Terbit: 9 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada sejumlah bahaya memencet jerawat yang mungkin banyak dari Anda tidak menyadarinya. Ya, faktanya memencet jerawat di wajah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Maksud hati ingin ‘mengusir’ jerawat membandel, yang terjadi justru bisa berdampak buruk. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

8 Bahaya Memencet Jerawat yang Perlu Diketahui

Jerawat dan Triangle of Death

Sebelum membahas tentang bahaya memencet jerawat, Anda harus tahu terlebih dahulu tentang triangle of death. Apa itu triangle of death? Triangle of death adalah sebutan untuk area wajah dari mulai pangkal hidung—di antara alis—hingga ke ujung kanan dan kiri mulut.

Nah, seorang praktisi medis dari John Hopkins Center for Health Security yakni Dr. Amesh A. Adalja mengungkapkan bahwasanya area yang disebut triangle of death ini terkoneksi langsung dengan pembuluh darah menuju otak. Manakala jerawat yang ada di area tersebut dipencet atau dipecahkan, ini berpotensi menyebabkan bakteri masuk ke pembuluh darah hingga menginfeksi otak.

Tidak hanya itu, pada area triangle of death—tepatnya di bawah mulut dan hidung—terdapat saraf-saraf yang berperan dalam menunjang fungsi wajah. Saraf-saraf ini juga bisa terinfeksi oleh bakteri akibat dari aktivitas memencet jerawat.

Bahaya Memencet Jerawat yang Jarang Disadari

Munculnya jerawat di wajah memang sangat mengganggu. Selain merusak estetika wajah, jerawat kerap kali menimbulkan rasa nyeri yang tak tertahankan.  Akan tetapi, memencet jerawat untuk menghilangkan segala ketidaknyamanan tersebut juga bukan langkah yang tepat. Terlebih lagi, jerawat yang dipencet berada di area triangle of death.

Apa saja bahaya memencet jerawat?

1. Menimbulkan Infeksi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, memencet jerawat khususnya di area triangle of death dapat memicu infeksi bakteri pada pembuluh darah yang menuju otak maupun saraf-saraf wajah. Jika sampai ini terjadi, maka Anda harus tahu bahwa ini merupakan suatu hal yang berbahaya.

Pada kasus infeksi yang terjadi di pembuluh darah menuju otak, ini bisa saja menyebabkan otak mengalami kerusakan serius. Bahkan, bukan tidak mungkin hal ini dapat berujung pada tidak berfungsinya otak atau bahkan yang terburuk, kematian.

Sementara apabila infeksi terjadi di saraf-saraf wajah, kelumpuhan adalah komplikasi yang mungkin akan Anda alami. Mengerikan sekali, bukan?

2. Menyebabkan Iritasi

Memecahkan jerawat di kulit wajah juga berpotensi menyebabkan iritasi, terutama bagi Anda yang memang memiliki tipe kulit sensitif.  Gejala iritasi yang muncul meliputi:

  • Gatal-gatal
  • Kulit memerah
  • Kulit terasa perih

3. Memperlambat Penyembuhan Jerawat

Hampir semua orang memencet jerawat karena memang ingin menghilangkannya karena dianggap sangat mengganggu. Akan tetapi, hal ini justru merupakan suatu kekeliruan.

Alih-alih demikian, yang justru terjadi adalah jerawat jadi lebih lama untuk bisa benar-benar sembuh. Oleh karena itu, sebaiknya jangan mengambil langkah gegabah dengan memencet jerawat jika tidak ingin kondisi ini semakin parah.

4. Meninggalkan Bekas Luka pada Kulit

Bahaya memencet jerawat lainnya adalah itu akan meninggalkan bekas luka pada kulit wajah yang terdampak. Masalahnya, bekas luka pada kulit wajah tersebut dapat menyebabkan kulit jadi tidak estetik. Apalagi jika jerawat yang dipecahkan ada banyak.

Tidak hanya itu, luka pada kulit sebagai imbas dari aktivitas memencet jerawat juga berpotensi menyebabkan infeksi baik itu oleh kuman maupun bakteri sekalipun. Jadi, sebaiknya jerawat tidak usah dipencet, ya. Alih-alih demikian, Anda bisa menggunakan krim khusus jerawat yang bisa didapatkan di apotek.

5. Memunculkan Cekungan pada Kulit Wajah

Masalah lainnya yang akan timbul ketika Anda memutuskan untuk memencet jerawat adalah, pada kulit wajah jadi terdapat cekungan-cekungan kecil alias ‘bopeng’. Ini dimungkinkan karena aktivitas memencet jerawat dapat membuat kelenjar minyak yang ada di lapisan dalam kulit pecah.

Pecahnya kelenjar minyak tersebut lantas menimbulkan jaringan parut. Nah, jaringan parut ini kemudian menarik lapisan kulit atas. Alhasil, kulit jadi tampak cekung. Kondisi ini tentu saja dapat menggganggu penampilan. Maka dari itu, jangan memencet jerawat jika tidak inging mengalaminya, ya.

6. Warna Kulit Wajah Berubah

Cekungan pada kulit tersebut lantas turut berdampak pada berubahnya warna kulit. Kulit wajah di mana terdapat cekungan biasanya akan berwarna lebih gelap. Ini juga berlaku pada kulit yang terdapat bekas luka akibat memencet jerawat.

Jadi, semakin paham mengapa memencet jerawat sebaiknya tidak dilakukan, bukan? Anda tentunya tidak ingin memiliki warna kulit wajah yang tidak seragam karena dapat mengganggu penampilan.

7. Timbul Jerawat Baru

Dengan memencet jerawat, Anda tentunya berharap kulit wajah jadi kembali mulus. Faktanya, justru jerawat baru akan muncul. Meskipun belum ada informasi lebih lanjut mengapa hal ini bisa terjadi, namun sebaiknya Anda berjaga-jaga. Caranya, tentu saja dengan menahan diri dari keinginan untuk memencet jerawat tersebut.

8. Perdarahan

Bahaya memencet jerawat lainnya yang harus Anda waspadai adalah terjadinya perdarahan di area kulit yang terdampak. Menjadi lebih mengkhawatirkan lagi apabila kebetulan Anda memiliki masalah pembekuan darah (blood clotting).

Perdarahan yang terjadi terus-menerus tentu akan menimbulkan masalah lainnya, mulai dari kepala pusing, menurunnya konsentrasi, hingga badan terasa lemas. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun tidak ada salahnya bagi Anda untuk tetap waspada.

Tips Mengatasi Jerawat yang Benar

Alih-alih memencet jerawat yang mana hal ini bisa menimbulkan bahaya, Anda bisa menerapkan tips-tips berikut ini guna mengatasi jerawat pada wajah:

  • Menggunakan krim khusus jerawat yang mengandung asam salisilat dan benzoil peroksida
  • Mengompres jerawat dengan es batu atau kain yang sudah dibasahi air dingin
  • Mengompres jerawat dengan kain hangat (untuk mengatasi infeksi bakteri)
  • Menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak esensial

Jika dirasa jerawat sudah sangat mengganggu, jangan ragu untuk pergi ke dokter spesialis kulit guna mendapat solusi medis yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini. Semoga bermanfaat!

 

  1. Holland, K. 2017. What is the ‘Triangle of Death’ on Your Face? https://www.healthline.com/health-news/triangle-of-death-on-your-face#A-plea-to-not-pop (diakses pada 9 Oktober 2020)
  2. Pathak, N. 2020. Could Popping a Pimple Really Kill You? A Doctor Explains the ‘Triangle of Death’
    https://blogs.webmd.com/webmd-doctors/20201007/could-popping-a-pimple-really-kill-you-a-doctor-explains-the-triangle-of-death
  3. Watson, K. 2019. Popping a Pimple: Should You or Shouldn’t You? https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/should-you-pop-a-pimple#proper-technique (diakses pada 9 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi