Awas, Kadar Gula Darah Rendah Juga Berbahaya

gula-darah-diabetes-doktersehat
Photo Source: Freepik/xb100

DokterSehat.Com– Membicarakan kadar gula darah tentu tidak akan lepas dari diabetes. Masalah kesehatan yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Hal ini membuat anggapan kadar gula darah yang rendah lebih aman bagi kesehatan. Padahal, dalam realitanya kadar gula darah yang terlalu rendah ternyata juga bisa berbahaya.

Apa bahaya dari kadar gula darah yang terlalu rendah?

Pakar kesehatan menyebut kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Menariknya adalah meskipun diabetes lebih terkait dengan kadar gula darah yang tinggi, seringkali mereka adalah yang paling rentan terkena masalah yang dikenal sebagai hipoglikemia ini.

Beberapa gejala dari kadar gula darah yang rendah adalah badan yang gemetaran, tubuh yang terasa sangat lelah, jantung yang berdebar-debar, keluarnya keringat dingin, badan dan pikiran yang menjadi lebih gelisah, susah berkonsentrasi, mulut mulai merasakan kesemutan, perut yang terasa lapar, pandangan yang menjadi kabur, dan mudah terpancing emosinya.

Bagi penderita diabetes tipe 1, penurunan kadar gula darah seringkali disebabkan oleh tubuh yang kelebihan kadar insulin. Sementara itu, bagi penderita diabetes tipe 2, kondisi ini lebih sering terjadi akibat makan tidak teratur atau kurang makan sehingga membuat tubuh kekurangan kalori. Hampir semua penderita diabetes pernah mengalami kondisi hipoglikemia ini setidaknya sekali seumur hidupnya. Masalahnya adalah jika kondisi ini sering terjadi hingga berulang-ulang kali, maka risiko untuk terkena kondisi yang lebih serius atau bahkan kematian pun meningkat.

Bagaimana bisa hipoglikemia menyebabkan kematian?

Meskipun terlihat mengerikan, pakar kesehatan menyebut penderita diabetes sebaiknya tidak terburu-buru mengalami ketakutan berlebihan dengan kondisi hipoglikemia yang bisa saja menyerang mereka. Kondisi ini tidak bisa begitu saja langsung terjadi. Bahkan, kasus kematian yang disebabkan oleh hipoglikemia hanya sekitar 10 persen dari total penderita diabetes.

Saat seseorang terkena hipoglikeimia, maka jantung akan mengalami peradangan. Selain itu, kondisi ini juga akan membuat risiko aterosklerosis meningkat. Sebagai informasi, aterosklerosis bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kehilangan keelastisitasannya. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Hipoglikemia ternyata juga bisa membuat irama jantung penderitanya berubah. Jika kondisi ini hanya muncul sekali, efeknya mungkin tidak begitu terasa. Hanya saja, jika kondisinya terjadi berulang-ulang maka akan muncul gangguan irama jantung yang berbahaya atau dalam dunia medis disebut sebagai aritmia. Jika sampai kondisi ini terjadi, maka kinerja jantung akan terganggu dan sirkulasi darah pun akan menjadi tidak normal.

Dalam dunia medis, penderita diabetes yang mengalami gangguan irama jantung disebut sebagai penderita sindrom Long QT. Jika sampai masalah ini tidak ditangani dengan baik, bisa jadi jantung tidak lagi berfungsi dan akhirnya menyebabkan kematian mendadak. Biasanya, kasus kematian akibat kondisi ini terjadi saat tidur malam.

Karena alasan inilah penderita diabetes selalu diminta untuk mengecek kadar gula darahnya secara mandiri sebelum tidur demi mencegah datangnya kematian dini.

Mencegah hipoglikemia

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk menerapkan pola makan yang sehat, khususnya dalam menjaga ketepatan waktu makan dan porsi makan dengan kadar gizi yang seimbang. Jika memang diminta untuk menggunakan insulin, pastikan untuk menggunakannya dengan dosis atau frekuensi yang dianjurkan oleh dokter.

Hanya saja, pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk menggunakan insulin yang bisa bekerja dengan lambat demi membantu menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Jika perlu, konsultasikan kepada dokter demi mendapatkan suntik insulin yang tepat.