Terbit: 23 Juni 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada beberapa bahaya diet keto yang harus diketahui sebelum Anda mencobanya. Diet ketogenik atau diet keto adalah aturan pola makan di mana seseorang hanya konsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehat. Diet ini dipercaya dapat menurunkan berat badan dengan efektif, namun ketahui efek samping diet keto berikut ini sebelum Anda melakukannya.

10 Bahaya Diet Keto yang Harus Diwaspadai Sebelum Mencobanya!

Apa Itu Diet Keto?

Diet ketogenik atau yang sering disebut diet keto adalah aturan diet rendah karbohidrat dan diet rendah karbohidrat. Maksudnya adalah seseorang yang menerapkan diet keto harus mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan menggantinya dengan makanan tinggi lemak sehat.

Apabila diterapkan dengan benar, tubuh akan membakar lemak untuk diolah menjadi energi dan keton di hati. Keton adalah kondisi di mana lemak digunakan sebagai sumber energi, bukan karbohidrat.

Beberapa pihak menyatakan diet keto adalah cara diet paling cepat dan efektif, namun ada beberapa efek samping yang terjadi saat tubuh Anda kekurangan sumber karbohidrat untuk diolah menjadi energi.

Bahaya Diet Keto bagi Kesehatan

Diet keto diklaim sebagai salah satu cara diet yang efektif dan cepat untuk menurunkan berat badan. Orang yang menjalankan diet keto harus mengurangi asupan karbohidrat hingga 50 gram per hari dan meningkatkan asupan lemak sehat untuk mencapai ketosis pada tubuh, sehingga lemak dapat diproduksi menjadi energi.

Manfaat diet keto lainnya adalah untuk meningkatkan efek anti penuaan dini, antiinflamasi, dan mengurangi risiko kanker. Walaupun demikian, beberapa pakar kesehatan mengkhawatirkan adanya efek samping diet keto bagi kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa risiko dan bahaya diet keto yang harus Anda ketahui sebelum mencobanya:

1. Flu Keto

Saat Anda menjalani diet keto, tubuh akan kehabisan karbohidrat untuk diproduksi menjadi energi. Saat itulah tubuh mulai dalam kondisi ketosis, di mana tubuh beralih mengolah lemak dan keton menjadi energi. Efek dari tubuh ketosis ini akan menimbulkan gejala seperti tidak enak badan, demam, mual, muntah, pusing, sembelit, hingga kelelahan ekstrim.

Pasalnya, tubuh Anda telah berapa pada kondisi peralihan untuk menyesuaikan diri dengan produksi lemak menjadi energi. Berdasarkan penelitian, sekitar 25% orang yang menjalani diet keto mengalami flu keto ini.

Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Orang yang sedang mengalami flu keto ini dianjurkan untuk banyak minum air putih, penuhi asupan natrium, kalium, dan sumber elektrolit lainnya serta banyak istirahat.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Lemak yang Cocok untuk Diet Ketogenic

2. Mengurangi Massa Otot

Anda dapat mengurangi berat badan secara efektif dengan menjalani diet keto, namun diet ini juga berisiko mengurangi massa otot Anda. Pasalnya, orang yang menjalani diet keto akan membongkar protein pada otot untuk mencukupi kebutuhan energi (proses glukoneogenesis) sehingga penurunan berat badan juga diikuti dengan kehilangan massa otot secara drastis.

Dampak penurunan massa otot ini mungkin memiliki efek jangka panjang bahkan saat orang tersebut sudah kembali pada pola diet normal atau melakukan latihan resistensi. Efek dari kehilangan massa otot adalah gangguan kekuatan fungsional dan gangguan metabolik terkait usia.

3. Berat Badan Mungkin Kembali Naik

Umumnya, diet keto dilakukan selama 30 sampai 90 hari dengan aturan yang ketat. Diet ini mungkin efektif untuk penurunan berat badan dengan cepat namun kebanyakan orang yang menjalaninya akan mengalami kenaikan berat badan lagi saat mereka berhenti menjalani pola diet keto ini.

Penerapan diet keto cenderung akan meningkatkan risiko gangguan makan pada orang dengan porsi makan normal. Berdasarkan penelitian, diet keto ini lebih cocok diterapkan pada orang dengan masalah porsi makan besar. Selain itu, Anda mungkin harus konsultasi pada konselor, ahli gizi, atau profesional lainnya terkait penerapan diet keto ini.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Penerapan pola makan ala diet keto di mana Anda fokus pada asupan makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak pada jenis makanan hewani dikhawatirkan membawa dampak buruk pada kesehatan. Beberapa bukti menunjukan adalah bahaya diet keto seperti meningkatkan risiko kenaikan kolesterol, penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit lainnya.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Lancet, orang yang menerapkan aturan diet keto di mana mereka makan protein hewani dan rendah karbohidrat memiliki risiko kematian dini lebih tinggi. Kondisi ini mungkin berbalik jadi kebiasaan sehat bila Anda menerapkan pola diet keto dari protein nabati.

5. Meningkatkan Risiko Gangguan Pencernaan

Saat Anda mengurangi asupan karbohidrat, Anda juga mungkin tidak mendapatkan asupan serat yang cukup di saat yang sama karena sebagian besar makanan tinggi karbohidrat juga kaya akan serat. Kondisi ini akan memicu masalah pencernaan dan sembelit.

Apabila Anda sedang menjalani diet keto, sebaiknya tetap jaga keseimbangan nutrisi harian. Anda dapat konsumsi makanan rendah karbohidrat tapi tinggi serat seperti kelapa, brokoli, kembang kol, chia seed, dan sebagian besar jenis sayuran hijau lainnya.

6. Meningkatkan Risiko Defisiensi Nutrisi

Bahaya diet keto selanjutnya adalah tentang risiko tumbuh kekurangan nutrisi lain yang dibutuhkan karena Anda hanya fokus pada asupan makanan lemak. Berdasarkan penelitian, makanan diet keto tidak memenuhi kombinasi nutrisi yang dibutuhkan seperti fosfor, magnesium, vitamin D, dan kalsium.

Apabila Anda menjalani diet keto, mohon tetap perhatikan keseimbangan nutrisi untuk tubuh Anda. Pastikan Anda tetap makan buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, atau suplemen vitamin. Kekurangan nutrisi akan memicu berbagai komplikasi kesehatan yang tidak Anda inginkan.

7. Mengurangi Kadar Gula Darah

Fungsi gula darah adalah gula dalam aliran darah yang diantarkan ke seluruh sel untuk memasok energi. Gula darah ini didapat dari makanan tinggi karbohidrat. Kelebihan gula darah akan meningkatkan risiko diabetes, namun kekurangan gula darah juga akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Pada diet keto, ada efek samping di mana pasokan gula darah dalam tubuh sangat rendah karena Anda hanya mengonsumsi makanan rendah karbohidrat. Kekurangan gula darah (hipoglikemia) akan menyebabkan kelelahan, berkeringat, lemah, kebingungan, dan ketidakstabilan fungsi tubuh. Apabila level gula darah Anda sangat rendah dan tidak diatasi, kondisi ini akan menyebabkan koma hingga risiko kematian.

Baca Juga: Diet Pisang: Manfaat, Cara, Tips Turunkan Berat Badan, dll

8. Mengganggu Kesehatan Tulang

Efek samping diet keto juga dikaitkan pada gangguan kesehatan tulang. Kondisi ketosis tubuh dianggap juga berpengaruh pada kepadatan mineral tulang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 30 pejalan kaki yang juga menjalani diet keto selama 3,5 minggu, mereka memiliki gejala gangguan atau kerusakan tulang secara signifikan bila dibandingkan dengan mereka dengan pola makan karbohidrat yang normal.

9. Mengganggu Fungsi Ginjal

Makanan berlemak tinggi ala diet keto seperti daging, keju, telur, seafood, unggas, dll tanpa asupan karbohidrat dan nutrisi seimbang lainnya akan meningkatkan risiko batu ginjal. Kondisi ini disebabkan oleh darah menjadi lebih asam akibat terlalu banyak asupan makanan hewani.

Dalam kondisi yang lebih serius, asupan pola makan hewani yang tidak diimbangi dengan kebutuhan nutrisi lain akan memicu batu ginjal. Selain itu, orang dengan riwayat penyakit ginjal kronis juga dilarang menerapkan pola diet keto ini.

10. Meningkatkan Risiko Dehidrasi

Risiko dehidrasi juga tinggi pada orang yang menerapkan diet keto ini. Pengurangan asupan karbohidrat dapat membuat tubuh melepaskan lebih banyak elektrolit saat harus menyesuaikan diri di kondisi ketosis. Kondisi ini akan membuat ketidaknyamanan pada tubuh, pusing, lemas, dan hilang konsentrasi.

Baca Juga: 11 Kesalahan dalam Diet yang Sering Dilakukan, Akibatnya Bisa Fatal!

Peringatan Tentang Diet Keto

Teman-teman Anda mungkin merekomendasikan diet keto untuk menjaga bentuk dan berat badan ideal, namun Anda harus memerhatikan bahaya diet keto yang mungkin bisa terjadi. Anda dilarang menerapkan diet keto bila Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, gangguan makan, faktor risiko penyakit jantung, dan diabetes tipe 1.

Sebaiknya, konsultasikan pada ahli gizi, dokter, atau profesional lainnya terkait penerapan jenis diet apapun untuk mengurangi efek samping bagi kesehatan. Selain diet, Anda juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dan rutin olahraga untuk menjaga bentuk tubuh dan tujuan kesehatan secara umum.

 

  1. Gorin, Amy RDN. 2018. The 11 Biggest Keto Diet Dangers You Need to Know About. https://www.everydayhealth.com/ketogenic-diet/diet/keto-diet-dangers-you-need-know/. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  2. Mawer, Rudy MSc, CISSN. 2018. The Ketogenic Diet: A Detailed Beginner’s Guide to Keto. https://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-101#what-it-is. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  3. Streit, Lizzie MS, RDN, LD. 2020. 7 Keto Risks to Keep in Mind. https://www.healthline.com/nutrition/dangers-of-keto-diet. (Diakses pada 22 Juni 2020).
  4. Streit, Lizzie MS, RDN, LD. 2020. 7 Keto Risks to Keep in Mind. https://www.healthline.com/nutrition/dangers-of-keto-diet. (Diakses pada 22 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi