Terbit: 13 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Penderita diabetes biasanya cenderung lebih mudah haus. Bahkan, mereka bisa saja mengonsumsi air hingga berliter-liter dalam sehari. Masalahnya adalah hal ini bisa membuat mereka lebih sering buang air kecil. Banyak penderita diabetes yang tidak nyaman dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil ini dan akhirnya memilih untuk tidak minum air dalam jumlah yang banyak hingga merasa haus. Padahal, hal ini bisa membuat kondisi diabetes yang dialaminya menjadi semakin memburuk.

Bahaya Kurang Minum Bagi Penderita Diabetes, Perlu Waspada!

Bahaya kurang minum bagi penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut penderita diabetes harus menjaga kadar gula darah tetap dalam kondisi ideal. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memastikannya adalah dengan memperbanyak minum air putih, meskipun tentu saja efeknya akan menyebabkan keinginan buang air kecil menjadi lebih sering.

Jika sampai hal ini tidak dilakukan, kadar gula darah bisa saja meningkat tak terkendali atau dalam dunia medis disebut sebagai hiperglikemia. Hal ini disebabkan oleh minimnya kadar cairan tubuh yang dibutuhkan untuk membuang kelebihan gula darah ini melalui urine.

Sebenarnya, selain karena kurang minum, hiperglikemia juga bisa disebabkan oleh pilihan makanan yang buruk, kebiasaan malas bergerak, tidak mengonsumsi obat yang bisa menurunkan gula darah atau tidak menyuntikkan insulin, hingga mengalami kondisi kesehatan tertentu. Masalahnya adalah hiperglikemia bisa berlanjut menjadi kondisi yang lebih serius seperti koma. Bahkan, bisa jadi hal ini akan memicu kebutaan, gangguan saraf, penyakit jantung, dan disfungsi seksual.

Beberapa gejala hiperglikemia yang patut diwaspadai

Beberapa gejala hiperglikemia pada penderita diabetes yang patut untuk diwaspadai adalah:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Meningkatnya sensasi haus meski sudah banyak minum air
  • Warna urine yang cenderung sangat pekat karena memiliki kandungan gula darah yang cukup tinggi
  • Gangguan penglihatan
  • Tubuh yang kelelahan
  • Sakit kepala

Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan akan menyebabkan perubahan bau napas menjadi mirip seperti buah-buahan, mual-mual hingga muntah, sesak napas, mulut yang terasa kering, nyeri perut bagian atas, tubuh yang lemas, susah berpikir dengan jernih, hingga menyebabkan koma.

Kenapa banyak minum bisa mencegah kadar gula darah naik?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam situs WebMD menyebut penderita diabetes yang mengonsumsi air sebanyak 34 gelas setiap hari cenderung mengalami risiko terkena hiperglikemia 21 persen lebih kecil dibandingkan dengan penderita diabetes yang hanya minum 16 gelas atau kurang dalam sehari. Fakta ini diungkap setelah mengecek kebiasaan minum 3.600 orang.

Pakar kesehatan juga menyebut air putih dalam jumlah yang banyak akan membantu kinerja ginjal dalam mengeluarkan kelebihan gula darah melalui urine. Meskipun hal ini akan membuat ginjal bekerja dengan lebih keras, hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan membiarkan kadar gula darah terus berada dalam kondisi tinggi karena bisa membuat ginjal mengalami kerusakan.

Berapa banyak air yang sebaiknya diminum penderita diabetes?

Normalnya, kita diminta untuk mengonsumsi sekitar 2 liter air setiap hari demi mencegah datangnya dehidrasi, namun karena penderita diabetes biasanya memiliki kondisi kadar gula darah yang tinggi sehingga lebih mudah haus, konsumsi air ini bisa berkali-kali lipat lebih banyak. Sebagai contoh, ada yang bisa mengonsumsi air hingga 5 atau 6 liter dalam sehari.

Bagi penderita diabetes, mereka memang sebaiknya segera menuruti rasa haus dari dalam tubuh demi membantu proses pengeluaran kelebihan kadar gula darah demi mencegah kondisi hiperglikemia yang tentu bisa meningkatkan risiko terkena komplikasi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi