Ada banyak sekali produk perawatan wajah yang berasal dari bahan alami, salah satunya adalah spirulina. Ganggang air tawar dan laut ini tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia kecantikan, tapi juga memang sudah dikenal sebagai suplemen kesehatan. Selain memiliki banyak manfaat, ternyata terdapat juga beberapa bahaya masker spirulina yang perlu Anda waspadai!



Apa Itu Spirulina?

Spirulina adalah sejenis ganggang biru-hijau yang tumbuh di air tawar dan juga air asin. Selain tumbuh di alam, spirulina juga dibudidayakan untuk keperluan makanan dan suplemen. Kandungan protein yang tinggi dan juga berbagai nutrisi lain di dalamnya membuat spirulina dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Selain sebagai suplemen, spirulina juga banyak dimanfaatkan sebagai perawatan kecantikan. Masker spirulina dipercaya baik untuk kulit karena dapat membantu mengatasi jerawat, menghidrasi kulit, melawan radikal bebas, hingga membantu detoksifikasi kulit.

Baca Juga: 12 Manfaat Masker Spirulina untuk Wajah & Rambut

Bahaya Masker Spirulina

Di balik banyak manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan, spirulina juga menyimpan beberapa efek samping yang mungkin banyak orang tidak sadari. Efek samping ini tentunya perlu diperhatikan sebelum Anda menggunakan spirulina sebagai perawatan kulit.

Berikut adalah beberapa bahaya masker spirulina yang perlu diwaspadai!

1. Kemungkinan Terkontaminasi Racun

Spirulina yang tumbuh liar memiliki potensi lebih besar untuk terkena kontaminasi.

Alga yang tumbuh dalam air yang tercemar logam berat, bakteri, dan partikel lainnya yang disebut mikrosistin dapat menyimpan racun di dalamnya. Jenis alga biru-hijau bahkan memproduksi mikrosistin untuk melindungi diri dari predator.

Alga yang terkontaminasi racun dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Apabila diaplikasikan di kulit untuk waktu yang lama, racun ini tentunya juga dapat menumpuk dan memberikan efek negatif pada kulit.

2. Gatal

Efek samping spirulina yang kedua yang mungkin muncul pada kulit adalah gatal.

Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang hipersensitif terhadap spirulina. Reaksi pada kulit akibat aplikasi suatu zat pada kulit disebut dengan dermatitis kontak. Pada dasarnya kondisi ini terbagi menjadi dua yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.

Kebanyakan dermatitis kontak akibat skin care adalah dermatitis kontak iritan yang sebenarnya bukan merupakan reaksi alergi, karena tidak berhubungan dengan sistem imun. Hanya saja, Anda memang sensitif terhadap zat tersebut sehingga muncullah reaksi gatal ini.

3. Kulit Kemerahan

Selain gatal, kulit kemerahan juga merupakan gejala dari dermatitis kontak iritan maupun dermatitis kontak alergi.

Apabila gatal dan kemerahan muncul beberapa jam atau bahkan beberapa menit setelah Anda menggunakan spirulina, maka reaksi ini kemungkinan merupakan dermatitis kontak iritan. Reaksi dermatitis kontak alergi biasanya baru akan muncul sekitar 12 jam hingga 48 jam setelah paparan.

4. Iritasi

Bahaya masker spirulina selanjutnya adalah dapat menyebabkan iritasi.

Reaksi ini juga dapat muncul sebagai gejala dermatitis kontak atau dapat juga terjadi karena apabila spirulina mengandung banyak racun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Iritasi dapat muncul bersama gatal dan kemerahan pada kulit atau dapat juga muncul ketika Anda menggaruk kulit yang terasa gatal.

5. Pembengkakan Wajah

Bahaya masker spirulina lainnya yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan wajah.

Reaksi satu ini biasanya hanya muncul pada dermatitis kontak alergi, tapi tidak pada dermatitis kontak iritan. Hal ini dapat membuktikan bahwa Anda memiliki alergi spirulina dan memang sebaiknya tidak mengonsumsinya ataupun mengaplikasikannya ke kulit.

Seseorang yang memiliki alergi terhadap seafood, rumput laut, atau tanaman laut lainnya disarankan untuk menghindari spirulina karena kemungkinan juga alergi terhadap spirulina.

6. Mual

Efek samping mual umumnya dirasakan ketika spirulina dikonsumsi.

Gejala ini dapat dibarengi dengan beberapa gejala lain seperti perut kembung dan kram perut. Seseorang yang baru pertama kali menggunakan spirulina biasanya akan merasakan gejala ini.

Pada penggunaan masker spirulina, rasa mual umumnya dipicu oleh aroma spirulina. Masker spirulina, terutama yang Anda buat dari ekstrak spirulina asli memiliki aroma yang sangat kuat dan cukup mengganggu bagi sebagian orang.

Peningkatan sensitivitas terhadap bau yang disebut hiperosmia juga dapat menyebabkan mual ketika Anda menghirup aroma yang kuat seperti spirulina. Hiperosmia dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis.

Tips Menghindari Bahaya Masker Spirulina

Masker spirulina memang memiliki banyak sekali manfaat kecantikan yang sayang untuk dilewatkan. Jika ingin tetap menggunakan masker spirulina, Anda harus memastikan beberapa hal agar dapat terhindar dari bahaya masker spirulina ini.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari efek samping masker spirulina:

  • Pastikan Anda tidak alergi atau sensitif terhadap spirulina. Sebelum mengaplikasikan masker spirulina ke seluruh wajah, coba untuk mengaplikasikan masker ke bagian tubuh lain seperti bagian belakang telinga atau tangan. Tujuannya adalah untuk melihat reaksi pada kulit. Jika muncul reaksi seperti gatal, kemerahan, dan iritasi, jangan lanjutkan penggunaan masker ini.
  • Lihat komposisi pada kemasan produk. Beberapa produk masker spirulina mungkin mengandung bahan lainnya. Pastikan tidak terdapat bahan-bahan lain yang dapat membuat Anda alergi.
  • Jangan gunakan sembarangan spirulina. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa spirulina dapat mengandung kontaminan, terutama yang tumbuh liar. Sebaiknya Anda memastikan produk yang digunakan berasal dari spirulina yang bebas dari kontaminan. Salah satu cara untuk memilih produk yang baik adalah memastikan masker spirulina tersebut memiliki izin edar dari BPOM.

Itu dia sekilas tentang efek samping masker spirulina yang perlu diwaspadai. Masker spirulina memang memiliki banyak manfaat, namun perlu diingat setiap skin care memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap orang.

Jika penggunaan spirulina aman di wajah Anda, maka Anda dapat menggunakannya secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jika perawatan menimbulkan efek negatif, sebaiknya Anda memilih alternatif perawatan wajah lainnya.

  1. Fletcher, Jenna. 2018. What is hyperosmia and what causes it?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321937. (Diakses 24 Februari 2020).
  2. Handoo, Swathi. 2019. 9 Shocking Side Effects Of Spirulina. https://www.stylecraze.com/articles/dangerous-side-effects-of-spirulina/#gref. (Diakses 6 Februari 2020).
  3. Kamburowski, Gina. 2017. Beauty Lab: The Skin Health Benefits of Spirulina (Or Blue Green Algae). https://www.ecodivabeauty.com/blogs/ed/beauty-lab-the-skin-health-benefits-of-spirulina-or-blue-green-algae. (Diakses 6 Februari 2020).
  4. Palmer, Angela. 2020. Are You Allergic to Your Skincare Products?. https://www.verywellhealth.com/allergic-to-skin-care-products-4121121. (Diakses 6 Februari 2020).
  5. Shoemaker, SaVanna. 2019. What Are the Side Effects and Dangers of Spirulina?. https://www.healthline.com/nutrition/spirulina-side-effects. (Diakses 6 Februari 2020).