Terbit: 3 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Efek ganja diketahui dapat mengganggu kesehatan tubuh dan psikologis karena zat berbahaya yang ditemukan di dalam ganja. Delta-9 Tetrahydrocannabinol (THC) merupakan salah satu zat dari 400 zat kimia dalam ganja. Ketahui lebih lengkap tentang efek dan bahaya ganja di bawah ini!

efek-ganja-doktersehat

Bahaya dan Efek Ganja bagi Kesehatan Tubuh

Ganja adalah tumbuhan sejenis rumput yang dikonsumsi dalam bentuk rokok atau dimakan. Orang yang mengonsumsi ganja biasanya akan merasa sangat bahagia (high), ilusi atau hal-hal aneh dalam pikirannya, bermata sayu, mengantuk, dan bahkan menyebabkan kecelakaan saat berkendara.

Berikut ini adalah sejumlah efek ganja lainnya yang berbahaya bagi kesehatan jasmani dan mental:

1. Merusak Otak

Daun ganja dapat membuat penggunanya lebih sulit untuk fokus, belajar, dan mengingat. Kondisi ini merupakan efek jangka pendek yang berlangsung selama 24 jam atau lebih setelah berhenti menggunakannya.

Namun, menggunakan ganja dalam jumlah banyak, terutama di usia remaja, dapat menimbulkan efek yang permanen. Tes pencitraan menemukan bahwa ganja secara fisik dapat mengubah otak pada remaja, yakni memiliki lebih sedikit koneksi di bagian otak yang terkait dengan kewaspadaan, pembelajaran, memori, dan tes menunjukkan skor intelligence quotient (IQ) yang lebih rendah.

2. Merusak Paru-Paru

Mengisap asap rokok ganja dapat mengiritasi paru-paru. Jika terlalu sering menggunakan ganja, penggunanya bisa mengalami masalah pernapasan yang sama dengan seseorang perokok tembakau. Gejala efek ganja ditandai dengan batuk berkelanjutan yang disertai dahak berwarna.

Paru-paru orang yang mengonsumsi ganja juga mungkin lebih mudah terkena infeksi. Ini karena THC yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

3. Masalah Kesehatan Jantung

Bahaya ganja membuat jantung bekerja lebih keras. Biasanya jantung berdetak sekitar 50 hingga 70 kali per menit, tapi bisa meningkat dari 70 hingga 120 detak atau lebih per menit selama 3 jam setelah mengonsumsi ganja.

Bahaya lainnya termasuk tar dan bahan kimia lain dalam ganja dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Bahayanya bahkan lebih tinggi bagi pengguna ganja yang memiliki usia lebih tua atau jika memiliki masalah jantung.

4. Menggangu Sistem Pencernaan

Efek ganja dapat menyebabkan sensasi rasa terbakar di mulut dan tenggorokan. Ganja juga dapat menyebabkan masalah pencernaan saat dikonsumsi secara oral.

Penggunaan ganja jangka panjang bisa menyebabkan Cannabinoid hyperemesis syndrome (CHS)
bagi beberapa orang. Hal ini menyebabkan pengguna ganja mengalami mual parah, muntah, dan dehidrasi. Kondisi ini terkadang membutuhkan pertolongan medis darurat.

5. Masalah Peredaran Darah

Ganja yang dikonsumsi membuat zat THC memasuki paru-paru dan mengalir dalam darah hingga ke seluruh tubuh. Dalam beberapa menit, detak jantung dapat meningkat 20 hingga 50 kali per menit. Detak jantung yang cepat ini dapat berlangsung hingga 3 jam. Jika memiliki penyakit jantung, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung!

Efek ganja juga membuat penggunanya mengalami mata merah karena pembuluh darah di mata menyebabkan pembesaran.

6. Menurunkan Kekebalan Tubuh

Merokok daun ganja dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh karena kandungan zat THC. Penelitian yang melibatkan hewan menunjukkan bahwa THC dapat merusak sistem kekebalan tubuh, membuat pengguna ganja lebih rentan terhadap berbagai jenis kanker dan infeksi tertentu.

Meski begitu, penelitian terkait ganja dan sistem imun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami efeknya.

7. Berisiko Kanker Testis

Penelitian di tahun 2015 dan meta-analisis dari tiga penelitian sebelumnya menemukan bahwa penggunaan pohon ganja yang sering atau jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker testis.

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara menggunakan ganja dan peningkatan risiko untuk sebagian besar kanker, National Academies of Sciences menemukan beberapa bukti yang menunjukkan peningkatan risiko untuk subtipe seminoma kanker testis yang tumbuh lambat.

8. Masalah Kehamilan dan Menyusui

Ibu yang merokok daun ganja saat hamil memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Bayi yang terpapar ganja di dalam rahim juga memiliki peningkatan risiko prematur dan kecacatan pada janin dalam kandungan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah kadar zat THC diekskresikan ke dalam ASI yang dapat menghambat pertumbuhan bayi dan memengaruhi perkembangan otak.

