DokterSehat.Com– Orang Indonesia dikenal luas sebagai pecinta makanan pedas. Tak percaya? Menjelang waktu berbuka, tempat makan yang menyediakan makanan pedas biasanya sangat ramai. Hanya saja, apakah tidak apa-apa jika kita langsung mengonsumsi makanan pedas atau sambal saat berbuka puasa?

doktersehat-makanan-pedas-memicu-persalinan

Makanan pedas atau sambal biasanya terbuat dari cabai. Bahan makanan yang mudah didapatkan di Indonesia ini kaya akan kandungan vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Cabai juga memiliki satu nutrisi khusus yang membuatnya memiliki rasa pedas, yakni capsaicin.

Capsaicin mampu membuat nafsu makan meningkat, membuat buang air besar lebih lancar, meningkatkan metabolisme tubuh, dan membantu mengatasi sakit kepala. Karena berbagai manfaat ini, pakar kesehatan pun memperbolehkan kita mengonsumsi makanan pedas saat berbuka puasa, meskipun tentu saja tidak boleh berlebihan.

Banyak orang yang mengeluhkan kesulitan buang air besar pada awal-awal bulan puasa karena pencernaan yang masih beradaptasi dengan pola makan yang baru. Dengan mengonsumsi cabai, maka masalah susah buang air besar akan lebih mudah untuk diatasi. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral yang ada dalam cabai juga akan membantu tubuh tetap fit selama bulan puasa.

Jika kita mengonsumsi makanan pedas dengan berlebihan saat berbuka, dikhawatirkan hal ini akan memicu datangnya maag atau bahkan diare. Yang menjadi masalah adalah, diare bisa membuat seseorang kehilangan cairan tubuh dalam jumlah yang banyak sehingga saat berpuasa akan lebih rentan terkena dehidrasi. Bahkan, bagi penderita ambeien, mengonsumsi cabai berlebihan juga akan memicu sensasi panas dan pedas atau bahkan perdarahan pada dubur saat buang air besar.

Melihat adanya fakta ini, jangan berlebihan mengonsumsi makanan pedas saat berbuka meskipun memang bisa membuat sensasi makan menjadi lebih mantap.