Terbit: 29 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Handphone atau HP adalah benda yang kini sangat dibutuhkan, tetapi di balik fungsinya ternyata memiliki bahaya radiasi HP yang disebut-sebut menyebabkan masalah kesehatan atau bahkan kanker! Benarkah? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Bahaya Radiasi HP bagi Kesehatan dan Cara Mengurangi Dampaknya!

Apa Itu Radiasi HP?

Radiasi HP adalah radio frequency (RF) atau gelombang radio yang dipancarkan dari alat komunikasi ini. Semakin dekat HP dengan kepala pengguna, semakin besar terkena paparan gelombang RF.

Ketika menggunakan HP, bagian tubuh yang terdekat dengan HP dapat menyerap lebih banyak energi dari gelombang RF daripada bagian tubuh yang lebih jauh.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi seberapa banyak paparan gelombang RF pada pengguna HP, di antaranya:

  • Jumlah waktu penggunaan HP.
  • Jarak HP dengan kepala pengguna.
  • Jarak pengguna dengan menara sinyal HP. Semakin jauh dari menara membutuhkan lebih banyak energi untuk mendapatkan sinyal.
  • Berada di tempat dengan banyaknya pengguna HP. Banyak orang yang menggunakan HP mungkin memerlukan lebih banyak energi untuk mendapatkan sinyal.
  • Teknologi HP yang digunakan. Perangkat yang berbeda dapat mengeluarkan jumlah energi yang berbeda.

Penelitian Bahaya Radiasi HP Terkait Masalah Kesehatan

Orang menggunakan atau menatap layar HP adalah pemandangan yang nyaris bisa ditemui setiap hari. Baik di kantor, transportasi umum, hingga saat rapat sekali pun. HP menjadi benda yang wajib dibawa sehari-hari.

Manfaat telepon genggam memang mampu meningkatkan interaksi sosial dan membantu seseorang mengurangi perasaan terisolasi. Namun, sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa bahaya radiasi HP dipancarkan memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Telepon genggam memancarkan gelombang radio, yang merupakan suatu bentuk radiasi. Ketika menggunakan HP, terutama didekatkan dengan kepala, tubuh dapat menyerap energi ini.

Bahaya radiasi HP diketahui dapat meningkatkan risiko kanker. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), radiasi HP kemungkinan bersifat karsinogenik, zat yang menyebabkan kanker pada manusia.

Namun, meski banyak penelitian telah meneliti akibat radiasi HP bagi kesehatan, saat ini tidak ada bukti yang kuat bahwa radiasi meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Satu-satunya efek biologis yang diyakini dari radiasi gelombang radio pada manusia adalah efek pemanasan. Efek radiasi gelombang radio ini sama dengan microwave yang digunakan untuk memanaskan makanan.

Paparan radiasi gelombang radio dari penggunaan HP menyebabkan sensasi panas pada bagian tubuh yang menempel atau dekat dengan HP, misalnya, tangan, telinga, dan kepala.

Bahaya Radiasi HP bagi Kesehatan

Berdasarkan berbagai hasil penelitian, orang yang sering menggunakan HP dapat menimbulkan beberapa dampak negatif pada kesehatan akibat terkena radiasi gelombang radio.

Berikut ini beberapa bahaya radiasi HP yang patut diwaspadai:

1. Mengurangi Produksi Sperma

Menurut kesimpulan dari beberapa penelitian secara ilmiah menyatakan bahwa penggunaan HP bisa menyebabkan jumlah produksi sperma berkurang, sehingga mengganggu kesuburan. Sperma yang menjadi tidak subur dapat menyebabkan kesulitan untuk memiliki keturunan.

Beberapa studi lainnya menunjukkan bahwa pria yang terbiasa menaruh HP di saku celana cenderung memiliki sperma yang lebih sedikit dan kurang berkualitas. Ini tergantung durasi paparan harian terhadap radiasi HP dan terlepas dari kualitas sperma sebelumnya.

