Terbit: 3 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Mereka yang memelihara anjing tentu terbiasa untuk dijilati oleh hewan peliharaannya. Meskipun dianggap sebagai cara anjing untuk menunjukkan rasa sayangnya pada pemiliknya, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada bahaya yang mengintai jika kita kerap dijilat anjing.

Bahaya Sering Dijilat Anjing

Dilansir dari New York Times, pakar kesehatan dr. Joe Kinnarney dari American Veterinary Medical Affiliation menyebutkan bahwa jilatan anjing bisa memicu infeksi parasit meskipun kasus ini memang jarang terjadi. Infeksi parasit ini disebabkan oleh kemungkinan adanya 20 juta- 30 juta telur cacing gelang yang ada dalam saluran pencernaan anak anjing.

Telur-telur cacing ini ditularkan saat anjing menjilat anus anjing lainnya atau tanpa sengaja menelan kotoran dari anjing atau hewan lain. Jika kita dijilat oleh anjing, ada kemungkinan lidahnya memiliki parasit dan akhirnya berpindah ke tubuh kita. Hal ini tentu bisa memicu dampak kesehatan seperti sakit perut, diare, demam, batuk-batuk, sesak napas, atau bahkan ruam kemerahan pada kulit.

Tanpa kita sadari, anjing kerap mengendus benda atau tempat-tempat yang kotor. Hal ni membuatnya rentan terkena bakteri clostridium, e-coli, salmonella, hingga campylobacter. Berbagai bakteri ini bisa memicu gangguan pencernaan yang tidak bisa disepelekan seperti diare, sakit perut, mual-mual, dan muntah.

Kita memang tidak akan mudah terkena penyakit jika dijilat di bagian tangan atau kaki, namun jika kita dijilat di bagian wajah, mulut, atau pada bagian kulit yang terkena luka terbuka, maka risiko untuk terkena infeksi parasit berbahaya pun meningkat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk sering membersihkan hewan peliharaan dan berhati-hati saat berinteraksi dengan mereka. Jika kita dijilat oleh anjing, ada baiknya kita segera mencuci tangan dan bagian kulit yang dijilat dengan air dan sabun.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi