Terbit: 8 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bahaya diet instan sering kali menimbulkan banyak masalah kesehatan karena diet ini biasanya sangat rendah kalori dan nutrisi. Jika cara diet instan ini Anda lakukan selama berminggu-minggu, maka risiko gangguan kesehatan bisa semakin parah.

8 Bahaya Diet Instan bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya Diet Instan bagi Tubuh

Hilangnya berat badan terlalu cepat membuat Anda berisiko mengalami penurunan metabolisme, kurangnya nutrisi, kehilangan otot, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa risiko yang bisa terjadi tubuh jika Anda menurunkan berat badan terlalu cepat, antara lain:

1. Kehilangan Nutrisi Penting

Diet instan bisa membuat Anda berisiko kehilangan nutrisi utama, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh supaya tetap sehat. Saat tubuh kekurangan berbagai asupan nutrisi penting, berbagai masalah potensial yang bisa terjadi adalah:

  • Penurunan energi.
  • Rambut dan kuku mudah patah.
  • Rambut rontok.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Osteoporosis.

2. Metabolisme Lambat

Penurunan berat badan yang cepat biasanya terjadi karena kekurangan kalori yang ekstrem, misalnya, seseorang yang biasanya makan 3.000 kalori menjadi 1.200 kalori sehari. Saat tubuh memasuki mode kelaparan karena terbatasnya asupan kalori, metabolisme akan melambat untuk membantu tubuh menghemat energi. Saat inilah tubuh akan bergantung pada lemak.

Sebuah penelitian mengungkapkan, semakin banyak berat badan turun, semakin melambat metabolisme. Oleh karena itu, Anda tidak perlu memotong kalori dengan cara yang ekstrem. Jangan mengurangi lebih dari 500 kalori dalam sehari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

3. Kehilangan Otot

Bahaya diet instan berikutnya yang harus Anda waspadai adalah hilangnya otot tubuh. Pembatasan kalori ekstrem dapat menyebabkan tubuh memecah otot untuk mendapatkan energi dan bahan bakar.

Agar hal ini tidak terjadi, Anda harus meningkatkan makanan tinggi protein dan berpartisipasi dalam latihan kekuatan secara teratur. Hal ini dapat membantu mempertahankan massa tanpa lemak dan membantu tubuh membangun lebih banyak otot untuk meningkatkan metabolisme.

4. Menyebabkan Dehidrasi

Diet rendah karbohidrat atau tanpa karbohidrat dapat menyebabkan seseorang kehilangan banyak water weight. Kehilangan cairan tubuh dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan sejumlah efek samping yang tidak menyenangkan. Waspadai tanda-tanda dehidrasi, terutama dalam dua minggu pertama, seperti:

  • Sembelit.
  • Sakit kepala.
  • Kram otot.
  • Urine berwarna kuning tua.
  • Mudah marah.

5. Gangguan Psikologis

Banyak orang tidak menyadari bahwa bahaya diet instan tidak hanya mengganggu masalah fisik saja, akan tetapi juga bisa memengaruhi kondisi psikologis. Jika seseorang tidak punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan bentuk dan berat tubuh barunya, hal itu dapat menyebabkan gangguan dismorfik tubuh, anoreksia, atau bulimia.

Sementara jika penurunan berat badan tidak terwujud, hal itu bisa meningkatkan masalah citra tubuh.

6. Menyebabkan Batu Empedu

Menurunkan badan terlalu cepat ternyata juga bisa menyebabkan munculnya batu empedu. Batu empedu terjadi pada 12 hingga 25% orang yang kehilangan berat badan dalam jumlah besar selama beberapa bulan.

Biasanya, kantung empedu melepaskan cairan pencernaan untuk memecah makanan berlemak sehingga bisa dicerna. Saat tubuh tidak mengonsumsi makanan yang cukup, kantung empedu tidak mengeluarkan cairan pencernaan, di mana hal itu meningkatkan risiko terciptanya batu empedu.

7. Konstipasi

Penyebab konstipasi atau sembelit bisa lebih dari satu faktor. Selain pola makan dan kondisi medis tertentu, ternyata keadaan ini juga bisa disebabkan akibat diet instan. Meski jarak buang air besar (BAB) setiap orang berbeda-beda, namun dalam satu minggu biasanya seseorang BAB setidaknya tiga kali.

Jika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, Anda bisa diduga mengalami konstipasi. Keadaan ini membuat feses menjadi keras dan kering sehingga akan lebih sulit keluar dari anus.

8. Menstruasi Tidak Teratur

Bahaya diet instan yang terakhir harus menjadi perhatian para wanita karena bisa membuat jadwal menstruasi menjadi tidak teratur. Selain karena pola diet, siklus menstruasi tidak teratur juga bisa terjadi karena olahraga yang berlebihan, berat badan berlebih, stres, hingga kurang tidur.

Menurunkan Berat Badan yang Aman

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, tingkat penurunan berat badan mingguan yang aman adalah antara 0,5 kg sampai 1 kg. Kehilangan lebih dari itu dianggap terlalu cepat dan dapat membuat Anda berisiko mengalami banyak masalah kesehatan.

Cari tahu berapa banyak berat badan yang perlu Anda turunkan dan dapatkan kisaran kalori harian dengan menggunakan Kalkulator BMI (indeks massa tubuh) dan Kalkulator Kalori.

Namun, jika Anda baru saja memulai diet atau rencana olahraga, Anda mungkin kehilangan lebih dari 0,9 kg pada minggu pertama. Pada masa awal ini, penurunan berat badan yang cepat adalah sesuatu yang normal. Berat badan yang Anda turunkan selama waktu ini biasa disebut water weight.

Saat tubuh mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar, tubuh mulai menggunakan simpanan energinya yang dikenal sebagai glikogen. Glikogen dalam tubuh terikat pada air, jadi saat tubuh membakar glikogen untuk bahan bakar, tubuh juga melepaskan air tersebut.

Inilah sebabnya mengapa Anda mungkin mengalami penurunan berat badan yang besar pada minggu pertama. Setelah tubuh menghabiskan simpanan glikogennya, penurunan berat badan Anda akan stabil pada 0,45–0,9 kg per minggu.

Baca Juga: Daftar Menu Diet Sehat Seminggu untuk Menurunkan Berat Badan

Apakah Penurunan Berat Badan yang Cepat Selalu Buruk bagi Kesehatan?

Dalam beberapa situasi, penurunan berat badan yang cepat bisa aman jika dilakukan dengan cara yang benar. Misalnya, dokter mungkin meresepkan diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan jika obesitas menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Namun pola makan ekstrem seperti ini membutuhkan pengawasan medis.

Diet sangat rendah kalori dianggap sebagai pilihan penurunan berat badan yang masuk akal bagi orang dengan obesitas (memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30) yang membutuhkan penurunan berat badan yang cepat untuk tujuan tertentu seperti operasi penurunan berat badan.

Namun, banyak orang yang menurunkan berat badan dengan cepat sering kali hanya untuk mencapai tujuan jangka pendek dan dilakukan tanpa pengawasan ahli.

Membuat diri Anda kelaparan tentu bukan ide yang baik. Tetapi jika Anda sehat, pembatasan kalori yang ekstrem dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan mengganggu kesehatan. Beri tahu dokter mengenai apa saja yang Anda lakukan dan pastikan untuk untuk memasukkan protein dalam makanan (70 hingga 100 gram per hari). Konsumsi multivitamin dan makan makanan kaya kalium (tomat, jeruk, dan pisang).

 

  1. Anonim. Rapid Weight Loss. https://www.webmd.com/diet/guide/rapid-weight-loss#1. (Diakses pada 8 Desember 2020).
  2. Anonim. 2018. Metabolism to Mental Health: 7 Ways Losing Weight Too Fast Will Backfire. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/rapid-weight-loss-dangers#5.-You-could-feel-ravenous. (Diakses pada 8 Desember 2020).
  3. Raman, Ryan. 2017. Is It Bad to Lose Weight Too Quickly?. https://www.healthline.com/nutrition/losing-weight-too-fast#TOC_TITLE_HDR_2. (Diakses pada 8 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi