Awas, Ini 3 Bahaya Jika Sering Tak Makan Malam

doktersehat memaskan makanan
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com– Apakah Anda termasuk sering melewatkan waktu makan malam? Makan malam selalu menjadi waktu makan utama yang paling banyak dihindari karena dianggap berkontribusi besar dalam peningkatan berat badan.

Tak heran jika makan malam telah menjadi musuh untuk banyak orang, utamanya yang sedang melakukan penurunan berat badan, ya.

Akan tetapi, asal meninggalkan waktu makan malam ternyata justru akan menyebabkan dampak yang tidak sehat untuk tubuh, lho.

Hal ini kerap tidak disadari, padahal risikonya mengancam kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan diet penurunan berat badan justru jadi gagal.

Manfaat melakukan makan malam

Makan malam, yang sebenarnya merupakan salah satu waktu makan utama yang cukup dianjurkan, merupakan waktu makan yang penting untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Seperti yang kita tahu, makan malam, dalam porsi dan pemilihan jenis yang tepat, mampu memberikan asupan kebutuhan gizi harian sebesar 25-30%.

doktesehat makanan dibatasi saat lebaran
photo credit: Pexels

Tidak melakukan makan malam, berarti sama dengan tidak mencukupi asupan kebutuhan harian tubuh.

Kondisi ini dalam jangka panjang tentu berisiko membuat tubuh kekurangan asupan gizi, apalagi jika asupan makanan ketika ngemil, adalah makanan yang gizinya tidak seimbang.

Bahaya jika sering tidak melakukan makan malam

Sering tidak melakukan makan malam tidak hanya berisiko membuat tubuh kekurangan asupan gizi, namun juga akan menyebabkan beberapa kondisi lain, diantaranya adalah:

1. Mengganggu pencernaan utamanya kesehatan lambung

Padahal saat malam, tubuh yang beristirahat tetap memerlukan asupan energi untuk metabolisme. Tidak makan malam berarti membuat tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan metabolisme.

Perubahan pertama yang terjadi pada tubuh akibat kondisi ini adalah lambung akan kosong lebih lama.

Hal ini tentu akan membuat asam lambung naik, yang akan menyebabkan munculnya rasa perih pada lambung hingga gangguan pada pencernaan pada perut misalnya muncul rasa begah atau kembung pada perut.

Jika terjadi pada malam hari, maka hal ini tentu mengganggu kualitas tidur. Sedangkan jika terjadi pagi hari, maka risiko reaksi bisa jadi lebih parah dan akan mengganggu aktivitas pagi hari Anda.

Kondisi ini juga akan menyebabkan Anda kesulitan untuk mengonsumsi makanan dengan nyaman di pagi hari, bukan?

2. Meningkatkan risiko ngemil makanan manis di malam hari

Tidak makan malam, berarti membuat tubuh akan sangat kelaparan. Bukan tidak mungkin hal ini akan menyebabkan Anda terbangun di tengah malam dengan kondisi sangat kelaparan.

Kondisi tubuh yang sangat kelaparan berisiko membuat kita cenderung akan lebih menginginkan, atau craving</em, makanan manis. Hal ini tentu akan membuat asupan makanan jadi lebih tidak terkontrol.

doktersehat makanan manis
Photo credit: Pexels by Ash

Nafsu makan yang sedang besar bisa menyebabkan kita mengonsumsi makanan manis berlebihan.

Hal ini bukan tidak mungkin akan membuat berat badan jadi meningkat dan kadar gula darah tubuh jadi tidak terkontrol.

Hasilnya, melewatkan waktu makan malam justru akan menggagalkan diet dan bukan tidak mungkin akan meningkatkan risiko penyakit diabetes.

3. Mengganggu keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh

Makan yang tidak teratur, apapun waktu makannya, akan membuat gula darah dalam tubuh ikut tidak teratur. Akan tetapi, pada makan malam, jeda waktu saat tubuh istirahat, yang umumnya lebih dari 7 jam, akan menyebabkan rentang yang cukup panjang.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c-1024

Hal ini jika terjadi terus menerus akan menyebabkan tubuh kesulitan mengontrol kadar gula dalam tubuh. Kondisi ini tentu kurang baik karena kadar gula harian tubuh jadi cenderung tidak seimbang dengan jeda waktu yang terlalu lama.