9. Mengganggu Kesehatan Mental

Mengonsumsi ganja sering kali membuat penggunanya merasa cemas, takut, atau panik. Menggunakan ganja juga dapat meningkatkan risiko mengalami depresi klinis atau memperburuk gejala gangguan mental yang sudah diderita.

Sedangkan penggunaan ganja dalam jumlah banyak bisa membuat seseorang paranoid atau kehilangan kontak dengan kenyataan sehingga merasakan halusinasi.

10. Kecanduan

Bahaya ganja selanjutnya menyebabkan penggunanya kecanduan karena di dalamnya memiliki kadar bahan adiktif. Lebih berbahaya lagi, pengguna ganja akan ketagihan mengonsumsi marijuana ini hingga menjadi ketergantungan. Dampak buruknya menimbulkan berbagai efek negatif dan bahkan overdosis.

Penggunaan ganja yang sering dapat menyebabkan perkembangan gangguan penggunaan narkoba, penyakit medis di mana seseorang tidak dapat berhenti menggunakannya meskipun telah menyebabkan masalah kesehatan dan sosial di kehidupannya.

Kebanyakan pengguna ganja dalam jangka panjang dan mencoba berhenti melaporkan mengalami gejala ringan yang menyebabkan sulit untuk berhenti, di antaranya merasa kesal, kesulitan tidur, tidak nafsu makan, gelisah, dan mengidam.

Baca Juga: Begini Ciri-Ciri Perilaku Pecandu Ganja

11. Psikosis

Sebuah penelitian yang dilakukan pada saudara kandung menunjukkan bahwa mengonsumsi pohon ganja jangka panjang dapat meningkatkan risiko psikosis pada orang dewasa muda.

Psikosis adalah suatu kondisi yang memengaruhi cara otak memproses informasi. Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan seperti melihat, mendengar, atau percaya hal-hal yang tidak nyata.

12. Perubahan DNA Manusia

Mengisap asap daun ganja menyebabkan penggunanya bisa menjadi lebih rentan terkena kanker karena asap pembakaran mengandung radikal bebas yang dapat merusak DNA.

Deoxyribonucleic acid atau DNA adalah molekul yang mengandung instruksi yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel berjalan normal, bila terjadi kerusakan DNA maka suatu sel dapat berubah menjadi sel kanker atau sel ganas.

13. Masalah Reproduksi

Menurut tinjauan penelitian pada hewan, penggunaan pohon ganja dapat menyebabkan disfungsi seksual. Sementara penelitian lainnya menunjukkan bahwa ganja dapat mengganggu produksi sperma pada pria dan ovulasi pada wanita. Gangguan ini pada akhirnya dapat menimbulkan risiko masalah kesuburan atau infertilitas.

14. Berisiko Mengalami Skizofrenia

Bahaya ganja dapat meningkatkan risiko skizofrenia, bahkan lebih tinggi jika menggunakannya secara teratur di usia remaja. Alasannya karena otak selama masa remaja masih mengalami tahap pertumbuhan dan membentuk koneksinya, penggunaan ganja dapat mengganggu proses ini.

15. Mengurangi Kepadatan Tulang

Penelitian di tahun 2017 menemukan bahwa orang yang merokok ganja dalam jumlah banyak secara teratur dapat mengurangi kepadatan tulang yang dapat meningkatkan risiko patah tulang.

Semenetara penelitian di University of Edinburgh menggunakan DEXA-scan x-ray dan menemukan bahwa pengguna berat daun ganja memiliki berat badan lebih rendah dan indeks massa tubuh (IMT) berkurang, yang dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang.

_

Itulah bahaya dan efek daun ganja yang dapat menggangu kesehatan tubuh dan bahkan membuat pengguna ataupun pengedarnya dapat dipidana kurungan penjara atau denda. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2019. What is marijuana?. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/marijuana. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  2. Anonim. 2019. How Pot Affects Your Mind and Body. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/marijuana-use-and-its-effects#1. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  3. Anonim. 2017. Cannabis: the facts. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/cannabis-the-facts/. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  4. Buddy. 2019. The Negative Health Effects of Marijuana. https://www.verywellmind.com/the-health-effects-of-marijuana-67788. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  5. Collier, Jasmin. 2018. Marijuana: Good or bad?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320984#What-are-the-health-risks-of-marijuana?. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  6. Davis, Kathleen. 2018. Everything you need to know about marijuana (cannabis). https://www.medicalnewstoday.com/articles/246392#risks. (Diakses pada 3 Juni 2020)
  7. Pietrangelo, Ann dan Kristeen C. 2018. The Effects of Marijuana on Your Body. https://www.healthline.com/health/addiction/marijuana/effects-on-body#1. (Diakses pada 3 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi