Terbit: 27 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Terdapat sejumlah dampak negatif dari polusi udara yang mungkin sudah jadi ‘makanan’ sehari-hari, khususnya Anda yang tinggal dan beraktivitas di daerah perkotaan maupun area indsutri. Apa saja bahaya polusi udara bagi kesehatan? Simak informasi selengkapnya berikut ini!

12 Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan & Cara Menghindarinya

Apa Itu Polusi Udara?

Di zaman yang serba modern seperti sekarang, kita yang hidup di perkotaan sudah tidak bisa lagi menghindar dari yang namanya polusi udara. Ini terdiri dari partikel-partikel kecil yang beterbangan di udara. Partikel-partikel tersebut biasanya berasal dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, asap rokok, dan masih banyak lagi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa ada 4 (empat) jenis polutan yang bahayanya paling signifikan apabila sampai masuk ke dalam tubuh, yaitu:

  • Nitrogen dioksida
  • Sulfur dioksida
  • Materi partikulat yang terdiri dari padatan tersuspensi dan droplet
  • Ozone

Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Tubuh

Ada banyak dampak buruk yang akan kita peroleh dari polusi udara. Adapun dampaknya mulai dari gangguan pernapasan, gangguan kulit, hingga gangguan pencernaan akibat banyaknya zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Berikut ini adalah sederet bahaya polusi udara yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

1. Batuk dan Sesak Napas

Paparan polutan—baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang—dapat menganggu pernapasan. Salah satu gejala yang umum muncul adalah batuk dan sesak napas.

2. Serangan Asma

Bagi para penderita asma, menghirup polusi yang berasal dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, hingga asap sisa pembakaran sampah hanya akan memperburuk kondisi mereka tersebut. Bukan tidak mungkin penderita asma harus segera dilarikan ke rumah sakit guna mengatasi hal ini karena jika tidak, nyawa menjadi taruhannya.

3. Infeksi Paru-Paru

Paru-paru menjadi ‘korban’ utama dari paparan polusi. Salah satu gangguan medis yang bisa berkembang manakala terpapar polusi adalah infeksi paru-paru. Ini utamanya menyerang mereka yang masih berusia anak-anak.

4. Iritasi Jaringan Paru-Paru

Dampak polusi udara terhadap paru-paru yang lainnya adalah teritasinya jaringan dari organ pernapasan tersebut. Kondisi ini semakin parah dan berbahaya apabila terjadi pada mereka yang telah memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru-paru obstruktif (PPOK).

5. Memperburuk Penyakit Paru-Paru Obstruktif  (PPOK)

Paparan polusi juga dapat mempersulit orang dengan PPOK untuk bernapas. Pada kondisi yang lebih parah, ini bahkan membuat penderita harus menjalani rawat inap karena jika tidak, risikonya bisa sampai kehilangan nyawa.

6. Kanker Paru-Paru

Pada 2013, WHO menetapkan partikel polusi sebagai salah satu penyebab kanker paru-paru. Ini memungkinkan karena partikel-partikel tersebut dapat memicu radikal bebas hingga akhirnya menyebabkan sel-sel bermutasi menjadi sel kanker yang  berbahaya.

7. Menghambat Proses Tumbuh Kembang pada Anak

Dampak negatif lainnya dari paparan polutan udara adalah terhambatnya proses tumbuh kembang pada anak, terutama pertumbuhan organ paru-parunya. Parahnya, ini menyebabkan organ paru-paru mereka juga tidak dapat berfungsi secara optimal bahkan hingga dewasa nanti.

8. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Tidak hanya paru-paru, polusi ternyata juga bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yakni penyakit jantung dan stroke.

9. Berat Badan Bayi saat Lahir Kurang Ideal

Menurut sejumlah penelitian, ibu hamil yang menghirup partikel polusi kemungkinan akan menyebabkan bayi yang tengah dikandungnya mengalami hambatan dalam proses tumbuh kembangnya. Alhasil, saat lahir nanti bayi berpotensi memiliki berat badan yang kurang dari ideal.

10. Kemandulan

Pada wanita, dampak polusi udara bisa sampai menyebabkan gangguan reproduksi. Ya, hal ini mungkin terdengar cukup mengerikan dan menakutkan, tapi itulah faktanya. Ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa pakar kesehatan, bahwasanya polusi yang dihirup setiap hari bisa meningkatkan risiko infertilitas alias kemandulan.

Bahaya yang satu ini lebih berisiko terjadi pada wanita yang cenderung aktif sehingga tubuh dan sistem imun melemah. Secara medis, penyebab dari gangguan reproduksi itu bisa dijelaskan dengan proses masuknya polusi ke dalam tubuh sehingga memicu datangnya endometriosis.

Seperti diketahui, endometriosis bisa terjadi karena darah yang seharusnya keluar saat menstruasi, malah masuk ke dalam saluran tuba falopi. Hal itu karena adanya radikal bebas yang bercampur pada polusi di jalanan. Semakin banyak Anda menghirupnya, semakin tinggi pula risiko itu akan terjadi.

11. Kista

Selain infertilitas, paparan partikel polusi pada wanita juga bisa membuat rahim mengalami kista. Adanya kista ini menyebabkan rahim menjadi rapuh sehingga cukup mengkhawatirkan.

Oleh karenanya, jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan, lakukan langkah pencegahan dengan menggunakan masker. Selain itu, terapkanlah pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi, minum air putih yang banyak, dan rajin berolahraga.

12. Kematian Dini

Berdasarkan sejumlah penelitian, polusi udara juga kemungkinan dapat menurunkan angka harapan hidup seseorang. Kendati belum ada penjelasan spesifik mengenai hal ini, sebaiknya Anda tetap waspada.

Seperti Apa Ukuran Baik-Buruknya Kualitas Udara?

Dilansir dari laman airnow.gov, indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) memiliki skala 0-500. Semakin tinggi angkanya, maka artinya kualitas udara semakin buruk dan tidak sehat.

Untuk lebih jelasnya, simak informasi berikut:

  • 0-50 (Hijau), menandakan jika kualitas udara sangat baik. Polusi udara mungkin ada, namun kadarnya sedikit dan tidak berisiko
  • 51-100 (Kuning), menandakan jika kualitas udara masih cukup baik. Namun, pada beberapa orang yang sensitif, hal ini bisa berisiko
  • 101-150 (Jingga), menandakan jika kualitas udara tidak baik bagi orang-orang dengan masalah pernapasan seperti asma dan PPOK
  • 151-200 (Merah), menandakan jika kualitas udara sudah tidak baik dan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Pada orang-orang yang memiliki masalah pernapasan, udara seperti ini dapat memperburuk kondisi mereka
  • 201-300 (Ungu), menandakan jika kualitas udara sangat tidak sehat dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan khususnya pernapasan
  • 301 dan seterusnya (Marun), menandakan jika kualitas udara sangat berbahaya dan bisa menyebabkan komplikasi serius bagi siapapun yang terpapar

Tips Melindungi Diri dan Polusi Udara

Melihat apa saja dampak dari polusi udara tersebut, maka melakukan langkah pencegahan menjadi suatu keharusan agar Anda bisa terbebas dari bahayanya. Apa saja tips-tips untuk melindungi diri dari paparan polusi?

  • Tidak merokok atau hindari asap rokok
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
  • Kurangi penggunaan kendaraan pribadi
  • Gunakan air purifier di dalam rumah
  • Bersihkan pendingin ruangan secara berkala
  • Bersihkan rumah beserta perabotan dari debu dan kotoran
  • Menanam tumbuh-tumbuhan pada pekarangan rumah

 

  1. American Lung Association. The Terrible 10: Air Pollution’s Top 10 Health Risks. https://www.lung.org/blog/air-pollutions-top-10-health-risks (accessed on 21 October 2020)
  2. Anonim. AQI Basics. https://www.airnow.gov/aqi/aqi-basics/#:~:text=Think%20of%20the%20AQI%20as,300%20represents%20hazardous%20air%20quality. (accessed on 21 October 2020)
  3. Sissons, C. 2020. How does air pollution affect our health? https://www.medicalnewstoday.com/articles/327447#long-term-exposure (accessed on 21 October 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi