5 Bahaya Pemakaian Cat Kuku yang Berlebihan

manfaat-memotong-kuku-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Lydia Pintscher

DokterSehat.Com– Bagi wanita, penampilan ada salah satu hal yang krusial. Bukan hanya pakaian yang digunakan harus rapi, tapi juga cara merias diri. Tak hanya wajah, kuku pun menjadi kanvas cantik yang wajib dihias dengan cat berwarna indah. Demi terlihat enak dipandang, banyak juga lo yang memutuskan untuk pergi ke salon.

Photo Credit: flickr/ Lydia Pintscher

Nah, untuk Anda yang hobi menghias kuku indahnya, ternyata penggunaan cat terlalu berlebih dapat memberikan efek buruk bagi tubuh. Dilansir dari Daily Mail, seorang ahli epidemiologi dari Universita Standford, Dr Thu Quach mengungkapkan bahwa bahan kimia dalam cat kuku mengandung bahan kimia beracun yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh pemakainya. Penasaran seperti apa bahaya dari cat kuku ini? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut.

1. Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Hampir semua produk kecantikan mengandung bahan kimia dengan manfaat dan efek tertentu. Begitu pula dengan cat kuku, baik di salon maupun beli sendiri. Meski jumlah kandungannya tak sama, tetap saja risiko bahan kimia dalam cat kuku tersebut dapat mengganggu kesehatan. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam produk ini terdiri dari toluene, formaldehyde atau formalin dan dibutyl phthalate. Ketiganya memiliki efek buruk pada tubuh dalam waktu yang lama.

2. Toluene, Akibatkan Gangguan Sistem Saraf

Kandungan pertama yang ada pada cat kuku adalah zat toluene. Zat ini berfungsi sebagai bahan pelarut agar cat terlihat menarik dan halus ketika dioleskan. Bahan ini berbahaya ketika menguap dan mengeluarkan aroma. Terciumnya aroma tersebut ternyata dapat mengakibatkan banyak hal yang berpengaruh terhadap sistem saraf. Belum lagi timbul iritasi mata hingga pusing bagi yang sering mengirup aromanya. Zat ini pula yang menyebabkan kerusakan reproduksi.

3. Formalin, Bahan Pengawet Mayat

Formaldehyde atau formalin menjadi bahan berikutnya yang juga menjadi kandungan dari cat kuku. Zat ini memiliki fungsi untuk mengawet cat agar dapat bertahan dalam waktu lama. Seperti toluene, kandungan ini juga dapat berbahaya. Selain dapat menimbulkan kerusakan kulit dan sakit kepala, pemakai atau pekerja salon dan terpicu gejala kanker.

4. Dibutyl Phthalate, Ancam Kesehatan Janin

Untuk ibu hamil, sebaiknya untuk menghindari pemakaian cat kuku. Bukan tanpa alasan, zat dibutyl phthalate yang terkandung dalam cat kuku bisa memengaruhi siklus pubertas awal pada perempuan. Hal ini bisa mengakibatkan cacat seksual. Parahnya lagi, bagi ibu hamil yang bisa menghambat perkembangan dari janin. Karenanya, lebih baik menghindari pemakaian produk kecantikan tersebut.

5. Efek Berat

Bukan saja bagi pemakai, ternyata pekerja salon juga memiliki efek berat pemakaian dari cat kuku ini. Mereka yang mengalami kontak langsug dengan bahan tersebut dapat mengalami efek tertentu, seperti iritasi kulit, cedera mata dan reaksi alergi. Apalagi bagi yang berada di dalam salon dengan ventilasi buruk. Gejala buruk lainnya bisa merambat ke masalah pernapasan, kanker, hingga kontraksi otot yang menimbulkan gangguan proses reproduksi.

Meski timbulnya beragam penyakit seperti kanker dan gangguan kesuburan tidak seratus persen dari kandungan cat kuku, tidak ada salahnya untuk menghindari bukan? Tidak ada larangan untuk menggunakan cat kuku. Namun, sebaiknya mengurangi pemakaian. Atau juga memeriksa kandungan zat cat sebelum menggunakan. Setuju?