Bahaya Mencuci dan Menggunakan Kondom Berkali-kali

doktersehat kondom dipakai berkali-kali
photo credit: Freepik

DokterSehat.Com – Berbeda dengan alat kontrasepsi yang sering digunakan oleh wanita, kondom memiliki sedikit keunggulan dalam hal mencegah penularan penyakit. Kalau KB dengan cara IUD dilakukan, seks tanpa pengaman tetap berpotensi sebabkan penular penyakit menular seksual. Kalau kondom tidak, selain mencegah kehamilan kondom juga bisa cegah penyakit seperti HIV.

Sayangnya, penggunaan kondom di kalangan masyarakat awam kurang berjalan dengan baik. Beberapa kesalahan sering sekali dilakukan sehingga peluang terjadi kehamilan hingga penularan penyakit seksual bisa terjadi.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah tidak tahu kalau kondom adalah alat kontrasepsi sekali pakai. Artinya setelah dipasangkan di penis dan digunakan untuk menampung ejakulasi, karet pengamanan ini tidak bisa digunakan lagi.

Pencucian kondom dan pemakaian berulang

Beberapa hari lalu lembaga yang menangani pencegahan penyakit menular di Amerika atau CDC mengeluarkan laporan tentang penggunaan kondom berkali-kali oleh masyarakat. Penggunaan yang berkali-kali ini tentu sangat berbahaya dan membuat penularan penyakit menular seksual semakin tinggi.

Dilansir dari Independent,, sekitar satu per tiga masyarakat Amerika menggunakan kondom dengan salah. Kesalahan ini bisa berasal dari penyimpanan, cara memakai yang salah, hingga yang paling parah adalah menggunakan kondom berkali-kali serelah mencucinya.

Setidaknya dari survei yang dilakukan pada tahun 2012 silam, ada 1,4-3,3 persen responden mengaku mencuci kondom yang baru saja digunakan. Kondom yang dianggap masih layak sayang untuk dibuang meski risikonya cukup tinggi.

Akibat kesalah penggunaan kondom yang dilakukan ini penularan penyakit seksual meningkat pada tahun 2016. Penyakit yang penyebarannya cepat hingga mengenai 2 juta orang adalah klamidia, sifilis, dan gonore.

Risiko pemakaian kondom berulang-ulang

Pemakaian kondom berkali-kali sangat berisiko dan tidak sehat, berikut beberapa risiko yang bisa didapatkan oleh pasangan.

  • Penularan penyakit seksual yang bisa terjadi dengan mudah. Penularan ini terjadi karena lateks dari kondom telah rusak karena dicuci berkali-kali. Secara kasat mata mungkin tidak ada perubahan dari kondom, tapi pori-pori kondom pasti berubah.
  • Peluang kehamilan cukup tinggi. Kondom bekas pakai akan mudah sekali robek saat digunakan. Jika saat melakukan penetrasi dan ejakulasi sperma tumpah ke serviks, kemungkinan terjadi kehamilan cukup tinggi.
  • Infeksi pada vagina kemungkinan terjadi karena kondom yang dicuci berkali-kali akan kotor. Infeksi saluran kemih atau keputihan patogen bisa saja terjadi.

Cara memakai kondom yang benar

Masalah seksual terkadang bukan disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat tentang fungsi dari kondom. Namun, karena tidak tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Berikut beberapa cara menggunakan kondom dengan benar.

  • Lakukan pengecekan tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai kondom yang digunakan sudah tidak layak. Kondom seperti makanan yang memiliki tanggal layak pakai.
  • Pilih kondom yang sesuai dengan ukuran. Beberapa pria memiliki ukuran penis yang lebih besar sehingga membutuhkan jenis XL. Memakai kondom yang kekecilan memperbesar peluang kondom jadi robek.
  • Pilih jenis kondom yang sesuai dengan kondisi kulit. Beberapa wanita atau pria tidak tahan dengan kondom jenis lateks sehingga sering mengalami alergi.
  • Jangan sembarangan menggunakan pelumas saat bercinta. Beberapa pelumas khususnya yang berbahan dasar minyak bisa membuat kondom lateks mudah sekali rusak.
  • Jangan simpan kondom di dompet atau tempat yang memungkinkan benda ini tertekuk. Kalau kondom sampai tertekuk berkali-kali kemungkinan terjadi bocor akan besar.
  • Pakai kondom sebelum seks jenis apa pun, bahkan seks oral bisa menyebarkan penyakit dengan mudah.

Nah, untuk info kita semua, jangan menggunakan kondom berkali-kali dengan mencucinya dahulu. Kondom hanya bisa dipakai satu kali saja lalu dibuang.