Menggerus Obat Demi Mudah Diminum Ternyata Bisa Berbahaya

obat-digerus-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Evobloodletters

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sengaja menggerus obat demi membuatnya lebih mudah untuk dikonsumsi. Biasanya, mereka kesulitan untuk meminumnya karena ukuran obat yang terlalu besar atau karena memang mengalami kesulitan untuk minum obat berbentuk pil, tablet, kapsul, atau sejenisnya. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut kebiasaan menggerus obat sebelum mengonsumsinya bisa saja memberikan dampak buruk.

Bahaya Menggerus Obat

Akun Twitter milik @adidict mencuit informasi tentang bahaya menggerus obat sembarangan. Akun dengan nama panggilan Didi ini mengaku sering mengurus obat sebagai pekerjaan sehari-hari.

Menurutnya, obat tidak boleh sembarangan dihancurkan karena bisa saja menyebabkan dampak buruk layaknya masalah asam lambung, mengiritasi dinding lambung, atau membuatnya tidak bisa memberikan manfaat kesehatan karena proses pelepasan kandungan di dalamnya seharusnya lebih lambat atau baru dipecah di dalam usus.

Didi memberikan contoh obat kapsul bening untuk flu yang seringkali dibuka dari cangkangnya dan kemudian hanya dikonsumsi bubuknya. Meski akan lebih mudah untuk dikonsumsi, ia menyebut obat ini seharusnya baru bisa dilepas di dalam saluran pencernaan dengan lebih lambat. Hal ini berarti, mengonsumsi bubuk isiannya saja bisa saja memberikan efek kurang baik bagi kesehatan.

Didi menyarankan kita untuk bertanya ke dokter atau apoteker untuk mengetahui apakah obat yang diberikan bisa dihancurkan atau tidak. Jika memang kesulitan untuk minum obat, bisa meminta saran atau pilihan obat lainnya seperti obat cair demi menyembuhkan masalah kesehatan yang dialaminya.

Unggahan Didi di Twitter ini langsung viral. Sejak diunggah pada 1 September 2019 sore, cuitan ini mencapai lebih dari 30 ribu retweets dan lebih dari 22 ribu likes.

Tidak Semua Obat Bisa Digerus

Situs Daily Mail mengunggah sebuah penelitian yang dilakukan di Lloyds Pharmacy. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa 46 persen orang masih sering melakukan kesalahan saat meminum obat. Masalahnya adalah 10 persen dari total partisipan sampai dilarikan ke rumah sakit hanya gara-gara tidak mengonsumsi obat sesuai dengan aturan yang disarankan oleh dokter.

Sunil Kocchar, salah seorang yang terlibat dalam penelitian ini menyebut banyak orang tua yang sengaja menggerus obat demi memberikannya pada anak yang biasanya memang kesulitan untuk meminumnya. Masalahnya adalah banyak obat yang sebenarnya memiliki semacam selaput atau lapisan yang seharusnya kandungannya dilepas dengan lebih lambat atau bertahap di dalam tubuh.

“Jika digerus, selaput atau lapisannya hancur dan dosis obat yang seharusnya dilepas sedikit demi sedikit akhirnya akan menjadi berlebihan. Hal ini bisa berbahaya,” ucap Sunil.

Kesalahan Lain Saat Minum Obat

Selain menggerus obat, pakar kesehatan menyebut ada berbagai kesalahan lain yang sering kita lakukan saat mengonsumsinyasehingga bisa memberikan efek samping lainnya.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan tersebut.

  1. Sembarangan Menggunakan Koyo

Jangan menggunakan koyo dengan sembarangan, khususnya di bagian kulit yang cenderung sensitif karena sensasi panas dari koyo bisa saja menyebabkan iritasi pada kulit.

  1. Sembarangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika kita mengonsumsi obat pereda nyeri setelah melakukan aktivitas fisik yang intens atau berolahraga, bisa jadi hal ini akan menyebabkan iritasi pada lapisan perut dan menyebabkan gejala yang mirip layaknya keracunan makanan.

  1. Minum Obat Pereda Nyeri Demi Mengatasi Flu

Bukannya mereda, bisa jadi mengonsumsi obat pereda nyeri saat flu akan membuat gejala mata dan hidung berair akan semakin parah.

  1. Minum Paracetamol Berlebihan

Pakar kesehatan menyebut paracetamol hanya bisa dikonsumsi maksimal 4 gram dalam kurun waktu 24 jam. Jika dikonsumsi lebih banyak atau lebih sering, bisa jadi akan memicu kerusakan hati.

  1. Sembarangan Memakai Obat Krim

Obat krim memang bisa mengatasi nyeri, namun menggunakannya dengan berlebihan bisa memicu masalah pada kulit.

Sumber:

Twitter.com/adidict (diakses 2 September 2019)

Kocchar, Sunil. Daily Mail (11/3/2014), Lloyd Pharmacy