Berikut ini bahaya radiasi HP untuk kesuburan pria:

  • Jumlah produksi sperma
  • Motilitas (pergerakan sperma)
  • Viabilitas (jumlah sperma yang hidup dan tidak hidup)
  • Morfologi normal (ukuran dan bentuk sperma)

2. Dampak Negatif bagi Kehamilan

Satu penelitian telah menyelidiki efek radiasi HP yang dilaporkan sendiri oleh ibu selama kehamilan, yaitu timbulnya ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau perilaku hiperaktif pada anak-anak.

Perilaku hiperaktif adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas yang tidak lazim dan cenderung berlebihan

Dalam sebuah penelitian di tahun 2017, para peneliti dari Barcelona menganalisis data pada pada ibu hamil sebanyak 80.000 lebih dan menemukan bahwa ketika para ibu hamil lebih banyak waktu menggunakan HP, anak-anaknya lebih cenderung memiliki masalah perilaku dan emosional, terutama hiperaktif.

3. Mengganggu Daya Ingat

Menurut penelitian di Swiss Tropical and Public Health Institute, menggunakan HP secara teratur dalam waktu yang lama dapat merusak daya ingat pada kaum remaja.

Efek radiasi HP dapat memengarungi memori figural remaja, yang terutama terletak di otak kanan, yang berfungsi untuk mengingat bentuk dan gambar.

Sedangkan mereka yang menggunakan HP di dekat telinga kanan sangat mengganggu daya ingatan.

4. Kanker Otak

Penggunaan ponsel dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus dapat pula menyebabkan timbulnya kanker otak, khususnya yang sering menelpon dan ditempelkan di telinga atau wilayah kepala. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.

Para pakar melakukan penelitian dan menemukan bahwa ada peningkatan glioma dan peningkatan resiko kanker otak akustik neuroma bagi pengguna ponsel, otak manusia dapat dengan mudah teradiasi apabila anda menggunakan ponsel dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus.

Meski begitu, sejumlah penelitian tentang dampak atau akibat radiasi HP bagi kesehatan masih terbatas, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Kanker Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Cara Mengurangi Efek Radiasi HP

Untuk mengurangi masalahh kesehatan akibat radiasi HP, para ahli menyarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:

  • Batasi jumlah waktu penggunaan HP sebisa mungkin.
  • Jangan menyimpan HP di saku celana atau ikat pinggang, sebaiknya simpan di tas.
  • Menggunakan loudspeaker atau headset saat menelepon.
  • Batasi jumlah waktu menelepon.
  • Menggunakan telinga secara bergantian saat menelepon.
  • Menjauhkan HP saat tidur atau matikan.
  • Menonaktifkan kartu SIM ketika HP tidak digunakan.
  • Beralih ke pesan teks alih-alih berbicara (jangan melakukan ketika berkendara).
  • Kurangi waktu penggunaan HP ketika sinyal lemah karena HP mencari sinyal bisa menggunakan lebih banyak energi.
  • Kurangi penggunaan HP untuk streaming audio atau video dan mengunduh atau mengunggah ukuran file besar.

 

  1. Anonim. 2020. Cellular (Cell) Phones. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/cellular-phones.html. (Diakses pada 29 Juli 2020)
  2. Anonim. 2019. Cell Phones and Cancer Risk. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet#why-is-there-concern-that-cell-phones-may-cause-cancer-or-other-health-problems. (Diakses pada 29 Juli 2020)
  3. El-Hamd, Mohammed A dan Soha A. 2018. Cell phone and male infertility: An update. http://www.journal-ina.com/article.asp?issn=2394-2916;year=2018;volume=5;issue=1;spage=1;epage=5;aulast=El-Hamd#:~:text=Conclusion-,Cell%20phone%20radiation%20may%20negatively%20affect%20sperm%20quality%20in%20men,viability%2C%20thus%20impairing%20male%20fertility. (Diakses pada 29 Juli 2020)
  4. Maß, Katharina dan Ruqayyah M. 2018. Cell phone radiation may be damaging teenagers’ memories. https://www.businessinsider.com/mobile-phone-radiation-may-impair-adolescent-memory-2018-7?r=US&IR=T#:~:text=Regular%20use%20of%20cell%20phones,Tropical%20and%20Public%20Health%20Institute. (Diakses pada 29 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi