Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang memakai kertas koran sebagai tempat untuk meletakkan gorengan yang baru saja dimasak sebelum disajikan ke dalam piring, toples, atau wadah lainnya. Tujuan dari menggunakan kertas koran ini adalah agar kandungan minyak berlebih pada gorengan tersebut berkurang. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, kebiasaan menggunakan kertas koran sebagai pengering gorengan ini bisa membahayakan kesehatan.

Bahaya Memakai Kertas Koran Untuk Mengeringkan Gorengan yang Baru Dimasak

Tak hanya gorengan yang kita temukan pada gerobak penjual gorengan, beberapa makanan yang kita olah sendiri seperti kacang goreng atau kerupuk juga kerap kali kita keringkan di atas kertas koran. Pilihan untuk memakai kertas koran ini biasanya karena mudah untuk ditemukan dan sudah tak lagi dipakai. Padahal, kertas koran ini bisa jadi sudah terpapar debu dan berbagai kotoran serta memiliki kandungan tinta.

Dengan menempatkan makanan yang baru digoreng di atas kertas koran, maka tinta pada kertas koran ini akan terserap pada makanan tersebut. Jika kita kerap mengonsumsinya, maka risiko untuk terkena kanker pun bisa meningkat.

Banyak kertas koran yang memiliki kandungan grafit. Sayangnya, kandungan ini bisa ikut tercampur pada bahan makanan yang masih dalam kondisi panas. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, maka sistem ekskresi tubuh akan mengalami gangguan dan bisa memicu dampak bagi kesehatan organ ginjal dan paru-paru.

Kandungan pelarut kimia yang ada pada kertas koran juga bisa terserap oleh gorengan yang baru saja kita olah. Kandungan ini bisa saja memicu dampak buruk bagi kesehatan pencernaan dan keseimbangan hormon.

Melihat adanya fakta ini, jangan lagi menggunakan kertas koran untuk mengeringkan gorengan. Selain itu, jangan membeli gorengan yang ditempatkan di atas kertas koran atau dibungkus oleh kertas koran. Jika kita menggoreng sendiri, gunakan tisu makan yang bertekstur kasar dan memang dibuat khusus untuk menyerap minyak.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi