Bahaya Bagi Ibu & Bayi! Ibu Menyusui Jangan Asal Konsumsi Makanan Manis

doktersehat-jumlah-makanan-manis-puasa
Photo Credit: Flickr.com/Monic Marcus

DokterSehat.Com– Sama seperti saat hamil, asupan makanan ibu saat menyusui, tentu haruslah diperhatikan, ya.

Hal ini tentu penting mengingat makanan yang dikonsumsi ibu hamil haruslah berkualitas agar produksi ASI cukup dan padat gizi.

Saat menyusui, asupan makanan tidak banyak mendapatkan pantangan, selama makanan yang dikonsumsi ibu menyusui adalah makanan yang padat gizi dan tidak menimbulkan reaksi alergi atau mengganggu produksi ASI, maka makanan tersebut boleh dikonsumsi.

Lantas, bagaimana dengan makanan manis? Apakah berbahaya jika ibu menyusui gemar mengonsumsi makanan manis?

Asupan gizi dari bahan makanan manis

Ada berbagai jenis sajian makanan dan minuman yang memiliki rasa manis. Makanan dan minuman ini memang sangat menggoda karena makanan dan minuman manis termasuk jenis yang paling mudah kita peroleh.

Sebut saja jajanan atau camilan dengan tambahan gula, cokelat manis, cake dengan krim manis atau biskuit manis. Belum lagi berbagai jenis olahan minuman dengan tambahan cokelat atau permen manis yang belakangan ini kian populer.

Makanan manis, selama terbuat dari gula alami dan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, sebenarnya tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Akan tetapi, ibu hamil harus menerapkan dua prinsip tersebut dengan super cermat.

Makanan manis yang baik dikonsumsi ibu hamil

Jika ibu hamil merasa ingin mengonsumsi makanan manis, maka utamakan memilih dari makanan atau minuman yang terbuat dari gula alami? Apa sajakah itu?

Beberapa jenis makanan dan minuman dengan gula alami, contohnya adalah:

1. Buah yang bercita rasa manis dan sudah matang

Misalnya buah pisang, mangga, pepaya, pir, atau anggur dan masih banyak lagi

masker-mangga-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

2. Minuman dengan bubuk manis alami, yaitu kayu manis

Menambahkan teh atau minuman lain dengan bubuk kayu manis, sebagai pengganti gula pasir bisa ibu lakukan agar asupan gula yang masuk dalam tubuh adalah gula yang alami dan tinggi antioksidan.

bubuk-kayu-manis-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

Hal ini tidak hanya bisa diterapkan untuk minuman namun juga untuk camilan atau jajanan, misalnya roti atau biskuit.

3. Menggunakan gula yang rendah kalori

Jika ibu menyusui masih kesulitan mengontrol porsi penggunaan gula pasir, maka salah satu alternatif yang bisa diterapkan adalah memilih penggunaan gula rendah kalori, atau gula dari pemanis alami misalnya daun stevia yang kandungan kalorinya sangat rendah.

doktersehat-manfaat-pemanis-stevia
Photo Credit: Flickr.com/Andrea Michaela Trautmann

Tiga alternatif di atas sebaiknya harus diterapkan oleh ibu menyusui, utamanya jika ibu menyusui merasa kesulitan mengontrol keinginan mengonsumsi makanan manis setiap harinya.

Bahaya jika ibu hamil berlebihann mengonsumsi makanan manis

Jika ibu hamil mengonsumsi makanan manis lebih dari 5 porsi dalam sehari, hal ini berisiko besar menyebabkan gangguan pada proses menyusui, yaitu:

– Rentan menggangu kesehatan kulit dan area payudara karena adanya infeksi jamur

Asupan makanan manis yang berlebihan berisiko membuat kulit ibu menjadi lebih kering dan rentan terpapar jamur pada kulit.

Jika hal ini terjadi, maka area payudara, dan sekitar puting, bisa terkena infeksi jamur. Hal ini akan membuat ibu merasa nyeri saat menyusui.

doktersehat komentar pada ibu menyusui

– Berbahaya bagi kesehatan pencernaan bayi

Adanya jamur pada daerah kulit sekitar puting akan berisiko membuat jamur ikut masuk dalam tubuh bayi saat sedang minum ASI. Hal ini tentu berbahaya mengingat bayi yang masih menyusui memiliki tubuh yang sensitif dan mudah mengalami infeksi.

Nah, untuk itu, ibu menyusui harus tetap membatasi asupan makanan dan minuman manisnya.

Pastikan memilih makanan dan minuman manis dari bahan makanan alternatif di atas dan mengosnumsi makanan manis tidak lebih dari 5 porsi dalam sehari, ya.