Terbit: 1 Mei 2018 | Diperbarui: 30 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Obsesi menurunkan berat badan seakan menjadi keinginan banyak orang, tak jarang target yang ditetapkan malah terlalu rendah hanya karena ingin nampak kurus. Padahal jika tubuh kita terlalu kurus, tubuh justru berisiko mengalami kekurangan gizi lho.

Bahaya Diet Terlalu Kurus, Ini 3 Zat Gizi yang Berisiko Tidak Terpenuhi

Dalam menurunkan berat badan, zat gizi yang berlebihan, umumnya lemak, adalah zat yang ingin dibuang dari tubuh ya. Namun jika target berat badan yang ditetapkan terlalu rendah maka bisa jadi zat gizi bermanfaat yang ada dalam tubuh kita malah justru ikut terbuang.

Beberapa zat gizi yang tidak terpenuhi jika kita menerapkan target berat badan terlalu rendah adalah:

1. Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral rentan hilang jika asupan makanan kita tidak sesuai dengan kebutuhan. Ditambah lagi beberapa jenis vitamin, misalnya vitamin B kompleks dan C adalah vitamin yang harus terpenuhi kebutuhannya setiap hari.

Asupan makan yang terlalu sedikit hingga tubuh menjadi terlalu kurus menyebabkan tubuh mengalami kekurangan vitamin dan mineral ekstrim, atau avitaminosis. Hal ini meningkatkan risiko imunitas tubuh yang rendah, osteoporosis karena kekurangan vitamin D, hingga anemia karena zat besi yang rendah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

2. Karbohidrat dan lemak

Karbohidrat dan lemak menjadi salah satu zat gizi yang jika berlebihan akan menyebabkan berat badan naik. Namun jika asupannya terlalu rendah tubuh juga akan kekurangan kedua zat gizi makro sehingga tubuh menjadi lemas dan tidak memiliki energi.

3. Protein

Asupan makanan yang terlalu sedikit akan memaksa tubuh memecah cadangan energi yang bukan lagi lemak namun juga karbohidrat namun protein. Protein akan terus menerus dipecah sehingga massa otot tubuh tidak lagi terbentuk dan risiko kekurangan gizi malnutrisi akan terjadi. Hal ini tentu memengaruhi fungsi organ dan sistem tubuh.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi