Suhu Udara Lebih Dingin, Berbahayakah Bagi Kesehatan?

doktersehat-melindungi-kulit-dari-cuaca-dingin-ekstrim
Photo Credit: Pexels.com/Kristin Vogt

DokterSehat.Com– Belakangan ini suhu udara di beberapa daerah di Indonesia cenderung lebih dingin dari biasanya. Bahkan, di kawasan Dieng, Jawa Tengah, embun pagi bisa membeku sehingga membuat pemandangan di sekitarnya mirip dengan suasana musim dingin yang bersalju. Meskipun bisa membuat kita lebih nyaman karena tak lagi perlu memakai kipas angin atau AC, apakah suhu udara yang lebih dingin ini bisa memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa bagi sebagian orang, suhu udara yang lebih dingin ternyata bisa memicu datangnya masalah kesehatan. Sebagai contoh, mereka yang mengalami alergi pada udara dingin atau asma tentu akan mengalami gejala seperti sesak napas hingga gatal-gatal atau bentol-bentol pada kulit.

Dampak lain yang akan kita dapatkan saat suhu udara lebih dingin adalah kulit yang menjadi lebih kering. Tak hanya kulit pada tubuh, kita juga bisa mengalami bibir pecah-pecah, mimisan, hingga retak pada telapak kaki. Selain itu, kita juga cenderung menjadi lebih rentan terkena infeksi virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

Meskipun bisa membuat tubuh menjadi lebih nyaman, ada baiknya kita menghangatkan tubuh dengan memakai baju hangat atau selimut saat tidur. Jika tidak, dikhawatirkan kita bisa mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang bisa membahayakan kesehatan dan nyawa.

Hal lain yang harus kita lakukan saat suhu udara menjadi lebih dingin seperti sekarang ini adalah dengan memakai lotion pelembab pada kulit atau balsem pada bibir demi mencegah masalah bibir kering. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan memenuhi asupan air minum setiap hari agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan tidak mudah jatuh sakit.