur terlalu panjang juga cukup berbahaya dalam kinerja otak. Bahkan, ada beberapa kasus terjadi seseorang mengalami lunglai ketika tidur terlalu lama. Bahkan, bahayanya juga bisa menurunkan kemampuan otak sehingga pikun dini.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

3. Kematian Dini

Risiko ini yang perlu diperhatikan oleh setiap orang. Jangan mengira tidur terus adalah hal yang baik. Sebab, dari berbagai survei yang pernah dilakukan, ditemui beberapa peristiwa yang cukup mengerikan, yakni terjadinya kematian dini. Sebab, tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, dan stroke.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi