Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meski sudah makan malam, masih banyak orang yang memilih untuk ngemil di malam hari. Biasanya, hal ini dilakukan saat mengobrol bersama dengan teman atau anggota keluarga di waktu santai. Meksipun terlihat mengasyikkan untuk dilakukan, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan ini bisa memicu datangnya berbagai macam penyakit.

Ngemil di Malam Hari Bikin Susah Tidur

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michael Grandner dari Arizona University, Tucson, Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa kebiasaan ngemil di malam hari ternyata bisa meningkatkan risiko terkena obesitas, diabetes, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

“Penelitian yang dilakukan di laboratorium ini ternyata menunjukkan bahwa suka ngemil di malam hari juga terkait dengan masalah kurang tidur. Sebaliknya, sering tidur larut malam juga membuat kita mengalami peningkatan keinginan untuk ngemil dan mengonsumsi junk food yang sangat tidak sehat. Hal ini jika sering dilakukan akan memicu kenaikan berat badan dan berbagai penyakit serius,” ucap Grandner.

Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan telepon dan melibatkan 3.105 oran dewasa. Hasil dari penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies LLC yang ke-32 di Baltimore, Amerika Serikat.

Hasil dari penelitian ini adalah, 60 persen dari partisipan mengaku hobi ngemil di malam hari. Hal ini membuat mereka kurang tidur dan justru memicu keinginan untuk makan junk food juga meningkat. Para partisipan yang hobi ngemil ini kemudian dicek kondisi kesehatannya dan terbukti bahwa mereka mengalami peningkatan risiko terkena kenaikan berat badan dan diabetes.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

“Tidur sangatlah penting bagi kesehatan. Pola tidur dan pola makan memiliki kaitan yang erat sehingga ada baiknya kita tidak menyepelekan kebiasaan ngemil di malam hari,” ucap peneliti lainnya, Christopher Sanchez.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi