Terbit: 30 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

LSD (lysergic acid diethylamide) adalah jenis narkoba yang menyebabkan halusinasi. Narkoba jenis ini termasuk dalam kelompok obat yang dikenal sebagai psikedelik. Simak penjelasan lengkap mengenai bahaya bagi tubuh dan cara mengatasinya.

Mengenal Bahaya LSD dan Cara Mengatasinya

Apa Itu LSD?

LSD adalah zat psikotropika yang dibuat dengan menggabungkan bahan alami dan buatan manusia. Bahan alami berasal dari ergot, yaitu jamur yang tumbuh pada biji-bijian tertentu. Sedangkan bahan kimia nonorganik yang disebut diethylamide.

Pada awalnya, senyawa kimia ini digunakan sebagai anestesi dan untuk mendukung psikoanalisis. Seiring berjalannya waktu, ternyata senyawa kimia ini memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi. Efek senyawa ini dapat mengubah pikiran atau dapat mengarah pada pengalaman yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan.

Beberapa Fakta Seputar LSD

Berikut adalah beberapa poin penting tentang lysergic acid diethylamide, antara lain:

  • LSD adalah halusinogen yang kuat dan ilegal yang mengaburkan batas antara persepsi dan imajinasi.
  • Penggunaannya dapat memicu timbulnya skizofrenia pada seseorang yang cenderung mengalami kondisi tersebut.
  • Jenis narkoba ini umumnya tersedia dalam bentuk kapsul, pil, gula batu, permen karet, atau tetesan cairan yang ditransfer ke kertas tinta berwarna-warni. Dosis rekreasi rata-rata antara 25 sampai 80 mikrogram (mcg).
  • Permulaan halusinasi terjadi dalam 60 menit dan bisa berlangsung dari 6 hingga 12 jam.

Bahaya LSD bagi Tubuh

Senyawa ini dapat membuat seseorang kehilangan akal dan respons terhadap bahaya. Hal ini membuat penggunanya rentan terhadap cedera atau kematian. Pengguna mungkin menderita kecemasan atau depresi akut, dan mungkin juga mengalami kilas balik (hallucinogen persisting perception disorder), yang merupakan kambuhnya efek LSD beberapa hari atau bahkan beberapa bulan setelah mengambil dosis terakhir.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Kilas balik terjadi secara tiba-tiba, sering kali tanpa peringatan, biasanya pada orang yang menggunakan halusinogen secara kronis atau memiliki masalah kepribadian yang mendasarinya.
  • Orang sehat yang hanya menggunakan narkoba jenis ini sesekali mungkin juga mengalami kilas balik.
  • Kilas balik yang buruk hanyalah sebagian dari risiko penggunaan. Pengguna juga dapat mengalami psikosis yang bertahan lama, seperti skizofrenia atau depresi berat.

Jenis narkoba ini membuat penggunanya selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk mendapatkan efek halusinasi yang sama seperti saat penggunaan pertama kali. Beberapa pengguna yang menggunakannya berulang kali harus mengambil dosis yang lebih tinggi secara progresif untuk mencapai keadaan halusinasi seperti sebelumnya.

Baca Juga: Magic Mushroom: Efek Samping dan Fakta Medis

Mengenali Berbagai Efek LSD 

Jenis narkoba ini bisa memicu berbagai perubahan persepsi, sering kali berkaitan dengan penglihatan, sentuhan, emosi, dan cara berpikir.

Perubahan efek visual mencakup penglihatan kabur, bentuk objek yang terdistorsi, dan muncul lingkaran cahaya. Sedangkan perubahan yang terkait dengan sentuhan termasuk gemetar, tekanan, dan pusing.

Pada suasana hati, pengguna dapat merasakan euforia, kebahagiaan, kedamaian, mimpi, dan kesadaran yang meningkat, atau keadaan sebaliknya seperti keputusasaan, kecemasan, dan kebingungan.

Perubahan suasana hati baik cepat atau lambat dapat menyebabkan persepsi mengenai waktu menjadi terdistorsi.

Efek Jangka Pendek

Stimulasi fisik akibat penggunaan lysergic acid diethylamide dapat menyebabkan pupil membesar, tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh meningkat. Efek jangka pendek lainnya adalah:

  • Pusing dan sulit tidur.
  • Nafsu makan berkurang, mulut kering, dan berkeringat.
  • Mati rasa, lemah, dan gemetar.

Meski begitu, reaksi individu terhadap senyawa ini berbeda-beda. Pola pikir, lingkungan, tingkat stres, harapan, dan suasana hati pengguna saat mengonsumsinya sangat memengaruhi efek yang ditimbulkannya.

Efeknya dapat mencakup perasaan bahagia, persepsi berada di luar tubuh, peningkatan kreativitas, hingga pengalaman mistis. Efek sebaliknya, pengguna bisa merasakan ketakutan yang ekstrem, paranoia, pemisahan dari diri sendiri, nyeri, dan perasaan sekarat.

Sementara itu, efek fisik yang parah atau mengancam nyawa hanya mungkin terjadi pada dosis di atas 400 mcg. Efek psikologisnya membuat perilaku tidak biasa sehingga berpotensi mengakibatkan cedera dan kematian yang signifikan.

Baca Juga: NAPZA: Pengertian, Jenis, Bahaya, Pencegahan, dll

Efek Jangka Panjang

Perlu Anda ketahui bahwa kebutuhan untuk meningkatkan dosis guna mencapai efek yang diinginkan terjadi dengan cepat. Jika dosis tertentu diambil setiap hari selama 3 hari berturut-turut, pada hari ketiga konsumsi LSD, biasanya tidak akan terjadi reaksi apa pada tubuh.

Perlu diketahui, pada dasarnya jenis narkoba ini tidak membuat ketagihan secara fisik, akan tetapi kecanduan psikologis.

Salah satu bahaya narkoba jenis ini adalah dapat memicu keadaan psikotik jangka panjang atau menyebabkan skizofrenia pada individu yang rentan. Selain itu, hallucinogen persisting perception disorder dan disorientasi parah dapat terjadi meski baru pertama kali digunakan.

Toleransi, Ketergantungan, dan Gejala Penarikan LSD

Penggunaan narkoba LSD secara terus-menerus dapat membuat tubuh pengguna menoleransi efek senyawa kimianya. Ketika tubuh seseorang menjadi toleran terhadapnya, seseorang perlu meningkatkan dosis lebih banyak untuk mencapai efek yang sama. Hal ini bisa sangat berbahaya karena toleransi cenderung terbentuk dengan cepat dan efeknya sangat tidak terduga.

Keadaan lain yang dapat mengganggu adalah efeknya bisa memudar dengan cepat, biasanya dalam waktu 72 jam. Hal ini ini dapat menyebabkan seseorang secara tidak sengaja menggunakan zat dalam jumlah yang berpotensi berbahaya atau mematikan.

Perawatan untuk Mengatasi LSD

Setelah keputusan dibuat untuk mendapatkan pengobatan, terdapat beberapa langkah yang harus Anda lakukan, antara lain:

  • Konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk membantu mengarahkan Anda ke ahli yang dapat diandalkan.
  • Terapi bicara dan konseling kelompok dapat menjadi pilihan untuk membantu Anda memahami perilaku dan mengapa Anda terus menggunakan narkoba jenis ini.
  • Mempertahankan janji dan ikuti semua rencana perawatan yang disarankan. Pertimbangkan untuk menyertakan keluarga atau teman dalam rencana perawatan.
  • Rutin olahraga, konsumsi makanan bergizi, dan mengendalikan tingkat stres. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang suportif.
  • Terapi medis tambahan mungkin diperlukan untuk mengobati kecemasan, depresi, atau skizofrenia.
  • Berusahalah untuk menemukan hobi dan minat baru yang akan mengalihkan pikiran dari penggunaan narkoba.
  • Menjauhlah dari orang-orang yang menggunakan narkoba, meskipun mereka adalah sahabat atau keluarga Anda.

 

  1. Anonim. LSD. https://www.drugs.com/illicit/lsd.html. (Diakses pada 30 November 2020).
  2. Davis, Kathleen. 2017. The effects and hazards of LSD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/295966#long-term-effects. (Diakses pada 30 November 2020).
  3. T, Buddy. 2020. What to Know About LSD Use. https://www.verywellmind.com/the-effects-of-lsd-on-the-brain-67496. (Diakses pada 30 November 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi