Awas, Sengaja Menunggu Rasa Lapar untuk Makan Ternyata Ada Bahayanya!

doktersehat makanan harus dihindari wanita

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering menunda makan hanya karena alasan belum lapar? Menunggu lapar untuk makan memang sering menjadi alasan beberapa orang jadi menunda waktu makan atau tidak terbiasa makan teratur.

Hal ini kerap dianggap sepele oleh sebagian besar orang, namun tahukah Anda bahwa terbiasa menunggu rasa lapar untuk makan ternyata juga bisa berbahaya, lho.

Ya, terbiasa menunggu datangnya rasa lapar untuk makan bisa memberikan beberapa dampak yang kurang baik untuk kesehatan, apa saja sih bahayanya?

doktesehat makanan dibatasi saat lebaran
photo credit: Pexels

Bahaya terbiasa menunggu lapar untuk makan

Rasa lapar memang kerap ditunggu-tunggu sebagai sinyal untuk makan.

Akan tetapi, jika terus menerus terbiasa menunggu datangnya rasa lapar baru kemudian kita mengonsumsi makanan, maka hal tersebut ternyata bukanlah suatu kebiasaan yang baik.

Rasa lapar yang muncul memang merupakan tanda bahwa tubuh sedang kekurangan energi atau kadar glukosa dalam darah, namun rasa lapar tersebut sendiri merupakan tanda bahwa kadar gula dalam tubuh sudah cukup rendah, sehingga, jika kita menunggu rasa lapar untuk makan, dapat menyebabkan beberapa dampak negatif bagi tubuh, diantaranya:

1. Nafsu makan menjadi tinggi

Menunggu datangnya rasa lapar untuk makan berarti membuat pencernaan kita menjadi sangat kosong.

Hal ini tentu otomatis membuat kita menjadi sangat lapar, sehingga nafsu untuk makan menjadi sangat besar.

Kondisi ini ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena nafsu makan yang besar cenderung mengarahkan kita untuk memilih makanan tidak sehat dan porsi makan yang lebih besar.

Rasa lapar yang tinggi akan membuat kita lebih ingin mengonsumsi makanan yang memiliki banyak rasa, misalnya manis, asin, atau gurih. Ketiganya dapat mengarahkan kita memilih makanan yang banyak mengandung gula, garam atau lemak yang harusnya kita batasi porsinya.

Selain itu, nafsu makan yang tinggi juga terbukti cenderung membuat kita kesulitan mengontrol porsi makan untuk disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian tubuh.

2. Gula darah dalam tubuh tidak terkontrol

Rasa lapar menunjukkan bahwa kadar gula tubuh sudah rendah, menunggu rasa lapar muncul baru kemudian makan, tentu membuat produksi hormon insulin terganggu.

Selain itu, gula darah tubuh yang cenderung naik turun jadi sering terjadi, meskipun tidak berbahaya jika terjadi sesekali, namun jika dilakukan setiap hari maka tentu hal ini bisa membuat kadar gula dalam darah menjadi tidak terkontrol.

3. Mengganggu metabolisme pencernaan

Metabolisme pencernaan bisa terganggu jika kita menunggu rasa lapar untuk makan, karena nafsu makan yang besar, bisa jadi membuat kita akan mengonsumsi makanan dalam porsi banyak dalam satu waktu.

Kondisi ini tentu mempeberat metabolisme tubuh, apalagi jika kita mengonsumsi makanan secara terburu-buru sehingga mengunyah makanan tidak secara perlahan. Tentu proses penyerapan zat gizi pada makanan di lambung dan usus, akan semakin berat dan lama.

4. Berat badan naik

Kombinasi ketiga hal diatas dapat menyebabkan berat badan menjadi naik.

Pilihan makanan yang tinggi kalori, porsi yang berlebihan, hingga gangguan proses pencernaan dan metabolisme zat gizi dalam tubuh, utamaya peningkatan simpanan lemak, tentu akan berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Nah, itu dia 4 bahaya jika kita terbiasa menunggu rasa lapar untuk makan.

Agar dapat terhindar dari bahaya di atas, maka akan lebih baik jika kita membiasakan diri untuk makan teratur 3 kali sehari di selingi dengan konsumsi camilan 2-3 jam setelah dan sebelum makan utama.

Hal ini akan efektif menjaga nafsu makan, kadar gula darah tubuh, hingga berat badan tubuh yang terkontrol, bukan?