Awas, Minum Jus Berlebihan Bisa Tidak Sehat

manfaat-jus-mangga-doktersehat

DokterSehat.Com– Jus adalah salah satu minuman segar yang bisa membuat kita mengonsumsi buah atau sayuran dengan cara yang lebih nikmat. Tak hanya membuatnya sendiri, kita juga bisa membeli jus di kedai jus pinggir jalan atau jus kemasan di pasar swalayan. Masalahnya adalah di balik label sehat yang bisa kita dapatkan dari jus, mengonsumsinya dengan berlebihan ternyata belum tentu bisa menyehatkan tubuh.

Minum jus berlebihan

Banyak orang yang sengaja mengonsumsi jus dalam jumlah banyak sebagai pengganti makanan. Dengan mengonsumsi lebih banyak jus, diharapkan berat badan bisa turun dengan signifikan. Padahal, menurut pakar kesehatan, hal ini sangatlah tidak direkomendasikan karena bisa mempengaruhi asupan nutrisi tubuh.

Sebagai contoh, kita masih membutuhkan asupan protein dan lemak yang bisa kita dapatkan dari daging-dagingan atau kacang-kacangan yang biasa kita jadikan lauk saat makan. Jika kita hanya minum jus, maka tentu tidak akan bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi tersebut, bukan?

Jus tidak bisa menjadi penawar racun

Banyak orang yang sengaja makan jus dalam jumlah banyak karena berpikir jika minuman ini bisa membantu menawarkan racun di dalam tubuh. Pakar kesehatan menyebut anggapan ini tidak sesuai dengan fakta medis. Proses penawaran racun atau detoksifikasi sudah bisa dilakukan oleh tubuh sendiri. Hanya saja, proses ini memang baru bisa benar-benar berlangsung dengan baik jika kita menerapkan gaya hidup yang sehat seperti rajin berolahraga, tidur cukup, dan menerapkan pola makan yang sehat.

Meski enak, jus belum tentu memberikan manfaat kesehatan yang besar

Pakar kesehatan menyebut jus sebagai makanan pendamping, bukannya makanan utama. Meski kaya akan kandungan vitamin dan mineral, kita masih membutuhkan sumber nutrisi lain seperti protein dan lemak yang baru akan didapatkan jika kita makan secara teratur. Selain itu, saat kita membuat jus, serat dari buah dan sayur yang dijadikan minuman ini juga cenderung menurun jumlahnya dengan signifikan. Padahal, serat sangatlah dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan pencernaan, mengatur kolesterol, dan mencegah kenaikan kadar gula darah.

Bahkan, terdapat sebuah penelitian yang menghasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi jus dengan berlebihan dikhawatirkan bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang akhirnya berimbas pada peningkatan risiko diabetes tipe 2. Memang, kondisi ini biasanya terjadi jika kita mengonsumsi jus yang diberi tambahan gula atau jus kemasan yang memang biasanya tinggi gula, namun tetap saja kita harus mewaspadainya, bukan?

Seberapa banyak porsi jus yang aman?

Pakar kesehatan menyebut konsumsi buah dan sayuran utuh lebih direkomendasikan alih-alih mengonsumsi jus. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi di dalam buah dan sayuran utuh yang tentu jauh lebih baik. Hanya saja, jika kita memang ingin minum jus sebagai camilan di sela-sela waktu makan, sebaiknya membatasinya sekitar 150 ml saja setiap hari.

Memilih jus yang tepat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih selektif dalam memilih jus agar tidak mudah terkena dampak kesehatan yang kurang baik setelah mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa cara memilih jus yang tepat.

  1. Cek kandungan gula

Pilihlah jus buah segar tanpa kandungan gula karena di dalam buah biasanya sudah ada kandungan gula alami. Jika ingin memilih jus kemasan, selalu cek kandungan gula di labelnya agar bisa memilih yang paling rendah.

  1. Selalu baca label jus kemasan

Saat membeli jus kemasan, pastikan bahwa kita mengecek label kemasan untuk menentukan apakah jus ini memang benar-benar terbua dari buah asli atau minuman dengan rasa buah saja.

  1. Jangan lupa mengonsumsi buah asli

Membuat jus sendiri demi memastikan bahwa jus yang kita konsumsi bebas gula memang bisa memakan waktu. Karena alasan inilah pakar kesehatan lebih merekomendasikan kita untuk makan buah asli saja yang tentu lebih mudah untuk dilakukan. Hal ini juga akan membantu kita mendapatkan nutrisi terbaik dari buah.